"Njun, Alin tambah ganteng ya sekarang." Gumam Haechan, yang sedang melihat Guanlin yang sedang bermain basket.
"Gantengan juga Jeno." Balas Renjun yang menyangkal ketampanan seorang Guanlin. Bagi Renjun, Jeno yang paling tampan di sekolah ini.
Renjun mah sebenarnya bucin banget sama Jeno. Namun dia gak nunjuk-kin kebucinan-nya. Tsunder banget Renjun mah.
"Gantengan juga Jeno! Alah! Itu karena sekarang Jeno pacar-mu saja! Coba kemarin-kemarin pas kamu dan Guanlin pacaran? Alin ganteng ya, tinggi, putih, jago main basket lagi." Ledek Haechan.
Iya! Renjun dan Guanlin pernah menjalin kasih bersama ketika Jeno memutuskan Renjun dengan alasan bosan. Ya Renjun mah oke-oke aja walaupun hatinya sakit pas Jeno minta hubungan mereka berakhir. Tapi mau gimana lagi? Harga diri Renjun itu gede! Jadi pas Jeno minta putus? Ya Renjun terima.
Dan setelah mereka putus? Banyak banget para lelaki yang mendekati Renjun. Tapi pada akhirnya Renjun memilih Guanlin menjadi kekasih-nya, setelah mendengar kabar bahwa Jeno menjalin kasih dengan adik kelas-nya.
Renjun itu gak bisa biarin mantan-nya senang dan gak suka nunjuk-kin kesedihan-nya. Maka dari itu dia langsung menerima Guanlin jadi pacarnya setelah mendapat kabar itu. Biar Renjun tidak sedih-sedih amat. Supaya gak ngerasa di tinggal pacar. Jahat sih cuma jadiin Guanlin sebagai pelampiasan. Ya tapi mau gimana lagi, emang udah jadi kebiasaan Renjun.
"Asahi sama Sanha juga ganteng. Tapi sayang tingkah-nya yang bobrok, membuat aku tidak jadi untuk menyukai-nya." Sambung Haechan.
"Sebenarnya kau suka siapa sih? Semua lelaki kau bilang tampan dan ingin menjadikan dia kekasih-mu." Tanya Renjun heran.
"Tentu saja Mark Oppa yang aku suka. Ya, mereka hanya selingan aja." Jawab Haechan yang hanya di balas gelengan pasrah dari Renjun.
"Yanyang kemana sih?" Tanya Haechan karena tidak melihat keberadaan sahabat bawel-nya satu itu.
Baru saja di tanyain, Yangyang sudah datang dengan heboh-nya.
"Guys! Guys! Guys! Aku punya berita penting, hot dan sangat terbaru!" Seru Yangyang antusias.
"Apa?" Tanya Haechan yang membalas-nya dengan antusias. Sedangkan Renjun hanya mendengarkan Yangyang melanjutkan omongannya.
"Mark Oppa sana Kang Mina sedang latihan alat musik di ruang musik! Seras-- yak Lee Haechan! Mau kemana kau?!" Teriak Yangyang kepada Haechan yang sudah berlari meninggalkan lapangan. Padahal kelad mereka sedang pelajaran olahraga.
Renjuun dan Yangyang pun tidak tinggal diam. Ia segera menyusul Haechan yang lebih dulu lari.
Sedangkan Haechan terus berlari menuju ruang musik.
Sampai di depan ruang musik, Haechan langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Hai Oppa!" Sapa Haechan kepada Mark yang tengah bermain gitar, di samping-nya ada Mina yang sedang bermain Biola.
Haechan yang melihat itu pun tidak tinggal diam. Ia segera menggeser Mina, dan duduk di samping Mark.
"Heoh Haechanie, ada apa?" Tanya Mark yang sedang mengatur senar gitar-nya.
"Oppa sedang apa bersama Mina?" Pertanyaan klasik yang keluar dari mulut Haechan.
"Kenapa hanya berdua di sini! Kalian sedang kencan diam-diam ya?!" Hardik Haechan.
"Kencan apanya? Kami sedang latihan untuk tampil besok di pelajaran Chanyeol seongsaenim. Chanyeol seongsaenim memilih kami jadi satu kelompok, untuk ulangan besok" Jelas Mark.
Haechan memincing curiga, sedikit tidak percaya dengan omongan Mark.
"Kau sendiri ngapain di sini?" Tanya Mark, menoleh-kan kepalanya untuk menatap Haechan.
"Oppa di panggil Kwon Gyojang di ruangan-nya." Ujar Haechan yang berbohong kalau Mark di panggil oleh kepala sekolah.
"Kau tidak sedang mengerjai-ku bukan?" Tanya Mark, memincing curiga kepada Haechan.
Haechan menggelengkan kepalanya sekali. "Aniya! Aku tidak sedang mengerjai Oppa! Untuk apa aku rela kemari di saat aku sedang pelajaran olahraga, kalau bukan untuk sesuatu yang penting." Dengus Haechan.
"Palli! Tunggu apalagi sih?! Ayo ke ruangan Kwon Gyojang! Oppa menyita waktu-ku yang sedang pelajaran olahraga!" Sambung Haechan, menaruh gitar yang Mark pegang, lalu menarik Mark untuk keluar dari ruangan, meninggalkan Mina sendiri.
Haechan terus menarik Mark, menyusuri koridor, sampai akhirnya mereka sampai di depan ruangan kepala sekolah.
"Sana masuk! Haechan mah lanjut belajar dulu! Jangan berduaan dengan wanita lain di dalam satu ruangan lagi! Haechanie gak suka!" Peringat Haechan, mengetuk pintu ruangan kepala sekolah Kwon, lalu mendorong Mark masuk.
Haechan langsung saja lari, ketika berhasil memasuk-kan Mark.
"Oh Mark Jung. Ada apa?" Tanya Kwon Boa, selaku kepala sekolah.
"Eum, gyojang ada apa memanggil saya? Apakah saya membuat kesalahan?" Tanya Mark kikuk.
Boa mendelik ketika mendengar penuturan Mark. "Memanggil-mu? Siapa yang memanggil-mu. Saya tidak pernah memanggil diri-mu." Ujar Boa bingung.
'Lee Haechan!' Geram Mark.
"Ah aniya. Mungkin saya salah dengar. Kalah begitu saya permisi, dan maaf karena menganggu waktu Gyojang." Pamit Mark kepada Boa.
Boa terkekeh, mengangguk-kan kepalanya lalu mempersilahkan Mark keluar.
Di sepanjang jalanan menuju kelas, Mark hanya bisa menggerutu akan tingkah dan perilaku Haechan yang terus-menerus memancing amarah-nya.
"Padahal aku itu orang-nya sabar dan tidak pernah tau cara-nya marah! Tapi sekarang aku tau caranya marah setelah kenal Lee Haechan!" Oceh Mark di sepanjang jalan.
Sedangkan Lee Haechan? Orang ini tengah menyesap ice yang baru saja ia beli di kantin, bersama dengan Renjun dan juga Yangyang.
"Benarkan perkataan-ku? Kau harus berterima kasih kepada-ku atas info yang aku berikan!" Ucap Yanyang dengan bangga-nya.
"Gumawo." Ketus Haechan yang masih saja panas ketika mengingat kejadian Mark yang satu ruangan dengan Mina.
"Terus tadi kau ngapain saja di sana?" Tanya Renjun, ia takut Haechan membuat kebodohan dan keributan lagi.
"Aku bilang saja kalau Mark Oppa di panggil Kwon Gyojangnim." Seru Haechan.
"Terus Mark Oppa percaya?" Tanya Yangyang yang tidak percaya akan omongan Haechan.
"Tentu saja! Ya walaupun awalnya sedikit tidak percaya, namun akhrinya percaya juga setelah aku yakin-kan." Seru Haechan.
Mereka bertiga mulai duduk di bangku-nya masing-masing.
"Habis pulang sekolah, kita jalan yuk!" Seru Yangyang, mengajak kedua sahabat-nya untuk pergi bersama setelah pulang sekolah.
Haechan yang mendengar itu langsung menggelengkan kepala-nya. "Loh kenapa?" Tanya Yangyang heran. Pasal-nya Haechan selalu antusias kalau di ajak keluar, untuk bermain bersama.
"Apalagi kalau bukan Mark." Dengus Renjun yang langsung di balas Haechan.
"100 buat Injun." Seru Haechan mengusap pucuk kepala Renjun.
"Emang ada apa dengan Mark Oppa?" Tanya Yangyang.
"Nanti sore akan ada sparing basket! Selagi liat Mark Oppa? Aku bisa mencuci mata melihat lelaki tampan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ICE & SUN - MARKHYUCK
FanfictionCERITA INI KHUSUS UNTUK MARKHYUCK SHIPPER! APABILA KALIAN TIDAK MENYUKAI SHIPPER INI? DIHARAPKAN UNTUK TIDAK BACA CERITA INI! TAPI JIKA KALIAN MEMAKSA UNTUK MEMBACA CERITA INI? JANGAN BERKOMENTAR NEGATIVE DI KOLOM KOMENTAR / DI KEHIDUPAN PRIBADI PA...
