Ryu seorang siswa SMA biasa tidak ada yang spesial darinya dia hidup sederhana dengan keluarganya namun bahagia, hidupnya selalu penuh kebahagian walaupun penuh dengan rintangan.
Ketika dia berusia 18 tahun dan ingin merayakan ulang tahunnya, sebuah...
Setelah perjamuan Walpurgis atau lebih tepatnya Octagram kami disambut hangat oleh penduduk pada malam harinya makan malam dihiasi suasana yang meriah semua orang bersenang senang tanpa ada rasa kekhwatiran ataupun takut
Kota Tempest adalah kota yang sangat cocok sebagai hari libur andai kata kota ini ada diduniaku dulu mungkin aku akan sangat betah tinggal disana
Karena hari sudah sangat malam orang orang mulai pergi tidur termasuk aku,ketika berada didalam kamar aku langsung berbaring dan tertidur lelap
... ...... ...........
"Ugh ada dimana ini ?"
Entah kenapa tubuhku rasanya sakit dan seharusnya aku ada dikamar penginapan tapi kenapa aku bisa ada diatas bukit ini
Aku sedikit familiar dengan bukit ini,kalau tidak salah bukit ini sering menjadi tempat istirahat untuk Rimuru
Aku melihat pemandangan kota Tempest dari atas sini angin berhembusan menempa diriku ditambah suasana tenang membuat aku merasa nyaman
Tapi seketika awan langsung berubah menjadi merah kemudian awan yang merah memunculkan retakan dimensi dan ketika retakan itu pecah muncul sebuah monster
Monster itu berbentuk seperti ular dengan kepala naga,aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena aura hitam pekat menyelimuti dirinya
Monster mengeluarkan api dari mulutnya dan menyamburkan nafas apinya kekota Tempest seketika kota Tempest hancur menjadi puing puing tak bersisa
Pemandangan yang indah langsung berubah menjadi lautan api aku yang melihat itu sangat ketakutan bahkan sampai tak bisa bergerak
Tubuhku bergetar seperti diguncang oleh gempa bumi aku berkeringat sangat banyak bahkan nafasku terengah-engah
Tapi satu kata yang menggambarkan situasiku saat ini yaitu 'Ketakutan' entah mengapa rasa takut ini membuatku kehilangan kendali atas tubuhku
Monster itu terus menyemburkan nafas apinya keberbagai tempat semuanya telah termakan api monster itu menatapku dari retakan yang ada dilangit
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Author Note : Anggap Aja Gambar Diatas Adalah Monster Itu,Sourche Dari Google/Pinterest
Tubuhnya yang diselimuti aura hitam pekat dengan mata merahnya membuatku semakin ketakutan
"...a...k-"
Bahkan untuk berbicara saja aku sudah tidak bisa apalagi untuk bergerak. Tubuhku rasanya seperti dibelunggu banyak rantai sangat berat
Lalu dari arah yang berhadapan dengan mosnter tersebut muncul seseorang
Tubuhnya dibalut dengan cahaya yang terang seakan menyinari tempat ini monster itu menatapnya lalu menembakkan bola api dari mulutnya
Sedangkan pria itu memegang belati lalu dia seperti menyalurkan suatu energi dan belati yang ditangannya berubah menjadi tombak emas
Pria itu langsung menuju monster tersebut sembari menghindari seranganya dengan gaya zigzag