Irene yang terpesona terus mengoceh tentang doktrin yang memerintahkan wanita di pulau agar hanya mencintai pemburu ikan paus yang sudah terbukti kemampuannya, sampai Taehyung terpaksa harus bertanya. "Apa kau juga anggota kelompok itu, Ms. Irene?"
Pada saat yang sama, Jungkook nyaris tersedak potongan daging sapi-hidangan utama-yang dimakannya karena ada sesuatu yang lembut dan hangat membelai betisnya di bawah meja.
"Aku memang anggotanya, Mr. Kim." jawab Irene.
Berani sekali Taehyung melakukan hal semacam itu, sambil terus tersenyum kepada Irene! Taehyung tahu benar bahwa isyarat itu adalah sinyal pribadinya dan Jungkook untuk memberi tahu bahwa mereka ingin bercinta begitu pulang ke rumah!
Sementara kaki Taehyung mengirimkan gelanyar nikmat ke sekujur tubuh Jungkook, Irene terus mengedipkan matanya dan menatap dengan sorot keterpesonaannya pada Taehyung sambil bertanya, "Apakah kau sudah membunuh ikan paus pertamamu, Mr. Kim?"
Taehyung tertawa terbahak, bersandar di kursi sampai rahangnya terangkat sebelum pria itu menyeringai lagi kepada Irene. "Tidak Ms. Irene, aku belum pernah membunuh ikan paus, dan kau juga tahu itu, aku pembuat tong, bukan pemburu ikan paus." ujar Taehyung mengingatkan.
Sekarang kaki Taehyung sudah naik lebih tinggi dan bergelung di tepi kursi yang ada di antara lutut Jungkook, sementara itu Taehyung masih tersenyum kepada Irene. Kali ini, Jungkook terlonjak dari kursinya dan sepotong daging sapi tersangkut di tenggorokannya, membuatnya terbatuk.
Dengan lembut, Jimin menepuk punggung Jungkook dan memberi isyarat pada pelayan untuk mengisi ulang gelasnya. "Apa kau baik-baik saja?" tanya Jimin.
"B-baik." Jungkook menelan, berusaha untuk menenangkan diri, sementara kaki yang hangat itu membelai bagian lututnya, mencegahnya untuk menutup.
Sayangnya, saat mendengar Jungkook terbatuk, tuan rumah mereka mengalihkan perhatian ke piringnya, dan Mrs. Starbuck menyadari betapa sedikitnya ia makan dan bertanya apakah makanannya lezat. Akhirnya, ia terpaksa memasukkan sepotong lagi daging sapi ke dalam mulutnya dan berusaha menelannya.
Pada saat itu Taehyung tersenyum santai kepada Jungkook dan berkata, "Tolong ambilkan garam."
Taehyung bisa melihat bahwa Jungkook sedang tersiksa. Taehyung masih ingat dengan sangat baik ketidaksukaan Jungkook dengan pakaian yang terlalu ketat, seketat pakaian yang saat ini Jungkook gunakan.
Hal selanjutnya yang membuat Jungkook terkejut adalah ia merasakan ketukan Tap! Tap! Tap! di bagian dalam salah satu lututnya. Sementara di seberang meja, Taehyung dan Irene terlihat mengobrol santai tentang pembuatan tong. Taehyung membelah potongan daging sapinya menjadi dua, memakan salah satunya dan menjatuhkan potongan yang lain ke lantai. Kucing persia keluarga Starbuck langsung memakannya-menghilangkan bukti tersebut.
Makan malam berakhir dengan kue beraroma rum, yang sama sekali tidak disukai kucing. Bahu Taehyung yang terangkat pasrah membuat Jungkook tersenyum di balik serbetnya, jadi ia terpaksa memakan setengah kue tart di piringnya, yang membuat perutnya penuh sesak.
Pada saat Taehyung akhirnya memindahkan kakinya, Jungkook tidak hanya kekenyangan, tetapi juga merona. Tuan dan Nyonya rumah bangun dari kursi mereka, saat Jungkook menebak dari ekspresi wajah Taehyung bahwa pria itu sedang mencari sepatunya yang hilang. Jungkook membiarkan Taehyung kesulitan dengan menyeret sepatu Taehyung ke kolong kursinya, sementara satu persatu tamu mulai berdiri dan bersiap untuk pergi ke aula utama. Jimin beranjak ke belakang kursi Jungkook.
Sejenak, Jungkook berpikir untuk meninggalkan sepatu itu di sana, tetapi jika sampai ketahuan, hal itu akan menyulitkannya dan Taehyung. Akhirnya, kebingungan Taehyung sirna saat pria itu berhasil menemukan kembali sepatunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Twice Loved: The Sailor Return || kth+jjk
Fanfiction[REMAKE] Original story by: LaVyrle Spencer Penerjemah: Endang Sulistyowati . . Kembalinya sang pelaut. Start: 29 Mei 2020 End: ~
