Sebelum kalian baca cerita ini?
Aku mau kasih tau kalau cerita ini hanya sampai 10 Chapter. Selebihnya akan di pindahkan ke versi PDF.
Dan untuk kalian yang mau baca PDF-nya secara langsung?
Kalian bisa pesan melalui :
- Instagram : gsnctarea_ (Dm Insta)
- Whastapp : 081511477154 (Only Chat)
Pembayaran melalui :
oBCA : 5750675559 an. Khairani Azzahra
Warning! Pdf akan dikirim apabila Bukti Transfer sudah dikirim!
Harga PDF : Rp. 65.000
Halaman PDF : 153 halaman.
***
"Kau yakin tidak ingin kesana?" Tanya seorang pria kepada seorang wanita yang sedang melihat dua orang anak kecil dari kejauhan.
Perempuan itu menghela nafasnya kasar lalu menggelengkan kepala-nya. "Cukup di lihat dari sini aja." Tolak sang wanita akan saran sang pria.
"Tapi mereka anak-mu juga Renjun! Kau berhak menemui dia." Ujar sang pria yang menatap Renjun dengan gemas.
Huang Renjun, seorang wanita yang tengah melihat dua orang anak kecil yang sedang bermain di lapangan sekolah.
"Aku tidak pantas menjadi ibu dari mereka Alin." Ujar Renjun yang menberikan alasan dengan dasar tidak pantas untuk menemui sang anak kecil yang sedang bermain ria.
Lai Guanlin atau yang sering di sapa Alin adalah sahabat-nya Renjun, wanita yang terus menatap anak kedua anak itu.
"Tidak pantas apa-nya? Kau ibu-nya! Kau yang melahirkan-nya! Kau pantas untuk bertemu dengan-nya!" Ujar Guanlin.
"Aku memang ibu-nya, tapi aku juga yang meninggalkan-nya." Balas Renjun.
"Tapi kau punya alasan tersendiri kenapa kau meninggalkan-nya Renjun!" Sentak Guanlin.
"Tidak ada yang nama-nya seorang Ibu yang meninggalkan anak-nya. Apapun itu alasan-nya Lin." Balas Renjun.
Baru saja Guanlin ingin memprotes lagi, Renjun langsung mengintrupsi protes-an Guanlin. "Cha, aku sudah selesai melihat kedua anak-ku. Kedua anak-ku tumbuh dengan baik. Aku bersyukur kepada Jeno yang telah merawat kedua anak-ku dan juga anak-nya." Seru Renjun yang langsung masuk ke dalam mobil milik Guanlin.
Guanlin hanya menghela nafas-nya pasrah, ketika melihat Renjun yang langsung masuk ke dalam mobil milik-nya, setelah puas melihat kedua anak-nya yang tengah bermain di lapangan sekolah-nya.
"Semoga Jeno tau yang sebenar-nya Renjun. Aku tau kau salah karena meninggalkan kedua anak-mu dan juga Jeno yang notaben-nya suami-mu, tapi kau punya alasan penting mengapa kau pergi meninggalkan mereka." Gumam Guanlin sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil, menyusul Renjun, lalu mulai menjalankan mobil-nya pergi meninggalkan area sekolah.
"Kita mau ke mana?" Tanya Guanlin yang sedang fokus menyetir mobil.
"Langsung ke kantor saja." Seru Renjun.
"Kau yakin?" Tanya Guanlin, menoleh untuk menatap Renjun sejenak, lalu memfokus-kan kembali pandangan-nya ke depan.
"Aku tidak akan mati sekarang Guanlin. Jadi kita ke kantor saja." Seru Renjun.
"Yak! Kenapa kau membicarakan kematian sih?!" Rutuk Guanlin kesal.
"Karena semua manusia pasti akan mati. Kenapa kau takut sekali sih?" Sunggut Renjun, yang membalas rutukan Guanlin.
"Kau aneh. Aku tidak suka kau membicarakan itu." Peringat Guanlin.
"Kau yang aneh." Balas Renjun lalu memfokuskan pandangan-nya menuju jalanan kota Seoul.
Sudah lama bagi Renjun untuk tidak melihat jalanan Seoul. Sudah beberapa tahun Renjun tidak melihat atau menginjak-kan kaki di Seoul lagi.
Yup, setelah meninggalkan Jeno dan kedua anak-nya, Renjun pergi dan kembali ke China, kota kelahiran-nya tanpa Jeno ketahui.
Ah tidak, Jeno sempat cari Renjun ke kota kelahiran-nya. Namun Jeno tidak menemukan Renjun yang memang menghindar dari Jeno.
China itu besar dan padat penduduk-nya! Jadi, Jeno tidak mungkin dengan mudah-nya menemukan Renjun.
*ckitt brak* mobil yang Guanlin kendarai, tiba-tiba menabrak kendaraan yang ada di depan.
"Ck! Kau berniat mengirim-ku ke surga lebih cepat?!" Dengus Renjun.
"Bisakah kau diam dan tidak bicara kematian?" Balas Guanlin yang sukses membuat Renjun bungkam dan meringus kesal.
"Temui-lah orang yang kau tabrak, aku akan menunggu di sini." Titah Renjun.
Guanlin langsung keluar dari mobil-nya setelah memaki Renjun, karena dengan enak-nya menyuruh Guanlin.
Ketika Guanlin keluar, pemilik mobil yang di tabrak Guanlin pun keluar dari mobil-nya.
"Lee Jeno?" Gumam Renjun, menatap Jeno yang baru saja keluar dari mobil-nya, dan menghampiri Guanlin.
Yup, mobil yang di tabrak Guanlin adalah mobil milik Jeno, mantan suami Renjun.
Ah tidak, mereka belum sepenuhnya menjadi mantan suami-istri. Baik Renjun ataupun Jeno belum memberikan surat cerai untuk mereka. Renjun yang tiba-tiba pergi tanpa meninggalkan jejak apapun. Meninggalkan kedua anak-nya yang masih kecil bersama dengan Jeno.
"Semakin gagah dan semakin tampan." Gumam Renjun, tak terasa senyum-nya mengembang ketika melihat Jeno yang semakin gagah dan tampan.
"Apakah Jeno vampir? Kenapa dia tidak kelihatan menua sedikit pun?" Sambung Renjun yang memberingus kesal karena Jeno yang tidak menua sedikit pun.
Senyuman Renjun yang mengembang pun tiba-tiba surut, ketika melihat seorang wanita yang keluar dari mobil Jeno.
"Na Jaemin?" Gumam Renjun, menatap Jaemin dengan tatapan bingung.
"Kenapa Jaemin keluar dari mobil Jeno? Apakah mereka sudah menikah? Kenapa aku tidak tau berita tentang pernikahan mereka?" Ujar Renjun yang sedang bingung saat ini.
Renjun sangat bingung dengan kedatangan Jaemin yang tiba-tiba keluar dari mobil Jeno.
Banyak asumsi yang terus bergentayangan di pikiran Renjun. Pasal-nya Renjun selalu mengikuti dan mencari tahu tentang keluarga Jeno. Dia juga sering menyuruh anak buah-nya untuk memberikan kabar mengenai tumbuh kembang anak-nya dan juga mengenai Jeno.
"Apakah anak buah-ku ketinggalan informasi, sehingga tidak ada berita mengenai Jeno dan Jaemin?" Sambung Renjun.
Renjun terus melihat Jeno dan Jaemin yang sedang berbicara sesuatu kepada Guanlin.
Sampai akhirnya obrolan di antara mereka selesai dan Guanlin kembali ke dalam mobil.
"Aku kira dunia ini luas. Ternyata dunia ini sempit ya." Ujar Guanlin ketika dia masuk dan duduk di dalam mobil.
"Kau bicara apa saja dengan Jeno?" Tanya Renjun penasaran.
"Masih mencintai-nya eoh?" Ledek Guanlin yang di balas dengusan kasar oleh Renjun.
"Kau pikir melupakan seseorang itu gampang?" Desis Renjun.
"Kalau masih mencintai dan menyukai-nya, kenapa tidak kembali dan menjelaskan semua-nya?" Ujar Guanlin.
Renjun mendecak kesal ketika mendengar pertanyaan yang sama, yang terus keluar dari mulut Guanlin. "Harus berapa kali aku harus memberikan-mu jawaban yang sama?" Balas Renjun.
"Sampai kau kembali dengan-nya." Balas Guanlin asal.
"Seperti-nya tidak mungkin. Jeno sudah bahagia bersama Jaemin. Dan lagipula umur-ku sudah tidak akan lama lagi." Ujar Renjun yang langsung mendapatkan toyoran kepala dari Guanlin.
"Sekali kau berbicara seperti itu? Aku akan memberitahu semua-nya kepada Jeno!" Ancam Guanlin.
"Aku akan membunuh-mu sebelum kau mengatakan itu." Ancam balik Renjun.
Guanlin mendecak kesal. Ia tidak pernah menang melawan Renjun. Atau lebih tepat-nya dia mengalah kepada Renjun?
"Ck! Terserah kau!" Geram Guanlin yang langsung menjalankan mobilnya pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD MOTHER - NOREN
FanfictionCERITA INI KHUSUS NOREN (JENO X RENJUN) SHIPPER! APABILA KALIAN TIDAK SUKA DENGAN SHIPPER YANG BERSANGKUTAN? DIMOHON UNTUK TIDAK BERKOMENTAR NEGATIF DI KOLOM KOMENTAR! ATAUPUN DI KEHIDUPAN PRIBADI LEE JENO DAN HUANG RENJUN!
