[09] - The War Begins

2.5K 341 206
                                        

Keesokan paginya, ketika jam menunjukkan pukul 07:56 pagi, seluruh anggota dari kedua tim hadir tepat di luar kota buatan yang disebut Ground Beta. Eraserhead dan Vlad King berdiri di depan mereka, menggunakan 4 menit yang tersisa untuk membimbing mereka sebelum perang dimulai.

Mereka diberi komunikator serta akses ke beberapa perangkat yang ada di dalam kota buatan. Mereka diberi perangkat khusus yang harus mereka kenakan di kostum pahlawan mereka dan juga diberi barang-barang lain yang diperlukan. Robot sipil juga disiapkan dan tersebar ke berbagai lokasi di kota buatan. Kedua tim diberikan titik awal yang berbeda. Mereka sudah harus berada di titik awal tersebut sekitar dua menit sebelum ujian dimulai.

Di ruang pengawas, semua guru telah hadir bersama kepala sekolah. Present Mic akan berperan sebagai penyiar sekaligus komentator ketika ujian dilaksanakan. Siapa yang telah memberinya posisi tersebut? Tentu saja Present Mic sendiri.

Dan saat jarum jam menunjukkan pukul delapan...

"PERANG TELAH DIMULAI, EVERYBODY!" Present Mic berteriak—tanpa harus menggunakan mikrofon—saat ujian telah dimulai.

***

Seluruh anggota Tim Hero berada di markas mereka—yang merupakan titik awal mereka—ketika komputer—yang terhubung ke Tim Villain—mulai berbunyi biiip.

Semua orang—kecuali beberapa—mempersiapkan diri untuk melihat apa yang para penjahat berikan untuk mereka. Kirishima adalah orang pertama yang bergerak saat dia meng-klik pesan yang masuk. Ternyata itu adalah voice call, atau mungkin voice message? Dan voice message itu dimulai dengan layar yang tidak menunjukkan apa-apa selain kegelapan.

"Selamat pagi, rekan-rekanku..." Suara Midoriya terdengar melalui speaker yang terhubung ke komputer. Tapi aneh nya suaranya terdengar lebih... lebih beracun. Beberapa dari mereka bahkan berpikir apakah itu benar-benar suara nya Midoriya?

"Kuharap kalian semua baik-baik saja di hari yang cerah ini. Jika tidak... Semoga Tuhan mengasihani jiwa kalian, karena setelah Tim Villain mulai bergerak sesuai rencana, dialah satu-satunya yang akan menjadi penyelamat kalian. Jadi, mulailah berdoa untuk diri kalian sendiri, eh?" Lanjut Midoriya dengan nada mengejek diakhir kalimat.

"Grr... Lakukan apapun yang kau rencanakan, kutu buku sialan! Aku tidak peduli! Aku bisa dengan mudah mengalahkanmu dan anggota tim mu yang bodoh!" Bakugou membentak bocah brokoli tersebut.

Pemimpin Villain berambut hijau itu tertawa mendengar bentakan nya.

"Ah... Kacchan. Coba saja kalau kau bisa, aku ingin sekali melihat nya. Jadi, karena tidak ada lagi yang perlu ku katakan, aku akan menunggu kejatuhan besar para pahlawan dimulai." Kata Midoriya dan layar langsung berubah menjadi statis.

"Jadi... Seperti nya dia telah berlatih dengan keras?" Canda Sero untuk memecah kesunyian.

"Diam dan segera amankan target yang pertama!" Bakugou berteriak padanya.

"Bung, tenang lah! Oke, sekarang, semua orang yang telah dipilih untuk mengamankan target yang pertama segera pergi ke posisi masing-masing, mengerti?!" Kirishima berseru dan semua orang langsung pergi ke posisi mereka masing-masing. Orang bodoh pun pasti akan langsung tahu bahwa si rambut merah memiliki posisi sebagai wakil pemimpin.

***

Kelompok Tim Hero yang akan mengamankan target yang pertama terdiri dari Iida, Hagakure, Sero, Shishida, Tsunotori dan Tetsutetsu. Keenam orang ini juga akan terus-menerus menghubungi markas untuk memberikan informasi terbaru.

Rupanya, target yang akan mereka lindungi adalah sebuah toko perhiasan. Mereka tahu bahwa di dalam toko tersebut, ada sebuah target di suatu brankas, jadi mereka harus menaklukkan para penjahat yang akan meng-klaim target tersebut. Ketika mereka sampai di lokasi, mereka segera mengambil posisi, baik di dalam maupun di luar toko. Seperti yang dikatakan oleh kepala sekolah, banyak robot sipil yang juga hadir di toko itu. Sekarang yang harus mereka lakukan adalah menunggu.

UA's Civil WarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang