KC - 9

16 4 0
                                    

Hai

cuma cerita ringan yang ada di haluanku

Jangan lupa vote!

Ramaikan komen 💬!

Kasih saran jika ada kekurangan!

Tandai kalau ada typo ya!


|| HAPPY READING ||

Langit berubah menjadi gelap, angin sangat bersahabat dengan malam saat ini, kerlap kerlip jalan sangat menghiasi malam indah ini
Hewan hewan kecil yang terbang sangat menyambut hadirnya malam saat ini

Aisyah dan para teman temannya sudah pulang ke rumah masing masing, sehabis beli apa yang mereka butuhkan hingga pulang larut malam seperti ini.

Kebetulan juga di kampusnya hari ini libur, jadi pergunakanlah waktu sebaik mungkin

Aisyah sudah berada di rumah, sekarang dia langsung naik ke atas dan segera menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya

"huaa capek bet" katanya yang sambil menggerak gerakan tubuhnya

"AIS!!" seru uminya dari pintu depan kamarnya

Aisyah segera pergi untuk membuka pintu kamarnya

Ceklek

"iya umi ada apa" tanyanya pada umi yang duduk pads sofa kamarnya

" ada apa ada apa belum sholat kan?" tanya uminya kepada aisyah

"hehe belum " di balas aisyah dengan cengiran khasnya

"yaudah sana bersih bersih trus sholat abis sholat turun kebawa makan malam" kata uminya lalu pergi meninggalkan kamar aisyah

"siap ibu negara" aisyah berhormat selayaknya upacara bendera

"Hm, cepet!" bentaknya pada aisyah lagi

"sensi amat mak mak jaman now" ucap aisyah sambil berdiri menuju kamar mandi miliknya

"bicara apa kamu "uminya masih belum pergi dia masih memantau di balik pintu kamarnya

"eng - enggak suer deh" ucap aisyah sambil menaikan 2 jarinya yang membentuk seperti huruf v dan di sertai gelak tawanya

Dan uminya pun pergi dari kamar aisyah dan ya aisyah melanjutkan ritual mandinya dan melanjutkan hal hal lainya seperti ibadah makan dan lain lain

Kini keluarga aisyah sedang berkumpul di ruang keluarga sambil mononton acara tv kesukaan mereka

"Habis darimana ais?" tanya papa aisyah

" ikut temen belanja pa" jawab aisyah sambil duduk di dekat abangnya

" revan bilangin adek kamu" ucap papa aisyah

Revan yang tau papanya akan marah, segera membawa aisyah ke kamarnya

" dek, kok tumben kamu pulang malem? " tanya revan sambil mengelus panggung aisyah

" keasikan tadi, terus jalanannya macet juga" ucap aisyah yang sedari tadi menundukan kepala

"dek" panggil revan yang duduk di samping aisyah

"hm?"tanya aisyah dengan dehemanya

" jangan di ulangi lagi oke? " ucap revan sambil tersenyum manis kepada aisyah

" iya abang" jawab aisyah dengan senduh

" sini peluk" kata revan sambil merentangka tangan agar aisyah segera mengehempaskan ke dalam pelukanya

Aisyah pun segera memeluk abangnya, sudah lama tidak berpelukan, mereka berpelukan saling menghempas rindu

*******
Dua hari sebelumnya aisyah mengalami penculikan kecil tapi Allhamdulilahnya belum sempat keculik, Dia baru bilang kepada umi dan papanya tentang penculikan itu

Flasback on

" Hai" sapa seorang lelaki berpostur kekar

Aisyah tersentak kaget, lalu menoleh ke sumber suara

" hai" sapa aisyah dengan kikuk

" cantik banget ikut gue yuk" goda pria itu

" maaf gue buru buru" aisyah yang ketakutan

"itu va iya itu si ceweknya" ucap alex yang berada di dalam mobil arva dia dan arva memantau rumah cewek itu dari jauh hingga mengikuti sampai rumahnya

Arva yang melihatnya hanya diam saja karena pernah melihat cewek itu sebelumnya

"noh noh tuh lihat abangnya itu abangnya yang dateng va pas gw udah nolongin dia" ujar alex sambil menunjuk nunjuk abangnya

"syutt diem dulu napa lex" ucap adit karena dia risih dari tadi alex terus bertingkah seperti cacing kepanasan

"kita balik aja, nanti gue cari tau lagi tentang hal- hal selanjutnya, kita pecahkan bareng bareng masalah ini, nunggu gibran nanti dateng ke rumah gue" ujar arva yang mengmungkas semua perdebatan ini

"oke bos " jawab adit dan alex bersamaan

Mereka pun melajukan kembali mobilnya dan tujuan utamanya sekarang adalah rumah arva.

Mereka sekarang udah di rumah arva, dan sesampainya di di rumah arva mereka hanya diam memikirkan apa tujuan selanjutnya.

" sorry telat " ucap gibran yang baru datang

"sans men" jawab adit

" jadi gimana va" tanya gibran kepada arva

"jadi gini .... " arva pun menceritakan kejadian tersebut dari dia bertemu dengan cewek itu dan sampai menyelidiki cewek itu tadi

" gue bingung aja gib apa tujuan si rangga" ucap arva yang tidak memerhatikan lawan bicaranya padangannya hanya lurus kedepan

" gue juga bingung va apa ya?" kata alex juga ikutan bingung sambil memikirkanya

" kan udah gue bilang dia pulang ke sini lagi ngejalanin bisnis baru dari papanya" jawab gibran

"eh tapi" adit yang menjeda perkataanya mereka bertiga pun menoleh kepada adit

"tapi apa" jawab mereka bertiga bersamaan

"tapi dia cantik sih banget malahan" ucap adit sambil tersenyum senyum membayangkan

"ck"arva yang melihatnya langsung bad mood ahaha

" Aelah dit dit gue kira apa" alex pun ikutan pasrah

Sedangkan gibran dia udah biasa dengan sifat si adit memang tuh bocah rada rada buaya

Adit bi like : aku kan manusia

" nanti kita cari tau bersama sama dan memecahkan masalah ini gue ga enak sama keluarganya" ucap arva

" bener, gue jadi kepo banget " ucap adit sambil menggeleng - gelengkan kepala
_________

Hola

Sampai di sini dulu ya

Nantikan part selanjutnya

See you gaes

KEMBALINYA CINTA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang