Kamu akan tahu apa itu cinta ketika kamu menemukan dirimu didalam ruang matanya.
🍁🍁🍁
Sebuah kata sifat yang mampu menjungkirbalikkan kehidupan.
Beberapa barisan kata-kata yang ia baca pada penggalan novel yang ada diantara tumpukan buku-buku yang berserak. Ia mencoba meresapi makna dari untaian kalimat tersebut. Kata yang hanya tertulis dalam sebuah buku namun mampu membuat hatinya sedikit terusik. Tak terasa hampir separuh dari bab novel tersebut telah ia baca, hingga melupakan tujuannya.
"Idihhh.... Emang masih jaman ya nulis novel percintaan kayak gini? Harusnya tuh, tulis aja cerita superhero kek atau cerita misi penyelamatan di Bulan, daripada cinta-cintaan kayak gini. Alay banget siapa juga yang mau baca." Hardik Soreen setelah membaca beberapa penggalan dalam novel tersebut, ia merasa apa yang ditulis dalam novel tersebut adalah kebohongan yang mutlak. Mana ada jatuh cinta segampang itu, menurutnya.
"Kalau emang jatuh cinta itu mudah, yakali selama 17 tahun gue bernafas kagak ada yang mau sama gue, yang nulis novel ini lagi mabok kecubung kali ya jadi haluannya indah banget."
"Iya.....
Sahut seseorang dari ujung lorong.
"Kamu yang mabuk kecubung, tadi saya suruh kamu buat apa?"
Merasa ada yang menyahuti ucapannya membuat Soreen lantas menoleh pada sumber suara itu. Tatapan Soreen jatuh pada lelaki yang berjalan kearahnya dengan tegap, air mukanya tanpa ekspresi sedikitpun. Soreen sedikit terkejut ketika badan tegap itu sudah berdiri dihadapannya.
"Kenapa malah baca novel?"
"Eh itu A-anu. Ya kan tadi saya lagi beresin nih, terus ehhh gak sengaja nemu novel ini, dan karena saya tau kalau membaca adalah jendela dunia, dan karena saya juga pengen tau dunia yang lain gimana, jadi gak salah dong kalau saya baca pak....hehee." Dengan gestur berpura-pura merapikan sedikit buku-buku yang daritadi tak beranjak dari tumpukan yang berserakan. Jujur sekarang ia sedikit panik, takut pak Abi akan menambah hukuman untuknya.
Lelaki itu menggelengkan kepalanya, menghela nafas panjang, sedikit pusing menghadapi Soreen.
"Sekarang kamu beresin semuanya, saya awasin kamu dari sini!" Lelaki itu menyeret kursi yang tak jauh dari tempatnya, ia benar-benar hanya duduk santai mengawasi hukuman muridnya itu, tanpa niat akan membantu."
"Iya......
"Enak banget nyuruh mulu kerjaannya. Harusnya sih bantuin beresin juga bukan cuma ngawasin doang." Ucap Soreen dengan pelan namun, masih bisa didengar Abimana.
"Ulangi lagi, kamu tadi ngomong apa!"
"Eng-gak ngomong tuh, dari tadi saya ngobrol sama buku kok, ya kan buku..." Elak Soreen yang seolah sedang berbicara pada buku-buku yang sedari tadi ia pegang. Ia berusaha menetralkan raut wajahnya.
"Kuping saya masih sehat Soreen, jadi saya dengar."
"Ya kalau dengar ngapain nyuruh saya ngulangin." Soreen benar-benar masih saja menjawab ucapan lelaki itu, mulutnya ini sangat amat tidak bisa ia kontrol.
"Soreen Tadjimara Maheswari...."
Lelaki itu perlahan mendekat, menghampiri Soreen yang sibuk dengan menata buku-buku. Lelaki itu membungkukkan tubuhnya, menyejajarkan tingginya dengan Soreen, bersiap memarahi Soreen dari jarak dekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABIMANA (ON GOING)
Novela JuvenilJujur ini lebih seru yaaaa versi tanpa alayyyyy
