Ternyata Ola tidak selemah itu, ia dibebaskan dari rumah sakit tepat sebulan lewat beberapa hari ia mendekam disana. Tubuhnya pulih dengan cepat hingga dokter yang menanganinya keheranan.
Farrell yang notabenenya juga ikut mengawasi wanita itu pun tidak percaya jika Ola bisa pulih seperti sedia kala dalam kurun waktu tak lama. Bahkan ia melakukan check up bagian dalam untuk meyakinkan diagnosa bahwasanya Ola sudah boleh pulang ke rumah mereka dan melakukan aktifitas biasanya.
Kabar bahagia itu sampai pada Buk Asti tentu saja, ia langsung mengadakan syukuran di rumahnya. Tak peduli jika sebenarnya Ola masih trauma pada tempat itu karena kejadian terakhir kali. Sambutan meriah ia terima dengan iparnya yang muncul semua, jujur saja Ola tidak nyaman. Ugh, mendekam di rumah sakit membuatnya terbiasa tak berinteraksi.
"Kamu ternyata disini." Ola yang sedari tadi duduk di Sofa belakang memakan acarnya didatangi sosok tak asing dengan bayi mungil di gendongannya.
"Mbak Zharin." Ia memanggil wanita itu ramah jujur saja kemunculannya membuat hatinya sedikit lega.
"Aku mencari mu keliling. Ternyata si pemeran utama makan acar di tempat tersembunyi." Sindir Zharin yang di balas kekehan kecil Ola.
"Ada apa mbak?" Tanyanya sembari mengambil bayi yang wanita itu gendong untuk ia pegang.
"Tidak ada, aku cuma mau ketemu aja. Kita sudah lama tidak berbicara."
Jika diingat lagi, Ola memang tidak pernah bertemu lagi dengan wanita itu beberapa waktu belakangan, Bahkan saat menjenguknya beberapa bulan yang lalu ia tak sempat bersua, rumah tangganya malah membuat drama.
"Jadi kamu apa kabar sekarang?"
"Baik, Mbak." Ia menjawab seadanya sembari memainkan pipi bayi gempal di pangkuannya. Acarnya sudah pindah haluan.
"Aku dengar sesuatu dari Mas Bram. Sesuatu yang aku sebenarnya tidak ingin ungkit sampai aku bertemu denganmu, La. Mungkin ini bukan waktu yang tepat, jika kamu menolak untuk bercerita aku tidak masalah." Zharin berusaha agar tidak memberatkan wanita didepannya itu.
Ola terdiam sesaat, terlihat wajahnya memikirkan sesuatu meski bibirnya memasang segaris senyum untuk bayi yang balas menatapnya sejak tadi.
"Mbak boleh bertanya." Katanya kemudian dengan memberikan tatapan yakin.
Zharin mengambil nafas, meskipun ia dipanggil dengan sebutan yang lebih tua oleh Ola. Ia tetap tahu bahwasanya mereka sebaya, ia ingin Ola menganggapnya teman dan tidak membuat tembok tinggi diantara mereka.
"Apakah kamu baik-baik saja dengan Farrel?"
Ola terkesima. Ia tidak menyangka pertanyaan itu adalah hal pertama yang keluar dari Zharin. Jujur saja ia mengira jika wanita itu akan membahas skandal suaminya itu tapi ternyata ia salah besar.
Hanya senyum tipis yang mampu ia berikan sebelum akhirnya pipinya basah oleh bulir-bulir air yang tidak bisa ditahan keluar dari pelupuk matanya.
Tak ada satupun kata yang keluar dari Zharin yang menunjukkan ketidaksabarannya karena ia memang tidak masalah Ola tenggelam dulu dalam perasaannya. Ia tahu betul posisi wanita itu dari mendengar cerita suaminya.
"Mbak, kira-kira aku bisa tidak membesarkan anakku sendirian?" Pertanyaan itu spontan keluar dari bibirnya.
Zharin tak langsung menjawab ia harus hati-hati. "Kenapa kamu mengatakan hal itu. Kenapa tidak melibatkan Farrell?"
"Mbak, Farrell dan aku sama sekali tidak memiliki perasaan yang sama. Aku tahu betul itu. Dan rasanya sangat sulit memikirkan terus bersamanya ketika aku tahu dengan baik kalau kami memaksa satu sama lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Pengganti [END]
RomanceSpin off = Pak Nugraha ❗❗❗ BLURB ~ [UNEDITED VERSION] *Note= This is just Fiction. Don't believe anything inside the story. ~ K E I © 2021
![Sang Pengganti [END]](https://img.wattpad.com/cover/274416574-64-k53103.jpg)