Farrel tak bisa lagi mengontrol ekspresi wajah tenang miliknya ketika wanita itu melontarkan ancaman yang dapat menghancurkan kerja kerasnya selama ini. Ia mengetatkan rahangnya agar tak terbawa emosi lebih jauh lagi.
"Ulangi sekali lagi?!" Titahnya marah.
"Anda tuli?" Ejek Ola. "Saya bilang. Nanti malam saya akan mengatakan hal ini pada media." Seringaian sang wanita semakin membuat Farrel kesal bukan main.
"Jangan bermain-main dengan macan tidur. Ola." Geram pria itu memanggil nama asing bagi lidahnya.
"Siapa disini yang bermain-main. Kalian 'kan? Berani-beraninya kalian selingkuh! Dasar manusia hina!" Teriakan Ola di susul suara pukulan meja yang cukup memekakan telinga.
Farrel menggebrak mejanya sekuat tenaga hingga tempat penanya jatuh berguling menyentuh lantai.
Ola beringsut mundur. "A-apa! Aku tidak takut." Ucapnya menguatkan diri.
"Apa yang kau inginkan?!" Farrel membuang muka menahan suaranya.
Akhirnya Ola mendengar kalimat penyerahan diri itu. Ia tersenyum puas. "Tentu saja ada." Kini senyum seribu makna miliknya tercetak kembali setelah sempat surut karena bentakan Farrel. Seumur-umur Ola belum pernah di bentak bapaknya.
"Kau tak akan ku biarkan lepas begitu saja. Karena selingkuh itu seperti endorphin." Ola melipat tangannya di depan meja mulai melancarkan rencananya.
"Oleh karena itu aku akan mengawasi kalian." Katanya lagi penuh percaya diri.
"Caranya?!" Farrel tidak tahu isi kepala perempuan di depannya itu dan memberinya tatapan aneh.
"Aku tidak berbohong tentang nanti malam ayahku akan datang melamar anda."
Farrel melotot. "Kau masih waras?" Ia sarkas menanyakan kewarasan Ola yang berkata seenaknya di antara masalah pelik yang mereka hadapi.
"Tidak. Aku gila." Ola menekankan ucapannya sembari menunjuk dadanya sesekali. "Aku bisa saja membunuh kalian berdua jika membayangkan keponakanku di rumah." Ia menunjukkan raut kesedihannya tatkala bayang-bayang sosok Deyla yang menangis muncul di kepalanya.
"Aku akan meninggalkan Adriana." Farrel tidak mau melihat wajah terluka wanita itu.
"Kau kira aku akan percaya?! Tidak. Tidak akan." Ola berdiri dari duduknya. "Jadi suamiku dan tanggung penghinaan ini seumur hidupmu. Lihat bagaimana kau telah bercumbu dengan iparmu sendiri. Kotor. Kotor sekali bukan?"
Ola merasa dirinya berlebihan tapi ia benar-benar sangat marah saat ini.
"Bayangkan bagaimana ibumu bereaksi jika tahu kau meniduri iparmu sendiri?" Ia kembali menghinakan perbuatan mereka.
"Jangan bawa-bawa ibuku." Suara Farrel berubah dan Ola tahu pria itu tidak bisa lebih jauh lagi di tentang.
"Aku tidak peduli. Nanti malam kami akan ke rumahmu. Kalau kau menolaknya aku langsung mengatakan saja didepan semua orang baru pada media." Ancam Ola.
Farrel mengepal tinjunya erat. "I love your sister." Katanya membuat garis keras pada konsekuensi pilihan wanita di depannya.
"Tentu saja aku tahu. Sialan." Maki perempuan itu. "Tapi aku tidak perduli. Selama kau menikahiku kau tidak boleh dan tidak akan bisa menyentuhnya." Desis Ola merasa berapi-api.
"Kalau kau menjadi istriku, percayalah. I'll fuck you everyday." Farrel sadar jika ia tak seharusnya menghinakan wanita itu tapi mereka memang tak berada di akal sehatnya saat ini.
Tentu saja Ola ingin mual mendengar ucapannya. "I don't care." Tapi persetan dengan dirinya di masa yang akan datang. Adriana dan dokter Bagong itu tidak akan ia biarkan merusak hidup Deyla dan keluarga Hartoto.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Pengganti [END]
RomanceSpin off = Pak Nugraha ❗❗❗ BLURB ~ [UNEDITED VERSION] *Note= This is just Fiction. Don't believe anything inside the story. ~ K E I © 2021
![Sang Pengganti [END]](https://img.wattpad.com/cover/274416574-64-k53103.jpg)