"Yein! Apa yang kau lakukan di sini? Mana suamimu?" kaget Jiae saat melihat juniornya muncul di depan pintu rumahnya. Penampilannya berantakan dan matanya sembab. Baju dan sweeter rajut yang ia kenakan tampak basah karena memang sedang hujan deras di luar sana. Penampilannya semakin memprihatinkan dengan perutnya yang membuncit. Tak lupa, satu koper besar tergeletak persis di sampingnya.
"Eonnie.." rintih Yein. Ia tak kuasa menahan air matanya dan segera menghambur ke pelukan Jiae.
"Ada apa denganmu?" tanya Jiae khawatir.
Yein tidak menjawab. Ia hanya sibuk menangis dengan bahu naik turun. Jiae hanya bisa mengusap punggung Yein penuh sayang.
"Ayo masuk dan ganti pakaianmu! Kau bisa sakit kalau terus memakai baju basah begini. Kalau kau sakit, kasihan bayi di dalam perutmu," ujar Jiae sambil melepas pelukan Yein dan menuntun gadis itu masuk.
"Yein! Apa yang terjadi padamu!?" kali ini Suga - suami Jiae - yang memekik kaget melihat keadaan Yein.
"Sst!" Jiae memberi isyarat pada Suga agar diam. Bibir pria itu langsung terkatup. Lalu ia mengambil alih koper Yein dan membawanya ke ruang tamu. Sedangkan Jiae segera masuk ke kamarnya bersama Yein.
Keduanya tak banyak bicara setelah masuk kamar. Jiae hanya membantu Yein untuk mengganti pakaiannya dan memakaikan syal hangat di lehernya. Setelah beberapa saat, Yein mulai tenang. Ia duduk di tepi tempat tidur bersama Jiae. Suga pun ikut bergabung setelah membuat segelas coklat panas untuk Yein.
"Sekarang ceritakan pada kami, apa yang terjadi padamu?" tanya Jiae lembut.
Yein tak langsung menjawab. Matanya kembali berkaca-kaca dan bahunya mulai naik turun. Ia kembali menangis.
"Kau tidak perlu cerita kalau belum siap. Kau istirahat saja," ucap Suga sambil mengisyaratkan pada Jiae untuk segera meninggalkan Yein sendiri.
Meskipun enggan, Jiae akhirnya berdiri dan melangkah ke arah pintu bersama suaminya, membiarkan Yein untuk menenangkan dirinya.
"Panggil aku kalau kau perlu sesuatu," ucap Jiae sebelum menutup pintu.
"Jungkook.. ternyata orang jahat," ucap Yein pelan sepersekian detik sebelum pintu tertutup. Tentu saja, Jiae dan Suga masih bisa mendengar ucapan pelan Yein.

KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
FanfictionSometimes, there is no different between love and obsession