Jeongwoo berjalan santai di koridor, tapi berbanding terbalik dengan perasaannya yang merasa khawatir.
Kemarin hanya jasad Jihoon yang ditemukan, tapi pasti hari ini akan lebih heboh lagi karna ada tiga jasad sekaligus.
Tapi dugaan Jeongwoo meleset, nyatanya sampai jam pelajaran dimulai pun tidak terjadi apa-apa.
Merasa janggal, Jeongwoo pun melirik Haruto yang duduk di sebelahnya.
"To, lo ngerasa aneh gak sih, kok sekolah gak heboh sih, jangan-jangan jasad bang Hyunsuk, bang Heeseung, sama bang Jake belum ditemuin?" Bisik Jeongwoo.
Haruto menoleh, "kek nya iya deh, tapi gak mungkin juga sih kalo mereka belum ditemuin," balasnya yang juga berbisik.
"Kita harus ngumpul, ini harus di diskusikan," ucap Jeongwoo.
Haruto menganggukkan kepalanya, "lo bener."
Dan kebetulan, ada notifikasi dari grup chat mereka, ada pesan dari Junkyu.
human no akhlak 🐷
KimJunkyu : istirahat nanti kumpul di rooftop, wajib-!!
Saat ini semuanya sudah berkumpul di rooftop, duduk dengan posisi melingkar.
"Kenapa jadi gini? Ada yang tau sesuatu?" Tanya Junkyu.
"Bentar, ini ada apa dulu?" Tanya Jungwon.
"Lo bolot apa gimana sih? Jasad Hyunsuk, Heeseung, sama Jake gak ada!" Jawab Yoshi.
"Hah?!" Teriak Jungwon, Sunoo, dan Junghwan.
"Kok bisa sih?" Tanya Jay.
"Gue yakin ada orang yang lakuin sesuatu sama jasad mereka bertiga," sahut Asahi.
"Siapa? Ngaku cepet!" Ucap Sunghoon.
"Gue," celetuk Mashiho yang membuat semuanya terkejut.
"Maksud lo apa lakuin itu?!" Bentak Jay.
"Woy santai dong, gue lakuin ini juga buat kita semua," balas Mashiho.
"Coba jelasin dulu maksud lo!" Sahut Yedam.
"Kalo jasad mereka ditemuin, semuanya bakal rumit. Polisi dan orang tua mereka gak akan tinggal diam, mereka pasti terus selidiki kasus ini, dan kalo gitu, kita bakal mudah ketauan karna semalam pak satpam liat kita ada di sekolah malam-malam," jelasnya.
"Ya sama aja bego, mereka sekarang ngilang, orang tua mereka juga pasti nyari dan lapor polisi," balas Sunghoon.
"Ya setidaknya kita gak akan kena," balas Mashiho.
"Gila," celetuk Asahi.
"Terus sekarang mereka dimana?" Tanya Niki.
"Gue udah memakamkan mereka dengan layak kok," jawab Mashiho.
•••
Jeongwoo berjalan sambil menenteng paper bag berisikan kue-kue yang harus dia antar ke rumah Junghwan karena anak itu memesan kue pada ibunya yang memang membuka usaha kue kecil-kecilan, karena hobi.
Karena rumah mereka dekat, jadi Jeongwoo jalan kaki saja hitung-hitung olahraga.
Saat dia melewati rumah salah satu temannya yang kebetulan memang dia lewati jika pergi ke rumah Junghwan, Jeongwoo tak sengaja melihat seorang lelaki yang tak asing terlihat di balik jendela besar yang Jeongwoo tahu jika itu adalah kamar temannya itu.
Jeongwoo berhenti melangkah, lalu memfokuskan matanya pada sosok itu yang sedang melamun.
Dia menggosok-gosok matanya, berusaha yakin jika dia hanya berhalusinasi.
Orang itu tidak mungkin ada disana kan?!
Tak lama kemudian, sosok wanita yang tak lain adalah ibunya datang dan menghampiri lelaki tadi dan menepuk pundaknya.
Kedua orang itu pun pergi dari sana sehingga Jeongwoo tidak bisa melihatnya lagi.
Tidak mungkin.
Ini gila.
"Kok bang Hee ada disana sih?"
•••
Junghwan menepuk pundak Jeongwoo agak keras sehingga Jeongwoo tersadar dari lamunannya.
"Kenapa lo ngelamun?" Tanyanya.
"G-gue, gak apa-apa," jawab Jeongwoo.
"Kenapa lo jadi suka bohong gini sih woo? Kemarin soal manjat buat masuk ke sekolah dan masuk ke ruang cctv, sekarang lo mau bohong lagi, iya?!"
Jeongwoo mengusap wajahnya kasar, "lo mau tau kenapa? Oke tapi mulutnya jangan ember."
Junghwan langsung mengangguk, lalu menatap Jeongwoo dengan serius sambil menopang kepalanya dengan tangan.
Bukannya serius, Jeongwoo malah tertawa melihat wajah serius Junghwan.
"Loh kenapa lo ketawa anjir."
"Muka lo lucu anjir kalo lagi serius, kek orang nahan berak," balas Jeongwoo lalu melanjutkan sesi ketawanya lagi.
"Gini nih, kalo orang pecicilan kayak lo emang gak bisa diajak serius dikit, heran gue," ucap Junghwan.
Jeongwoo segera meredakan tawanya, "oke oke maaf, ekhem kita serius."
"Yaudah cepet!"
"Gue tadi ngeliat bang Hee."
"Hah?!"
•••
Sunghoon dan Junkyu sedang berjalan kaki menuju minimarket depan komplek.
"Hoon, menurut lo nanti kita bakal mati juga gak ya?" Tanya Junkyu tiba-tiba.
"Gak tau, mungkin aja," balas Sunghoon.
"Gue belum siap."
"Lo pikir gue siap apa? Engg__"
"Eh bang Hoon, bang Jun."
Keduanya menoleh ke arah kiri dimana Jeongwoo datang menghampiri mereka.
"Loh woo? Habis darimana?" Tanya Junkyu.
"Dari rumah Junghwan bang, kalian mau kemana?"
"Mau ke minimarket, ikut gak?" Sahut Sunghoon.
"Ikut ikut," balas Jeongwoo yang langsung berdiri di antara Sunghoon dan Junkyu.
"Kek orang ketiga dalam hubungan aja lo, nyempil di tengah-tengah," ucap Junkyu.
"Iya, gue kan orang ketiga di perkapalan Sunghoon Junkyu, Sungkyu," balasnya.
"Ngadi-ngadi lo," sahut Sunghoon.
Ketiganya pun berjalan beriringan dengan dipenuhi candaan Jeongwoo yang membuat Junkyu tertawa keras karena humornya yang rendah.
Hingga mereka bertiga melihat seseorang yang menaiki motor sport melaju dari arah berlawanan, motor yang sangat mereka kenal.
Mereka melihat orang itu dengan intens sampai-sampai berbalik badan melihat orang itu yang melaju semakin jauh.
"Gue gak salah liat kan?" Celetuk Junkyu.
"Itu beneran dia?" Sahut Sunghoon.
"Tadi bang Hee, sekarang bang Jake, kok bisa?" Sahut Jeongwoo.
TBC
Pendek bngt gk sih?
Maafin aja deh ya xixi
Btw, setelah book ini selesai, gue mau bikin book gini lagi, tapi kek nya ganti genre jadi horor seru deh
Mau gak?
Kalo enggak mau pun gue tetep mau bikin sih wkwk
Okey, sampai jumpa 2 hari lagi;)))
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓]Hide And seek | Treasure Ft. Enhypen
Mistério / SuspenseKetika permainan yang biasa dimainkan anak-anak menjadi ajal bagimu. Temukan yang bersembunyi lalu bunuh dia jika kau masih ingin hidup. "Ini bukan petak umpet biasa." "Gue gak mau lanjutin ini." Hide and seek ; petak umpet Treasure ft Enhypen By:ba...
![[✓]Hide And seek | Treasure Ft. Enhypen](https://img.wattpad.com/cover/273184126-64-k882552.jpg)