Chapter 09.

4.2K 473 94
                                        

Hallo, semoga kalian suka
Happy Reading.

***

Art's University hari ini sama dengan hari-hari biasanya, banyak mahasiswa dan mahasiswi lalu-lalang kesana kesini, ada yang membawa tumpukan buku yang entah mau dibawa kemana. Ada yang sedang berbicara dengan teman-temannya. Ada juga yang melamun, contohnya Yuna.

Lima belas menit berlalu dia habiskan dengan melamun, memikirkan dengan cara apa lagi dia harus mendekati Saga.

Atau menyerah saja?

Yuna menggeleng, dia mencoba menghilangkan niat untuk menyerah dari kepalanya. Lalu kembali menghela nafas, kembali berfikir dengan cara apa lagi dia harus mendekati Saga.

"ba!"

Yuna dikagetkan dengan kedatangan Mikko dan Yumi dari belakang, "Mikko lo minta gue tendang ya!" -Yuna memukul Mikko yang sekarang duduk disebelahnya.

"jadi lo mau mukul atau nendang?" -ujar Mikko.

Yuna menatap kesal pada Mikko, dia baru saja ingin menyauti tapi Yumi sudah lebih dulu menutup mulutnya.

"udah diem, mikko lo katanya mau ke perpus, ayo" -Yumi menggandeng tangan Yuna dan memaksa sahabatnya itu berdiri.

"iya ayo deh, gue juga mau ngadem nih"

Saat diperpustkaan berbeda dengan Yumi dan Mikko yang sibuk mencari buku, Yuna hanya duduk menaruh kepalanya diatas meja.

"kenapa susah banget sih deketin kak saga, itu hati dia terbuat dari apa? udah hampir lima bulan lho, astaga" -Yuna berbicara pada dirinya sendiri.

"gue pelet juga nih lama lama, heran."

Yumi datang menghampiri Yuna yang daritadi terlihat sangat tidak semangat, Yumi tahu kenapa sahabatnya ini sedang 'galau' dia pasti sudah tidak tahu lagi dengan cara apa lagi untuk mendekati Saga. Karena itu Yumi membawakan kabar baik untuk sahabatnya.

Tok tok.

Yuna mengangkat kepalanya saat ada seseorang yang mengetok mejanya dua kali. Mendapati Yumi yang sudah duduk didepannya memandang dirinya.

"gue bawa berita bagus buat lo" -ujarnya.

Yuna menatap Yumi tanpa minat sama sekali, "apa?"

"kak Saga lagi cari asisten buat projectnya"

Yuna mengerutkan alis, menatap bingung pada Yumi, "terus kenapa?"

Yumi memutar bola matanya, "lo kenapa kalo dipelajaran pinter tapi pas ngomong biasa gini lemot sih na?"

"ya terus kenapa kalo kak saga lagi cari asisten?"

"dia belum dapet asistennya" -Yumi kembali menjelaskan.

Yuna juga kembali mengerutkan alis, semakin tidak mengerti, "terus hubungannya sama gue apa? lagian juga, masa sesusah itu buat kak saga nyari asisten? dia kan banyak fans nya" -ingatnya kembali, jujur saja semenjak memutuskan untuk menyukai Saga, semakin banyak yang tidak menyukai Yuna terutama wanita-wanita dari tingkatan diatasnya.

"lo kira kak saga bakal segampang itu nerima asisten? dia bakal cari yang bisa bener bener bantu dia na"

Yuna mengangguk, "iya juga sih, jadi?"

"lo coba nawarin diri jadi asisten dia, lo kasih tau aja beberapa melodi sama lagi yang pernah lo buat"

Yuna mulai paham dengan apa yang sahabatnya jelaskan, tapi tetap saja dia berfikir kalau Saga tidak mungkin menerimanya. "ga mungkin dia nerima gue"

COLD • Min YoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang