18

64 5 0
                                        

Te Amo

Sea masuk kedalam kamar rawat blue dengan tatapan khawatir "phi... " Panggil sea

Blue yang fokus dengan pekerjaan mau tidak mau menatap kearah sea "ada apa?" Tanya blue

"Kamu sudah bertemu dengan phi best?" Tanya Sea

Blue hanya mengangguk kan kepalanya lalu kembali fokus kepada pekerjaan nya, sea langsung menutup dokumen yang blue baca "lalu bagaimana?" Tanya Sea

"Seperti biasa kami bicara" jawab blue

Sea seperti tidak puas dengan jawaban dari blue langsung menanyakan hal yang sama berulang-ulang "sea... Hubungan ku dengan best sudah berakhir 6 tahun yang lalu" ucap blue.

Secara bersamaan pintu kamar blue terbuka dan muncul best masuk kedalam kamar blue, "phi best..." Ucap sea.

Blue kaget dengan keberadaan best disana "phi best sudah lama di sana?" Tanya Sea.

"Aku sudah mendengar semua nya" jawab best masuk dengan santainya.

Sea menatap kearah blue "kalo begitu aku pulang dulu" ucap sea pamit.

Blue ingin menahan tangan sea untuk tidak meninggalkan nya disini dengan best "cepat sembuh phi" ucap sea lalu pergi keluar

Setelah itu tidak ada pembicaraan antara best dan blue, best sibuk menyiapkan sesuatu di meja

"Makan lah" ucap best memberikan sebuah kue pada blue.

"Aku tidak makan-makanan manis" ucap blue

Best terdiam sejenak lalu menjauhkan kue yang tadi dia bawa, blue yang melihat itu hanya bisa merasa bersalah tanpa ada niat untuk memakannya.

Best duduk di samping blue sambil membaca sebuah majalah sedangkan blue kembali fokus kepada dokumen di depan nya, sesekali best menatap kearah blue dan tersenyum tipis.

Best bangkit kembali dan mengeluarkan beberapa buah dan memotong nya.

Blue melirik setiap pergerakan dari best dalam diamnya, best menyadari pandangan dari blue Hanya bisa tersenyum lalu sebuah ide muncul dalam benaknya.

"Aow" ucap best menjatuhkan pisau yang di pegang nya.

Mendengar jeritan best, blue langsung bangun dan berjalan menghampiri best.

Best memegang tangan nya yang terluka "biar kulihat" ucap blue memegang tangan best.

"Tidak apa ini hanya luka kecil" ucap best menarik tangannya.

Blue menatap tajam kearah best "diam lah biarkan aku melihatnya" ucap blue terlihat khawatir.

Blue menarik tangan best dan mendudukkan best.

Best menatap blue yang kini tengah mengobati luka di tangan nya, tangan best yang lain terulur membelai lembut rambut blue. Blue terdiam membeku saat best membelai rambut nya.

"Aku rasa ini baru saja dimulai bukannya malah berakhir" ucap best.

Blue kini menatap kearah best "tidak, ini sudah berakhir best" ucap blue.

Best merangkul pundak blue lalu memeluk nya "jika ini akhir untuk mu, maka ini awal untuk ku... Mulai sekarang aku yang akan mengejar mu phi blue" ucap best lembut mengeratkan pelukannya

Te AmoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang