"Tante!" Pekikan Delya langsung menyambut telinga Ola yang baru saja masuk ke rumah orang tuanya.
"Delya!!" Ola membalas lebih kencang dan berlari memeluk keponakannya itu.
Sikap kekanakannya itu hanya di berikan gelengan oleh buk Nining yang menonton televisi sembari memerhatikan mereka berdua saling berpelukan.
"Kalau suka dengan anak kecil, cepat punya anak sana. Ini sudah dua tahun loh. Dan itu cukup." Buk Nining dan ketajaman bicaranya.
Mendengar orang lain menyebutkan angka pernikahannya selalu membuat Ola terkesima. Dua tahun, two freaking years dia telah menjadi istri seorang Farrel Nugraha.
Jika di pikirkan rasanya baru kemarin ia melaksanakan ijab kabul serta peliknya pernikahan mereka di awal-awal. Tak terasa sudah dua tahun ia masih bertahan dengan keputusan bodohnya sekarang.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Lagi apa Ma?" Farrel muncul dari belakang membawa tas besar di tangannya.
"Ini lagi nonton." Jawab ibunya berubah intonasi. "Eh, ngomong ngomong kamu ke Jepang berapa lama?"
"Cuma sebulan, ma."
"Berangkat kapan? Sore ini?"
"Tidak, insyaallah malam." Farrel menoleh ke arah Ola yang masih sibuk bercakap-cakap dengan Delya.
"Dek, temani sebentar ke swalayan bisa?" Farrel berujar lembut. Pria itu memang banyak berubah dibandingkan pertemuan pertama mereka.
"Beli apa?" Ole mengernyitkan dahi. Seingatnya ia sudah membenahi seluruh perkakas suaminya itu.
"Ada yang masih tertinggal." Ia tersenyum sungkan mengakui kecerobohannya.
Ola menghela nafas. "Ok."
"Eh, mana kak Adriana buk?" Sebelum berangkat Ola menanyakan kakak nya yang tak ia lihat muncul.
"Loh bukannya sudah pergi duluan ke Jepang?" Buk Nining ikut-ikutan heran.
°°°
Di dalam mobil hitam itu, tak ada yang mau membuka suara. Ola terlihat membuang muka sedangkan Farrel tak berhenti memainkan jarinya di setir mobil. Terlihat jelas sang pria gatal membuka mulutnya tapi tak berani.
Tak tahan berdiam lama akhirnya Farrel berdehem. "Emm.. kami-"
"Kenapa tidak kasih tau aku dulu kalau kamu perginya dengan mbak Adriana." Ola langsung memotong dan menatap Farrel tepat di dua bola matanya.
"Bukan begitu. Hanya saja tidak begitu penting memberitahu siapapun." Farrel mencari alasan
"Tidang penting ya?" Ola mengejek.
"Dek."
"Nggak usah panggil begitu." Ola perlahan mual mendengar kelembutan Farrel.
"Kamu sama saja seperti dua tahun yang lalu. Bedanya hanya saat ini kamu lebih lihai berpura-pura. Begitu juga kak Adriana." Ola bergetar.
"Bukan begitu. Ola."
"Udah jangan menghindar lagi. Aku muak!" Ola meninggikan suaranya.
Farrel menghilangkan jejak kesabarannya. "Ini alasannya kami tidak memberitahu mu. Kamu terlalu overthinking. Berlebihan." Ucapnya dengan kekesalan.
"Overthinking? Berlebihan?" Ola mengejek. "Seharusnya kamu di posisi ini. Rasakan bagaimana jadi orang yang tahu dengan baik suaminya selingkuh dengan sang kakak."
"Aku tidak selingkuh." Farrel balas meninggikan suara.
"Jangan berbohong."
"Sialan. Ola." Maki Farrel memukul setirnya. Ia kehabisan kata melihat Ola yang tak mau kalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sang Pengganti [END]
RomanceSpin off = Pak Nugraha ❗❗❗ BLURB ~ [UNEDITED VERSION] *Note= This is just Fiction. Don't believe anything inside the story. ~ K E I © 2021
![Sang Pengganti [END]](https://img.wattpad.com/cover/274416574-64-k53103.jpg)