Part 3 : Rumah

17 2 0
                                        

Now playing : Runtuh-Feby and fiersa

'Aku akan terus mencintaimu sampai si buta bisa melihat si lumpuh yang berjalan mendekati si bisu yang berbicara tentang si tuli yang dapat mendengar'

****

Mobil Kalyna melaju di jalanan kota Jakarta yang terbilang cukup ramai. Mobil Kalyna berhenti di sebuah lapangan kecil yang memilikki rumah pohon di dalam nya. Kalyna turun dari mobil dan begitu juga dengan Devin.

"Yuk,kita naik kesana!" Kalyna mengulurkan tangan nya dan Devin pun menerima uluran tangan Kalyna. Kalyna masuk kedalam rumah pohon itu. Rumah pohon itu terbentuk dari bahan kayu,cukup besar namun tidak sebesar rumah pada umumnya.

"Ini rumah pohon Lyna?" Tanya Devin yang kini duduk bersama Kalyna diatas rumah pohon tersebut. Kalyna tersenyum melihat Devin sembari mengangguk.

"Tepat nya rumah pohon ini milik Aku dan kaka aku." Ujar Kalyna sembari tersenyum kecil.

"Kakak? Kamu punya kakak?" Tanya Devin dengan alis yang bertaut. Kalyna mengangguk sembari fokus melihat pemandangan dari atas sana.

"Tapi dia udah nggak sama aku lagi sekarang. Mama nya ngambil dia,dan dia tinggal sama mama nya sekarang.

"Maksudnya?" Dahi Devin mengernyit bingung.

"Dulu,ayah Lyna menikah sama mamah nya Aldo,kakak Lyna. Dan kak Aldo itu lahir dengan special dan tumbuh berbeda. Kak Aldo punya keterbelakangan mental,dan itu yang buat dia special. Dan karena suatu alasan,papah Lyna sama mama nya Aldo bercerai. Hak asuh kak Aldo jatuh ditangan papah. Papah Lyna bawa Ka Aldo untuk melakukan pengobatan ke psikiater,dan dari situ mama Lyna ketemu papah. Dan lahirlah aku,aku tumbuh bersama kak Aldo. Aku sama kak Aldo cuma berbeda 3 tahun. Kak Aldo nggak pernah punya teman,dia selalu dicaci,di bully,bahkan sampai terluka karena jahat nya mereka diluar sana. Aku selalu ngelindungin Kak Aldo dari jahat nya orang-orang diluar sana. Aku tahu gimana perasaan Kak Aldo waktu itu. Dan satu tahun yang lalu aku kehilangan orang-orang yang aku sayang. Kak Aldo dibawa sama mama nya dan aku kehilangan orang yang selama 4 tahun jadi sandaran aku,jadi tempat buat aku ngeluhin semua nya saat aku capek." Air mata Kalyna sudah mengalir deras di pipi nya. Kalyna langsung bersandar pada pundak Devin. Devin memeluk Kalyna dari samping dan menepuk pundak nya.

"Dulu,aku tinggal sama keluarga yang lengkap. Devin punya kakak laki-laki,dan adik perempuan. Kita sering diajak liburan sama mama papa,sampai pada suatu hari keluarga aku ngalamin kecelakaan yang buat Kakak,dan adik aku meninggal. Dan itu buat aku trauma, semenjak saat itu aku jadi nggak bisa ngontrol diri aku. Dan sejak saat itu juga aku sering ngerasa sendirian,mama papa jarang pulang. Dan setiap mereka pulang mereka selalu berantem,jadi aku selalu terbayang kejadian saat kecelakaan itu terjadi,saat mama papa aku berantem. Itu yang buat aku jadi nggak bisa mengontrol diri." Devin memejamkan matanya dan menarik nafas panjang setelah berani memutar masa lalu nya untuk bercerita pada Kalyna. Kalyna melihat sisi Devin yang berbeda saat ini,Devin jauh lebih tenang. Devin menoleh dan mendapati Kalyna yang sedang menatap nya sembari tersenyum.

"Kenapa? Aku beda ya?" Tanya Devin dengan wajah tenang. "Aku juga nggak tahu kenapa aku berubah-ubah kaya gini." Kalyna tersenyum mendengar nya.

"Mau gimana juga Devin tetep keren kok,Lyna suka." Jawab Kalyna yang membuat Devin terkekeh.

****

Laki-laki berperawakan tinggi dengan wajah blasteran German baru saja datang di bandara. Kedatangan nya disambut oleh lelaki berseragam yang bertubuh tegap.

Our Different WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang