Chapter 39

4K 529 393
                                        

Hallo, semoga kamu suka
Happy Reading.

***

Dalam perjalanan mereka ke Mall tadi, Yuna banyak bercerita tentang semua hal yang dia alami selama seminggu ini, termasuk tentang lagu project-nya yang ternyata masih harus diperbaiki lagi. Saga juga sadar kalau belakangan ini dia terlalu sibuk sampai lupa menanyakan apa yang sudah dan sedang terjadi pada gadis itu. Jadi sebagai ganti karena sudah terlalu sibuk beberapa waktu, hari ini Saga memutuskan akan full membantu dan menemani Yuna. Termasuk menemani gadis itu berbelanja.

Mereka sedang ada disalah Swalayan besar, setelah makan siang Yuna mengajak Saga kesini untuk berbelanja kebutuhan rumahnya yang beberapa sudah habis dan banyak yang sudah menipis.

Sambil mendorong troli  Saga fokus melihat banyak merk sampo yang berjejer di lorong rak yang sedang dia lewati, dia berniat membeli beberapa karena kebetulan persediaan sampo di studio dan rumahnya juga hampir habis. Saga berhenti di pertengahan lorong saat menemukan merk sampo yang biasa dia pakai, dia mengambil dua botol lalu menoleh kebelakang untuk memberitahu Yuna kalau dia akan membeli beberapa sampo.

"na, gue...na?"

Saga menghela nafas, selalu seperti ini setiap mereka pergi beberlanja atau ketempat-tempat besar. Yuna selalu tiba-tiba menghilang. Padahal baru beberapa detik yang lalu sebelum berbelok ke lorong ini Yuna masih ada di belakangnya. Saga meletakkan kembali botol sampo yang tadi dia ambil, menarik troli kebelakang kejalan yang sama sebelum dia berbelok ke lorong ini.

Dari tempatnya, Saga bisa melihat Yuna berdiri berjarak dua lorong darinya, gadis itu juga terlihat sedang mencari sesuatu, dan Saga yakin itu dirinya.

Mata mereka bertemu, Saga berjalan mendekati Yuna dan sebaliknya.

"Yuna kenapa sering ilang sih."

"kak Saga jalannya kenapa kecepetan sih!"

ucap mereka bersamaan.

Pada awalnya mereka sama-sama diam tapi tidak lama setelah itu Yuna bisa merasakan kalau tangan kanannya menghangat karena digenggam seseorang. Yuna mengikuti genggaman tangan itu sampai dimana dia bisa melihat wajah Saga yang ternyata sedang melihatnya.

"biar ngga ilang lagi."

Yuna tidak bisa tidak tersenyum mendengar itu, dia berjalan mengikuti Saga dengan tangan mereka yang masih bergandengan. Saga memang selalu terlihat keren dimata Yuna, tapi sekarang bertambah keren saat satu tanganya mendorong troli dan satu tangannya lagi menggenggam tangan Yuna.

Mereka kembali menyusuri lorong yang ada di swalayan besar itu, Saga juga sudah mengambil lagi sampo yang tadi sempat dia kembalikan karena harus mencari Yuna. Setelah antrian panjang di kasir, mereka selesai membayar dan sekarang dalam perjalanan pulang.

Masih banyak yang harus Yuna kerjakan malam ini karena deadline dari project-nya tinggal seminggu lagi.

Yuna tidak berharap mendapat penghargaan di project kali ini, dia hanya ingin hasil dari kerja kerasnya sesuai dengan apa yang dia mau.

Kalau kata Saga, "yang paling penting segimana kerja keras lo dulu, dapet penghargaan atau ngga itu bonus. Tapi gue yakin lo bisa dapetin bonus itu."

C O L D

Yuna tidak tahu kalau seminggu akan berlalu secepat ini. Sekarang dia sedang duduk diantara banyak teman seangkatannya dengan setelan kebaya berwarna navy.

COLD • Min YoongiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang