Extra Chapter 01 - Elailah Diningrum Nugraha

370 12 0
                                        

Suara tangisan buk Asti menjadi satu-satunya hal yang mereka dengar di ruang tamu keluarga Nugraha, itu. Ola yang memang sudah mendengar cerita Farrel terlebih dahulu beberapa hari yang lalu hanya bisa diam sembari mengelus perutnya yang semakin membesar.

Awalnya ia menyuruh untuk Farrel tidak perlu memberi tahu buk Asti dalam waktu dekat tetapi suaminya itu meyakinkan jika masalah ini harus dituntaskan karena ia tidak mau masalah itu membaur dengan kelahiran anak pertama mereka yang dijadwalkan akan lahir awal bulan depan.

Masalahnya memang sangat berat, bahkan sampai sekarang Ola masih tidak terima dengan keputusan pria itu, karena bagaimana pun ia tahu berat bagi Farrell untuk memulai semuanya dari bawah. Rumah sakit itu adalah darah dan keringatnya.

Dengan mudah Investor melakukan pengambilan suara untuk mendapak Farrel yang merupakan founder dikarenakan skandal yang terjadi. Mereka mengancam akan mengangkat berita itu ke media jika Farrel tak bersedia mundur.

Kata Farrel dia tidak mungkin melawan, apa yang akan terjadi pada keluarganya jika berita itu naik ke permukaan. Mereka semua akan terkena imbasnya, sanksi sosial di Indonesia sangat kejam dan Farrell tidak mau mengambil resiko. Akhirnya ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari dewan direksi, mengambil seluruh sahamnya dan keluar begitu saja tanpa perlawanan.

"Kenapa ini bisa terjadi?!" Buk Asti menangis pilu. "Mereka sangat keterlaluan. Aku tidak bisa tinggal diam. Aku akan kesana." Wanita tua itu mencurahkan rasa ketidakadilan yang ia rasakan untuk putranya itu.

"Buk, tidak perlu. Aku baik-baik saja. Biarlah semua ini terjadi. Aku akan mulai dari bawah lagi." Farrell mencoba menenangkan.

"Mas akan tuntut mereka, Rel. Ini tidak baik-baik saja. Kamu melakukan semuanya untuk rumah sakit itu. Harusnya mereka tutup mulut karena telah kamu berikan kesempatan banyak." Satria juga ikut naik pitam.

Bramantyo mencoba menahan mulutnya untuk tidak terbuka. Ia marah tentu saja. Bram sangat tahu bagaimana Farrell merangkak dari bawah untuk mencapai posisi itu mengingat mereka bukan termasuk orang kaya sejak lahir. Adiknya itu banting setir di dunia kedokteran demi mengangkat derajat keluarga Nugraha dan itu hilang sekejap.

"Tidak perlu, Mas. Aku mendapatkan kembali bagian ku. Jadi tidak terlalu buruk. Aku juga menganggap ini penebusan kesalahan yang telah aku lakukan atas keluarga ini. Jadi tidak mengapa."

"Kesalahan apa? Lagipula itu masalah keluarga kenapa harus dicampuri oleh mereka." Ola yang sebenarnya sudah berdebat di rumah dengan Farrel lagi-lagi mengeluarkan isi hatinya.

"Dek." Farrell memberikan teguran halus agar wanita di sebelahnya itu tidak memancing emosi satu ruangan.

"Perkataan Ola benar. Ibu tidak terima, Rel. Tuntut saja mereka." Buk Asti meninggikan suaranya.

"Baiklah, aku akan menghubungimu firma hukum seniorku yang menangani bagian ini." Satria beranjak dari kursinya.

"Duduk, Satria." Bram menghentikan tindakan ceroboh adiknya itu.

"Tapi, Mas."

"Farrell sudah mengambil keputusan dan kita tidak berhak mencampurinya. Ini juga tidak mudah baginya. Jadi biarkan saja."

"Ibu tidak rela, Bram." Buk Asti memukul meja di depannya membuat ruangan itu senyap seketika.

"Farrell, kenapa kamu mudah sekali menyerah. Ini adalah hak kamu jadi kamu harus berusaha mempertahankannya bukan seperti ini." Sambung buk Asti berubah menjadi marah.

"Ibuk." Bram berusaha menenangkan wanita tua itu.

"Diam, Bram kamu sama saja."

"Ini tidak semudah itu buk." Farrell terdengar frustasi. "Aku tidak mungkin menuntut mereka. Kalau pun aku bisa, nanti hal buruk akan mencoreng nama keluarga kita. Berita-berita tidak benar akan berseliweran dan merusak keluarga ini. Aku tidak mau."

Sang Pengganti [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang