🌸Cerpen adalah sebuah singkatan dari cerita pendek. Sesuai dengan namanya, membaca cerpen dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit atau jam saja.
Secara garis besar, cerpen biasanya dituliskan dalam 4-15 halaman. Meski begitu, ada juga cerpen yang melebihi jumlah halaman tersebut. Jakob Sumardjo membagi tiga jenis cerpen berdasarkan jumlah halaman:
• cerpen pendek dengan isi satu halaman
• cerpen 4-15 halaman
• cerpen panjang yang ditulis 20 hingga 30 halaman.
Terdapat ciri-ciri cerpen yang membedakannya dengan jenis karya fiksi lain:
1. Fokus pada suatu konflik atau masalah
Cerpen hanya menceritakan satu fokus permasalahan atau ide. Tidak begitu mendetail, hanya menggambarkan satu ide pusat secara garis besar. Makanya, sering kali cerpen ditulis kurang lebih dalam 10.000 saja.
2. Fokus pada satu tokoh
Pusat cerpen tertuju pada tokoh utama pada suatu latar atau situasi cerita tertentu. Maka dari itu, tidak heran bahwa penggambaran tokoh dalam cerpen tidak begitu mendetail.
3. Bersifat fiktif
Yha, sesuai dengan konsepnya, cerpen adalah bagian dari karya fiksi. Meski begitu, bukan berarti cerita yang dituliskan tidak benar adanya. Inspirasi menulis cerpen dapat diambil dari pengalaman penulis atau orang lain yang merupakan kegiatan sehari-hari.
4. Penggunaan bahasa sehari-hari
Penulisan cerpen biasanya menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari atau nonformal. Nah, catat, nih. Berbeda dengan puisi yang sering kali menggunakan metafora.
5. Ada kesan dan pesan
Cerpen biasanya meninggalkan pesan atau kesan tertentu untuk pembacanya. Penggambaran konflik di dalam cerpen umumnya mencakup awal konflik dengan sebab-akibat hingga resolusi atau pemecahan masalah. Dari sinilah, pembaca memahami pesan atau kesan yang dapat diambil dari suatu cerpen.
Catat beberapa struktur cerpen di bawah ini, ya. Jangan sampai tertukar dengan struktur karya fiksi lainnya, lho.
1. Abstrak
Abstrak dalam cerpen adalah gambaran awal dari sebuah cerita. Struktur cerpen yang satu ini bersifat opsional, yang tidak selalu ada dalam cerpen, ya. Abstrak inilah yang nantinya dikembangkan menjadi sebuah cerita pendek.
2. Orientasi
Hal-hal yang berkaitan dengan latar cerita, seperti tempat, suasana, dan waktu, semua itu masuk ke dalam struktur cerpen orientasi.
3. Komplikasi
Walau tidak memiliki tingkat kompleksitas serumit novel, cerpen juga mempunyai konfliknya sendiri, lho. Struktur cerpen komplikasi ini mencakup urutan kejadian atau permasalah yang memiliki hubungan sebab akibat. Di tahap ini juga, biasanya penceritaan karakter dari tokoh semakin kuat digambarkan.
4. Evaluasi
Evaluasi di dalam cerpen merupakan bagian yang menceritakan klimaks permasalahan dalam cerita. Dalam struktur ini juga mulai disebutkan penyelesaian masalah yang terjadi.
5. Resolusi
Resolusi mencakup bagian yang menerangkan pemecahan masalah. Di sini, pembaca akan diberikan penjabaran cerita mengenai solusi yang diambil oleh tokoh.
6. Koda
Amanat, pesan, atau pembelajaran, semua hal tersebut termasuk ke dalam koda. Pembaca akan diajak untuk mengambil hikmah dari cerpen tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kepenulisan ( Dasar-dasar Menulis Karya )
RandomBerisikan bermacam macam materi tentang kepenulisan yang diambil dari berbagai sumber. Bagi pemula seperti saya mungkin ini sangat bermsnfaat. #1 in cermin 22 /1 - 12/3-2022 #2 in belajarmenulis 23/8/2022
