"Jadi, kamu yang namanya Karla?"
Demi Tuhan, Dimas sudah diam-diam mengagumi sosok perempuan dari klan Widjaja itu sejak beberapa tahun lalu. Namun, dengan bodohnya, kali ini ia justru mengucapkan kalimat tak sopan sebagai perkenalan.
Sebagai tambahan, kalimat itu Dimas lontarkan dengan nada angkuh dan menantang.
Combo attack, bukan?
Benar-benar cara berkenalan yang kurang ajar.
Dimas sudah berulang kali hendak meraih perhatian Karla ketika mereka bertemu, baik secara formal maupun tidak. Namun, Karla Widjaja terasa sangat sulit untuk digapai. Mereka beda kasta, beda pula nama belakang.
Titik.
Lain cerita jika nanti suatu waktu Oesman mau memberinya nama Hardja, untuk disematkan sebagai pengganti nama Tjakra.
Mereka pertama kali bertemu di sebuah lokasi proyek. Sebuah rumah peristirahatan salah seorang konglomerat di negeri ini, bernama Tjondro Kusumo. Proyek tersebut masih benar-benar berupa proyek. Lahan luas di sebuah kaki bukit, yang sedang dalam tahap pembangunan pondasi. Sejauh mata memandang, hanya nampak tanah tandus kecokelat-cokelatan, alat berat, juga para pekerja kasar. Tidak ada tempat teduh untuk berlindung dari sengatan sinar matahari, selain direksi keet dan bedeng proyek milik para pekerja. .
Namun, puff, Karla tiba-tiba datang. Mencuri perhatian.
Perempuan itu turun dari sebuah helikopter dengan logo perusahaan milik klien mereka, mengenakan setelan kemeja dan celana berwarna khaki, yang dipadu dengan safety vest atau rompi proyek yang berwarna kuning menyala. Rambutnya digelung asal-asalan, membuat beberapa helai anak rambutnya terjuntai membingkai wajah. Pipinya tampak merona kemerah-merahan terkena terpaan sinar matahari, meski terlindungi oleh safety helmet berwarna putih. Kedua kakinya yang jenjang dibalut boot beledu semata lutut.
Sesosok makhluk Tuhan yang cantik muncul di tengah tandusnya lahan proyek yang disesaki oleh dominasi para kaum Adam.
Tidak ada yang berani mendekat, tentu saja. Selama ada William Widjaja di sisinya..
Di lain waktu, juga di lain proyek, mereka acapkali dipertemukan. Lagi-lagi, William selalu berada di sisi Karla. Putra tunggal Herawan Widjaja tersebut seakan-akan tak pernah bergeser sejengkal pun. Jika bukan karena nama belakang William dan Karla yang sama, juga karena mendengar desas-desus bahwa mereka bersaudara, mungkin Dimas sudah mundur teratur karena salah mengira William dan Karla adalah sepasang kekasih.
Suatu waktu, Dimas pernah mencoba untuk melemparkan sebuah senyuman kepada perempuan berambut hitam sebahu tersebut. Namun, hasilnya nihil.
Dimas adalah makhluk tak kasatmata, yang mungkin Karla tak akan pernah tahu bahwa Dimas juga bernapas di udara yang sama ketika berada di dekatnya.
"Bisa kerja dengan bener apa enggak?"
Dan sialnya, setelah menunggu begitu lama, yang dapat Dimas lontarkan justru rangkaian kalimat dengan nada kurang ajar. Bukan, bukan karena ia urakan atau sombong. Namun, karena ia terlalu tidak percaya diri saat berdiri di depan perempuan sesempurna Karla.
Lihat, mata indah perempuan itu membulat lebar!
Dimas mendekat, melangkah perlahan. Ia mencoba mengaburkan jarak di antara kedua ujung sepatu mereka. Parfum beraroma floral yang lembut—seperti campuran dari berbagai macam bunga-bunga alami; daisy, magnolia, dan sedikit sentuhan mawar dan melati—menguar dari tubuhnya.
Tunggu saja, perempuan itu pasti akan menyugar rambut dengan kesal jika ada seseorang mengusik ketenangannya.
Satu...
Dua...
Ti...
"Maksud lo apa?" Karla menyugar rambut, lalu berkacak pinggang. "Ada masalah sama gue?"
Benar bukan?
Dimas sudah teramat hapal bagaimana kebiasaan Karla. Ini adalah salah satu keuntungan menjadi makhluk tak kasat mata di dekat Karla. Ia bebas mengamati dan mengagumi perempuan itu diam-diam.
"Mana William?" Dimas sekuat tenaga menjaga agar nada bicaranya tetap datar. Karla tidak boleh sampai tahu bahwa ia sedang dilanda kegugupan luar biasa.
"Ya di kamar lah," Karla menjawab ketus. Namun, entah Dimas sedang tidak waras, atau memang dia benar-benar sedang terpesona oleh Karla, perempuan itu justru terlihat jauh lebih memikat dengan sikap ketusnya barusan.
"Kamu yakin?"
Detik-detik selanjutnya, diisi oleh pertikaian kecil di antara mereka berdua. Karla bersikeras bahwa Samuel ada di kamarnya. Dan, boom, ekspresi Karla berubah ketika tahu bahwa Samuel memang benar-benar menghilang seperti yang dituduhkan Dimas kepadanya.
Kemudian, situasi berbalik. Seseorang menelepon Dimas. Salah seorang kepercayaan keluarga Hardja—pengawal pribadi Aileen Hardja—yang sebelumnya mengabarkan mengenai menghilangnya William Widjaja.. Kali ini, berita yang diterima Dimas terdengar sungguh tidak masuk akal.
Aileen menghilang!
"Apa Aileen Hardja menghilang karena lo sedang sibuk ngejek gue?" Karla melesakkan tatapan yang sarat dengan ekspresi kesal.
Selanjutnya, perempuan itu meledakkan amarahnya. Bola matanya berkilat-kilat. "Keluarga Hardja juga harus bertanggungjawab jika sampai konferensi pers ini gagal!"
Sesaat, Dimas tertegun. Ini tidak ada dalam skenario mereka.
Rencananya, William dan Aileen dijadwalkan mengadakan konferensi pers tentang pernikahan mereka beberapa saat lagi. Itu skenarionya. Bukannya malah menghilang bersamaan seperti saat ini.
"Kita tidak punya banyak waktu lagi. Kerahkan tim kita masing-masing untuk menyusuri setiap jengkal hotel ini." Dimas tak punya pilihan kata-kata lain yang lebih menenangkan. Ia panik. Benar-benar panik. Bisa-bisanya, Aileen yang manja itu menghilang tanpa membawa satu pun pengawal atau bahkan asisten pribadinya.
Benar-bener terdengar seperti bukan Aileen.
Sebelum langkah kakinya mencapai pintu, Dimas berbalik, menatap Karla lekat-lekat. Perempuan itu masih memandangnya dengan sorot penuh amarah. Dimas menahan napas sejenak, lalu ia berkata, "Temukan mereka, atau kita berdua akan kehilangan kepala."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tuan dan Nyonya Tjakra [ REPUBLISH ]
RomanceDimas Tjakra dan Karla Widjaja terjebak dalam usaha akuisisi dua perusahaan konstruksi berkedok pernikahan. Bukan pernikahan biasa, karena mereka masing-masing punya misi untuk mencuri data rahasia perusahaan pesaing. Sebuah mega proyek di Surabay...
![Tuan dan Nyonya Tjakra [ REPUBLISH ]](https://img.wattpad.com/cover/274017725-64-k826432.jpg)