"Gapapa, setiap manusia punya titik lemah nya masing-masing. Mereka punya luka nya masing-masing. Yang penting kita enggak terus-terusan fokus ke titik itu, kita harus tetap melangkah kan?"
Now Playing : Diri- Tulus
***
Flashback on
Kalyna menahan sesak di dadanya saat Dewi semakin dekat dan mendesak tubuhnya dengan dinding.
"Kemana aja kamu baru pulang jam segini? emang sama nya kamu sama mama kamu!" Dewi menampar pipi kanan Kalyna, perih yang Kalyna rasakan hanya ia pendam. Ia memendam rasa perih di pipi nya sembari menahan air mata yang sudah menggenang di mata nya.
"Mau nangis? begini aja kamu sudah mau nangis? jangan lemah! Ini belum apa-apa dibanding luka saya!" Tangan Dewi bersiap melayangkan tamparan keras lagi di pipi Kalyna namun tangan nya di tahan oleh Aldo.
"Ja—ja jangan sakitin Kalyna. K-kita adik kakak. Kakak harus j-jaga adik. Kalyna a—adik kakak. Kakak harus jaga, ja-jangan sakitin adik kaka." Aldo mendorong Dewi hingga Dewi terjatuh.
"Pe-perempuan jahat, dia seperti penyihir ya adik?" Lanjut Aldo yang kini tangan gemetar nya mencoba menggenggam Kalyna. Kalyna tidak bisa menahan tangis nya ia menangis lalu memeluk Aldo.
"Aldo! Ini mama kamu, dia bukan adik kamu!" Dewi menarik tubuh Aldo dari pelukan Kalyna. Dewi mencengkram kedua lengan Aldo dengan keras. Cengkraman itu membuat Aldo meringis kesakitan.
"Dia bukan adik kamu!" Dewi membentak Aldo membuat Aldo memberontak.
Aldo memberontak sembari teriak tidak karuan, Dewi yang mendengar nya frustasi langsung memukul bahu dan punggung Aldo. Namun Aldo justru malah mendorong Dewi dengan kasar dan terus mengacau. Dewi pun langsung keluar dari ruangan lalu membanting pintu nya dengan kasar.
Kalyna yang menyadari itu langsung mendekati Aldo.
"Kak lihat Lyna bawa apa? Lyna punya kue ulang tahun loh." Kalyna mengangkat tangan nya seolah olah sedang membawa kue ulang tahun.
"Lihat disini ada tiga lilin. Kaka tiup ya?" Ujar Kalyna dengan ceria, membuat perhatian Aldo teralihkan ia menghembuskan nafas layaknya meniup lilin ulang tahun.
"Yeeey!! lilin nya udah matii, nanti kita makan kue nya ya?" Kalyna bertepuk tangan sembari tertawa air matanya menetes di pipi namun ia langsung menyeka nya.
"Ga-gaboleh sakitin adik, Kalyna adik kakak. Kakak harus jaga adik. Adik kakak Kalyna." Aldo terus meracau sembari memainkan kuku nya.
"A-aldo, K-kalyna adik kakak." Aldo tertawa sembari bertepuk tangan, Kalyna yang melihat nya tersenyum lalu memeluk Aldo. Ia menangis saat memeluk Aldo.
"Iya Aldo kakak nya Lyna, kakak Lyna yang paling hebat."
Flashback off
****
Setelah masuk ke dalam mobil, kecanggungan terjadi. Semua diam tak ada yang berniat membuka suara. Devin yang duduk di bangku tengah sendirian hanya memandang Gara dan Kalyna bergantian.
Gara yang menyadari kecanggungan tersebut akhirnya memutuskan untuk membuka suara.
"Ini ke arah mana Vin?" tanya Gara sembari fokus menyetir dan memperhatikan jalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Different World
Novela JuvenilMengisahkan tentang seorang perempuan bernama Kalyna Humeera yang memiliki pandangan berbeda terhadap dunia. Hidup berdampingan dengan seseorang yang memiliki keterbelakangan mental membuat Kalyna terbiasa memiliki perasaan untuk selalu melindungi o...
