00|| Awal dari segalanya

46.7K 2.8K 161
                                        


HAI SEMUANYA KETEMU LAGI SAMA AKU

AKU BAWA CERITA BARU NIH

HAPPY READING ❤❤

Tak henti hentinya Agil melayangkan bogeman mentah kepada musuhnya yang berani menyentuh visor helmnya. Siapa yang tidak emosi coba?

"ANJING LO"

"TAI"

"AMPUN GIL SUMPAH"

Agil menatap orang ini penuh emosi. Dengan nafas yang masih tersenggal senggal ia pergi meninggalkan lokasi

Ia mengebut kencang motornya tak peduli dengan tanggapan pengendara lain. Yang intinya saat ini ia sangat emosi, dia marah

Agil tidak fokus memperhatikan jalanan didepannya sampai suara seseorang menyapa pendengarannya

"WOI ANJING AWAS KUCING LO TABRAK"

Agil melihat didepan sana ada seekor anak kucing yang terlihat sangat mengkhawatirkan. Dengan gerakan cepat ia mengrem motornya

Cittt

"KALAU NAIK MOTOR TUH HATI HATI" lontar Gadis yang sekarang beerjongkok didepan motornya memungut anak kucing itu. Gadis itu memakai seragam sekolah, seragamnya sama dengan seragam Agil

Gadis itu membawa anak kucing itu kepelukannya, Agil takut kucing. Ia geli melihat hewan berbulu itu entah mengapa tapi ia takut

Setelah dipastikan aman, Agil mulai kembali menjalankan motornya

$$$

"Ini apartement atau tempat pembuangan sampah si? "omel Karina--Bunda Agil

"Penjara"ucap Agil

Karina berdecak sebal. Ia kesal karena suaminya ini sangat memaksa Agil untuk tinggal di apartement katanya agar putra sulungnya itu mandiri dan bekerja keras tapi apa? Anaknya ini tambah malas karena tidak dipantau

"Mama cariin Art buat bersihin apart kamu sehari hari mau? "tawar Karina

"Gak"

"Kenapa? "

"Gausa Bund. Nanti barang-barang Agil hilang"

"Barang apasi? Emang kamu punya barang penting? "tanya Karina pasalnya lelaki ini selalu membiarkan barangnya berhamburan,entah itu  jam tangan atau laptop

"Ada"

"Bunda cariin Art ya kak? "bujuk Karina

"Iya serah Bunda"pasrahnya

$$$

Adilla gadis itu lagi-lagi ikut terseret dihukum karena ulah Dhani--sahabatnya. Dhani mengajaknya bolos, sudah tau Adilla tidak pandai memanjat masih aja di ajak al hasil mereka berdua sedang simulasi padang mahsyar

"Gara gara elo nih Dhan"tunjuk Adilla

"Kok gue? "tanya Dhani

"Lah emang lo"

"Ck yauda kan kita sama sama dihukum, nikmatin aja biar masa SMA kita ga datar banget"

"Nikmatin gigi lo, panas gini disuruh nikmatin "gerutu Adilla

"Yaelah Dil Dil, nama doang kalem sipat kagak"

"Bacot"

Adilla mengusap keringat yang membasahi dahinya menggunakan punggung tangan yang putih bersih itu. Sudah dipastikan mukanya merah padam karena kepanasan, kakinya juga sudah sangat capek berdiri

AGILDRA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang