Seventh Gate, the Last Gate -Penutupan

22 11 2
                                        

🌺🎶🍃
Follow everywhere I go
Top over the mountains or valley low
Give you everything you’ve been dreaming of
Just let me in, ooh
Then she ran faster than
Start screaming, is there someone out there?
Please help me
Just let me in, ooh
🌺🎶🍃

        Perang usai, Axelion dan pasukannya kembali setelah membenarkan kembali lost flores. Manusia sisa pasukan Cleo tak banyak yang ikut bergabung dengan Axelion, beberapa ada yang melarikan diri guna terhindar dari hal-hal seperti itu lagi. Kemungkinan pada beberapa masa yang akan datang, kisah ini hanyalah dongeng semata. Tidak akan ada yang percaya, lalu tetap dengan keyakinan jika makhluk malam seperti Axelion dan yang lainnya itu berbahaya.

Axelion tidak peduli, asal ia dapat kembali memeluk Lily-nya —belahan jiwanya yang abadi. Axelion tidak akan mempermasalahkan hal itu, biarlah semua menjadi dongeng saja dan makhluk malam di bawah kekuasaannya dapat hidup aman, damai, sejahtera.

"Kau tau Lily, aku tak bisa sampai di titik ini tanpa dirimu.."

"Tidak Axel, aku hanya sedikit membantu.."

"Sedikit membantu yaa, kau menyelamatkan banyak makhluk itu hanya sedikit membantu?"

"Tanpamu mungkin peradaban saat ini akan berakhir, hilang tak berbekas.."

        Lily terlihat gemas pada Axelion yang sejak tadi berbicara panjang lebar padanya tentang perang hari lalu, ia tidak tahu jika Axelion bisa berubah menjadi cerewet saat hanya bersamanya.

Cup.. Lily membungkam cerita panjang lebar dari Axelion, membuat guratan bersemu samar tercipta di pipi Axelion. Aishh, sejak kapan vampire-nya ini bisa bersemu juga. Lily semakin gemas memainkan pipi Axelion..

"Sejak kapan kau bisa bersemu merona seperti ini Axel?"

"Sejak kau kembali hadir di hidupku.." Axelion memindahkan tangan Lily yang masih membingkai wajahnya, menjadi ia genggam dan ciumi.

"A-axel.." Tentu saja Lily langsung merona hebat, wajahnya memerah sempurna.

"Terima kasih untuk semuanya Lily, aku mencintaimu.."

"Aku juga mencintaimu, Axel.."

        Di pergantian malam ini, Axelion merengkuh tubuh kecil Lily. Memeluknya erat, menghangatkan tubuh Lily, memberi rasa aman dan damai untuk Lily.

Kini keduanya sudah berada di depan perapian, menghangatkan diri karena salju mulai turun. "Axel.."

Axelion mengeratkan pelukannya, "Yaa Lily?"

"Aku tadi melihat bayi lucu di rumah sakit.."

"Oh yaa?"

"Iyaa Axel, lucu sekali. Mirip seekor puppy.."

"Bayi werewolf?"

"Yaa, wujud serigalanya juga lucu. Benar-benar mirip puppy.."

       Axelion terus tersenyum sembari menatap Lily di pelukannya yang bercerita tentang kunjungannya di rumah sakit tadi, karena banyaknya yang melahirkan sejak dua hari yang lalu.. Lily dimintai tolong untuk membantu. Axelion tidak melarang, asalkan itu membuat Lily-nya bahagia pasti akan Axelion izinkan.

"Kau ingin memiliki bayi, Lily?"

"Tentu saja, mana ada perempuan tidak ingin memiliki bayi. Aku juga ingin Axelion😗" Lily terlihat sebal dengan pertanyaan dari Axelion tadi.

"Bagaimana jika kita membuatnya sekarang?"

         Pertanyaan yang sukses membuat wajah Lily memerah sempurna bahkan sampai ke telinga, dan membuat Lily gugup salah tingkah bersamaan. Memang sejak perang usai, Axelion dan Lily belum melakukan hubungan badan karena Axelion meminta Lily untuk pulih terlebih dahulu. Karena saat kembali di wujud manusianya. Lily tak sadarkan diri dengan darah yang terus mengalir dari bekas gigitan Axelion, juga mengalami demam tinggi.

LILY [Song Fict]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang