Halenzia, Bram, Chiko dan luka

5 0 0
                                        

Haloo ini part khusus 3 sejoli yaw
happy reading all
💘

........................................................................

Sayup-sayup angin memasuki kamar zeira, malam hari jam 10 udara di Bandung kali ini benar-benar sangat dingin, tidak seperti biasanya.

Zeira gadis itu sudah tertidur sejak tadi akibat kelelahan jalan-jalan bersama Zia, Bram dan Chiko.

Zia, Bram dan Chiko ketiga sedang duduk di balkon kamar zeira, sambil menatap ke arah halaman belakang rumah zeira. Ketiganya melamun menikmati malam yang dingin.

"Check, kuy kita cerita-cerita tentang kehidupan kita dulu." Chiko membuka suara untung menghilang keheningan ini, bram mengangguk Zia juga.

"Boleh juga" ucap bram sambil menatap Chiko, zia hanya manggut-manggut saja.

"Oke siapa dulu?" tanya zia

Chiko menunjuk dirinya sendiri, Bram dan zia mengangguk bersamaan, Chiko mengubah posisi duduknya terlebih dahulu sebelum memulai bercerita.

Memang bakal menguras emosi untuk kembali menceritakan masa lalu yang beneran kelam.

"Sakit banget sih bro" ujar chiko sebelum bercerita, bram terkekeh kecil "Kalau sakit ga usah cerita."

"Slow bro gue bakalan cerita kok" lanjutnya.

"Yaudah cepet cerita chiko" balas zia, Chiko mengangguk.

Dia menghela nafas terlebih dahulu

"Dulu tuh gue anak motor gitu,"

"Ngabres?" potong Zia, Chiko mengangguk zia berucap oh saja lalu kembali menyimak cerita chiko.

"Terus, gue juga punya pacar waktu itu dia cantik, sama kaya lo sama zeira juga, tingginya sama kaya zeira postur tubuh dia tuh mirip banget kaya lo zia," ceritanya Bram dan zia menyimak dengan wajah serius.

"Gue sayang banget sama dia, sayang banget gila ga bisa di ungkapkan dengan kata-kata pokoknya,"

"Alay banget lo chiko" potong bram, Chiko tersenyum malu, emang kaya gitu faktanya Chiko jika sudah bucin suka alay. Aku yakin kalian juga sama iya kan?

"kita pacaran lama bro hampir 3 tahun, sial nya pas hari kita anniversary dia bilang kalau dia hamil, anjing di situ gue langsung diem, sumpah demi apapun gue ga pernah tidur bareng sama dia, jangankan tidur anjing megang-megang dia aja gue ga pernah, kecuali kalau pelukan."

"Serius hamil?"

"Wah anak siapa tuh?"

Tanya bram dan zia bersama kompak mulu mereka tuh lucu, Chiko mengangkat bahunya tak tahu

"Gue tanya baik-baik sama dia, dia hamil anak siapa. Dia ga jawab malah nangis, gue makin bingung itu anak siapa,"

"Gue bilang kan kalau kita ga pernah tidur bareng terus dia bisa hamil anak siapa? ko tiba-tiba masa pelukan bisa bikin dia hamil? kan ga masuk akal."

"Anak siapa hayo Chiko" goda zia, Chiko menggeleng lesu, dia menghela nafas lagi melanjutkan ceritanya.

"Terus dia jujur, dia hamil anak temen gue bangsat dia hamil anak nya Vito temen gue sendiri anjing, sesek dada gue beneran, pengen rasanya gue bunuh Vito hari itu juga, dia nangis cewe gue nangis pas abis jujur tentang siapa ayah anak nya itu."

"Asli gue kecewa, bisa-bisa nya,"

"Lo ga apa-apa in cewe Lo kan chik?" tanya zia, Chiko menggeleng, "Enggak lah gue ga berani nyakitin dia, apa lagi bikin dia nangis goblok banget gue kalau sampe lakuin itu."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Zeira dan halenziaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang