Tears

430 59 9
                                        

Happy reading

Voment

Sorry for typo

ILY
From To The Moon And Back

Awan mendung menghiasi langit di pagi hari. Sebuah gedung di pinggiran hiruk-pikuk ibu kota terasa begitu ramai. Banyak mobil terparkir di depan sebuah gedung rumah duka.

Banyak para pelayat berpakaian hitam memakai setelan jasnya berdatangan untuk sekedar berbela sungkawa.

Raut-raut wajah sedih menghiasi sanak keluarga yang sedang berduka. Sebuah altar dengan hiasan bunga dan foto terpajang apik di depan sana dan para pelayat yang bergantian masuk sekedar memberikan doa dan penghormatan terakhirnya.

Seorang pemuda hanya duduk menekuk lututnya di lantai yang dingin dengan setelan jas hitam miliknya. Manik sekelam malamnya menyiratkan rasa kesedihan dan kehilangan yang amat sangat mendalam.

Ia hanya duduk di pojokan dengan lamunannya sendiri tanpa ada satupun yang memperdulikannya.

Seorang wanita paruh baya menangis di dekat altar ditemani seorang pemuda yang mencoba memberikan kata-kata penenang untuknya.

"Hiks.. kenapa ayah pergi secepat ini hiks.. maafkan Sena ayah hiks..hiks"

"Ibu jangan menangis terus, jika ibu seperti ini kakek akan sangat sedih mendengarnya" bujuk sang anak yang masih setia duduk disamping sang ibu.

Kim Seokjin berdiri di depan pintu masuk menuju gedung rumah duka. Sepertinya hari ini ada beberapa keluarga yang sedang melakukan upacara pemakaman pikirnya. Karena beberapa ruangan cukup ramai dengan banyak orang dan beberapa karangan bunga.

Seokjin berjalan masuk dengan perasaan sedih yang teramat dan rasa bersalahnya. Ketika dirinya sampai di depan ruangan dengan banyak karangan bunga dan beberapa orang masuk ke dalam, ia melangkah dengan sedikit ragu.

Manik coklat madunya menatap langsung pada figura foto di depan altar sana. Ada perasaan sesak dan begitu bersalah di dalam hatinya.

Dengan mata berkaca-kaca Seokjin melangkah masuk. Ia berjalan menuju depan altar dan tak lupa memberikan penghormatan terakhirnya untuk orang yang ia kenal baru-baru ini. Sosok yang sangat berarti bagi seorang pemuda yang amat ia cintai itu.

Seokjin menunduk bersimpuh di lantai sambil bergumam kata maaf berulang-ulang.

"Maafkan aku hiks.. maafkan aku kek maafkan Seokjin hiks.." lirihnya dengan suara yang pelan

Seorang pemuda yang sedang menenangkan ibunya menoleh ke samping dan ia melihat gadis yang ia kenal sedang bersimpuh dengan terus menangis seolah ia begitu sangat kehilangan.

Wanita paruh baya yang ada di samping pemuda tersebut ikut menoleh saat mendengar gadis yang sedang memberikan penghormatan terakhir itu terus saja menangis dan meminta maaf.

"Taehyung siapa gadis itu?" Tanya sang ibu dan yang ditanya hanya diam memandang dalam diam.

Seorang pria paruh baya datang menghampiri ia memandang kearah Seokjin yang baru saja selesai berdoa dan memberikan penghormatan terakhirnya untuk mendiang kakek Sehun.

"Bukankah dia pegawai yang waktu itu di ruanganku" gumam pria paruh baya tersebut membuat sang istri menoleh kearah suaminya.

ILY From To The Moon And Back (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang