Sebongkah diriku dimasa lalu

328 25 2
                                        

Sebuah ladang bunga terdapat seorang anak kecil yang memiliki rambut hitam pendek dengan iris mata coklat dan pupil hitam mengenakan pakaian kasual yaitu baju merah berlengan pendek tanpa kerah dan celana hitam pendek.

Anak tersebut berlarian kesana sini dengan bahagia kemudian dia terjatuh lalu 2 orang mendekatinya yang terdiri dari 1 pria dan wanita.

"Azure, kau tidak apa apa kan ?" Tanya sang pria kemudian anak tersebut menatap mereka berdua sambil tersenyum manis.

"Aku baik baik saja kok otousan, ookasan"

"Seharusnya kau lebih berhati hati lagi Azure" kata sang wanita yang memiliki perawakan gadis SMA dengan rambut hitam pendek, memiliki iris mata coklat dengan pupil hitam dan dada yang cukup besar dengan mengenakan pakaian dress putih panjang.

"Um"

Anak itu mengangguk iya kemudian melanjutkan bermain mainnya, sementara ayah dan ibumu hanya menatapnya dengan senang.

Lalu wanita itu memegang tangan sang pria sambil tersenyum hangat, dia menatap pria itu dengan air mata yang sedikit keluar dan ekspresi bahagia.

"Anak kita sudah tumbuh menjadi lebih baikkan, Asuka-kun" kata sang wanita dan pria yang bernama Asuka hanya dapat tersenyim tipis dan menyela air matanya.

"Ya, karena itu kita harus membuatnya semakin baik dengan kasih sayang orang tua" balas Asuka

"Baik" wanita itu mengangguk dan mereka berdua berpelukkan.

.
.
.
.
.

Disebuah luar angkasa terlihat Asuka dan Azure yang sudah besar, mereka berdua berpelukkan dengan kondisi Azure yang sudah terluka parah seluruh tubuhnya mengalami retakan akibat kerusakan jiwanya.

"Ayah....aku....minta maaf karena harus...pergi" (Azure)

"Jangan katakan itu !, kau pasti bisa bertahan ingat kau pernah berjanji pada ibumu untuk tetap hidupkan Azure !"

Asuka memeluk tubuh Azure yang sudah mulai hancur seperti kaca secara perlahan, Azure terlihat sudah mengeluarkan air mata dan dia mulai menangis dipelukan sang ayah.

"Nampaknya janji itu tidak bisa kupenuhi maafkan aku" (Azure)

"Kau tidak perlu meminta maaf, seharusnya akulah yang meminta maaf karena tidak bisa melindungi semua orang"

Asuka mulai menitikkan air matanya dengan harapan putranya Azure tetap bertahan dari peleburan tubuh.

"Ayah....jangan menyerah...aku dan ibu..kami semuanya akan.....selalu bersamamu, jangan biarkan pengorbananku sia sia ayah" (Azure)

Asuka semakin tidak bisa membendung air matanya, Asuka semakin erat memeluk Azure yang sudah hampir sepenuhnya hilang.

"Maafkan aku....ibu...aku akan menyusulmu"

Tubuh Azure perlahan menghilang sebelum dia sepenuhnya menghilang Azure memeluk Asuka dengan sekuat tenaga dan berkata.

"Ayah...entah itu kehidupan selanjutnya atau akhir...aku akan selalu...menyayangimu bersama ibu...aku tidak akan pernah melupakan kalian" (Azure)

My New Journey As Shadow Monarch AshbornCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang