Ketika makan malam bersama di meja makan Ola terlihat sibuk mengurus piringnya sendiri mengabaikan Farrel yang sedari tadi sepulangnya pria itu mengantar Adriana dari rumah sakit. Pria itu sebenarnya tak mengapa tak berbicara dengannya tapi mendapat lirikan dari adik iparnya Daud yang kerap mencuri pandang pada mereka membuatnya takut di tuduh bertengkar.
"Ola, itu piring suami kamu masih kosong." Ibunya mengarahkan melihat sang anak perempuan paling kecilnya itu terlihat menikmati sendiri makan malamnya.
Ola melirik Farrel yang langsung memasang senyum sungkan miliknya.
"Saya ambil sendiri saja buk." Katanya sopan persis seperti menantu idaman.
Setelah Farrel angkat suara maka mereka membiarkan saja sepasang suami istri itu makan dalam diam sepertinya sedang terjadi sedikit percikan api rumah tangga. Pak Hartoto sebenarnya tahu ada yang aneh tapi dirinya memilih diam saja. Berbeda dari Nining yang terang-terangan memperhatikan dua manusia itu.
"Kamu kurusan yang La." Nining tiba-tiba buka suara ketika lamat memperhatikan anaknya itu.
Farrel melirik istrinya yang makannya lumayan banyak. Jujur ia tak melihat perubahan apapun.
"Turun 7 kg buk sejak sakit seminggu lalu." Ola memilih kata sakit daripada keguguran.
"Kok bisa?"
Farrel merasa tak nyaman dengan topik mereka karena secara tidak langsung ia di nilai suami yang tidak membahagiakan istrinya.
"Efek samping obat buk. Kata dokternya sih ngilangin nafsu makan." Ia menjelaskan tapi ibunya menyipit melihat porsi makannya.
"Makanlah dengan tenang." Pak Hartoto tidak suka meja makannya di jadikan meja bincang ria.
"Nak Farrel." Setelah menyelesaikan piringnya hingga bersih pak Hartoto memanggil menantunya yang juga sudah terlihat selesai makan.
"Iya pak?" Pria itu menyahut menyeka bibirnya dengan tissue.
"Nanti temani bapak di ruang baca bisa? Ada yang mau bapak bahas." Pria tua itu berkata sopan.
"Bisa pak."
|•••|
"Kakak nggak bertengkar kan dengan mas Farrel?" Daud yang terus saja penasaran dengan rumah tangga sang kakak datang muncul dari bilik dapur membawa segelas teh pada Ola yang menonton sendirian.
Ia melirik adiknya itu yang jarang-jarang ikut campur urusan orang.
"Nggak ah." Ola menjawab seadanya.
Daud mengangguk tapi ia merasa tidak tenang juga. "Setahu aku Mas Farrel itu orangnya supel cuma semenjak nikah dengan kakak dia terlihat banyak diam." Daud tak bermaksud apa-apa tapi tidak dengan Ola yang merasa menjadi sebab Farrel bermasalah.
Ia melirik adiknya itu yang memasang wajah polosnya. "Tanya aja tuh sama orangnya." Ujarnya kemudian melirik kebelakang dimana sosok Farrel datang kembali dari ruang baca ayahnya.
"Tanya apa?"
Daud langsung salah tingkah ketika Farrel membuka suara di belakangnya. "Enggak mas. Saya permisi dulu." Ia langsung kabur menerima seringaian dari sang kakak yang kini kembali menonton kartun kesukaannya dari kanal YouTube.
Ia merasakan Sofanya bergerak dan menemukan Farrel duduk disana menyamankan punggungnya dan ikut menonton serial Naruto kesukaannya. Ola tak banyak tanya ia anggap saja angin lalu kemudian kembali terhanyut lagi pada tontonannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Pengganti [END]
RomantikSpin off = Pak Nugraha ❗❗❗ BLURB ~ [UNEDITED VERSION] *Note= This is just Fiction. Don't believe anything inside the story. ~ K E I © 2021
![Sang Pengganti [END]](https://img.wattpad.com/cover/274416574-64-k53103.jpg)