01. Bersua Lewat Suara

168 19 3
                                        

Rayadinata merasa suntuk. Matanya mulai terasa pedas setelah terus-terusan memelototi pintu rumah yang ditutup oleh adiknya, Arsa, dari luar sekitar lima menit yang lalu. Adik laki-lakinya itu memutuskan untuk meninggalkan Rara sendirian di rumah, padahal ayah mereka sedang berada di luar kota untuk mengikuti acara reuni sekolah yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Adiknya, yang Rara kenal sebagai pribadi yang paling malas keluar dari rumah kecuali ada urusan dan situasi mendesak, malah pergi dengan salah satu tetangga mereka, entah ke mana.

Rara setengah melempar ponselnya ke sisi lain kursi kayu berbantal merah dengan kesal, mempertanyakan bagaimana bisa ia memiliki adik seperti Arsadinata yang sifatnya menjadi jauh lebih mengesalkan jika dibanding dengan saat ia masih kecil dulu. Gadis itu mengerucutkan bibir, memutar otak untuk mencari kegiatan guna menghilangkan rasa jenuhnya.

Benar, Rara marah kepada sang adik yang pergi meninggalkannya sendirian di rumah bukan karena ia merasa takut, melainkan karena Rara jadi tidak bisa mengganggu Arsadinata. Mengusik siswa SMA yang sering sibuk dengan dunianya sendiri itu memang menjadi aktivitas harian Rara, terlebih karena Arsa juga hampir tidak pernah marah kepada sang kakak (baca: mengomeli Rara hanya menguras energinya saja).

Sembari mengetukkan jemari kirinya pada lengan kursi, menciptakan bunyi 'tuk, tuk, tuk' dengan ritme yang sama, tangan kanan Rara kembali meraih ponsel yang semula ia lempar. Ia berusaha mencari kesibukan lain, karena rasanya percuma jika ia terus-terusan mengomel pada sang adik dalam hati.

Tidak ada pesan masuk di aplikasi WhatsApp. Toh, Rara memang tidak berniat untuk menghubungi siapa-siapa sekarang. Setiap unggahan yang ia lihat di Instagram lama-lama terasa membosankan. Belum ada unggahan konten terbaru dari beberapa saluran kanal YouTube yang ia ikuti. Ibu jarinya melayang di atas layar ponsel, ragu untuk menekan ikon peramban untuk membuka laman AO3 yang biasa ia sambangi kala suntuk melanda.

"Mau baca AU kok bosen, ya," gumam Rayadinata pada dirinya sendiri. AU yang dia maksud mengacu pada Alternate Universe, sebuah cabang dari cerita fiksi penggemar atau fan fiction di mana penulis tetap menggunakan karakter fiksi dari suatu karya tetapi memakai latar tempat maupun profesi yang berbeda dengan cerita aslinya. Contohnya seperti AU yang minggu lalu Rara selesaikan, di mana CL atau Chaerin Lee, yang merupakan anggota dari girl group 2NE1 asal Korea Selatan, ditulis sebagai seorang ratu di sebuah kerajaan bernama Silvius dan dia melahirkan anak yang kelak harus berebut takhta dengan kakak tirinya. Oh, membayangkan kembali AU tersebut membuat darah Rara kembali mendidih karena ia masih kesal dengan sosok raja yang memimpin kerajaan tersebut alias "suami" dari CL. Rara benar-benar harus rehat sejenak dari kegiatan membaca karya fiksi penggemar ini sampai suasana hatinya membaik.

Haruskah ia mendengarkan lagu saja? Atau kembali streaming video musik grup idolanya?

Tidak, tidak, tidak. Rara sudah melakukan itu semua sejak tadi siang, sekarang waktunya ia mencari kegiatan lain.

Pada akhirnya, Rayadinata membuka aplikasi Twitter yang ia punya, membaca setiap cuitan yang ia temui di lini masa sampai matanya membulat ketika Rara melihat unggahan dari akun radio kampusnya beberapa jam lalu.

Sial. Batin Rara sudah menjerit dengan heboh sementara gadis itu buru-buru menutup aplikasi Twitter dan mencari sesuatu di ponselnya.

Bagaimana bisa dia lupa kalau kakak tingkat dari Fakultas Teknik yang menarik perhatiannya sejak masa orientasi mahasiswa, Braja Kallandra, akan menjadi narasumber di Night Chit-Chat, salah satu program di radio kampus yang masuk ke segmen malam?

"Ini radionya kenapa malah begini?" gerutu Rara tertuju pada layar ponselnya. Acap kali ia menekan ikon radio yang tersedia di gawai miliknya, aplikasi tersebut hanya menampilkan layar hitam selama satu atau dua detik sebelum kembali ke menu utama, seolah enggan menuruti permintaan si pemilik ponsel yang sudah kepalang kesal karena terburu-buru dikejar waktu. Sejujurnya, Rara bukanlah pribadi yang bertemperamen kasar, tetapi kali ini ia benar-benar ingin membanting barang elektronik tersebut.

After MidnightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang