"Kamu selalu jadi tokoh terbaik, setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, bersama kamu itu waktu paling membahagiakan."
Now Playing : Takkan Terganti - Marcell
****
Setelah menunggu Devin dibawa ke rumah sakit Gara masih menunggu Kalyna di dalam UKS. Gara ingin memastikan bahwa Kalyna sudah baik-baik saja. Ia tidak ingin bertanya pada Kalyna soal kejadian yang membuat Kalyna dan Devin seperti tadi. Ia tahu bertanya soal itu akan membuat Kalyna mengingat kejadian itu kembali.
"Do you feel better?" tanya Gara sembari menatap dalam wajah Kalyna. Ia takut Kalyna mengalami kejadian yang sama seperti dua tahun lalu.
"I'm okay Gar, aku enggak papa." Kalyna tersenyum pada Gara membuat Gara merasa lebih tenang.
"Jaga diri baik-baik Lynn, i told you. Hindarin hal-hal yang buat kamu keinget lagi. Aku enggak bisa lihat kamu kayak tadi." Gara menggenggam tangan Kalyna dan mengusap lembut punggung tangan nya.
"Kamu boleh lindungin dia, tapi bukan berarti kamu bisa bawa bahaya itu ke diri kamu."
"Kamu cegah dia dari penderitaan, bukan berarti kamu harus ngerasain penderitaan itu juga." ucap Gara lembut lalu ia memeluk Kalyna dan mengelus lembut rambut Kalyna. Kalyna membalas pelukan Gara lalu menepuk-nepuk punggung Gara.
"Ngelihat kamu kaya tadi buat aku nyadar, gimana kamu ngelewatin masa itu tanpa aku. Aku jadi makin ngerasa bersalah udah ninggalin kamu Lynn." Suara Gara melemah suaranya terdengar lebih serak.
"No, Gar. Kamu selalu jadi tokoh terbaik, setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, bersama kamu itu waktu paling membahagiakan." Jawab Kalyna dengan lembut sembari membiarkan Gara mengeluh dalam pelukan nya.
"Kalau waktu itu aku enggak pergi, aku udah enggak akan bisa ada disini Lynn." Air mata Gara jatuh membasahi pipi nya namun ia langsung menyeka nya. Kalyna yang menyadari kejanggalan dari kalimat yang Gara ucapkan langsung melepas pelukan nya.
"Maksudnya Gar? Kenapa enggak akan bisa disini lagi?" Kalyna menautkan kedua alisnya, ia memang belum benar-benar tau penyebab Gara menghilang secara tiba-tiba saat itu.
"Aku emang belum pernah tahu, alasan sebenarnya kamu hilang gitu aja loh, Gar." Lanjut Kalyna namun Gara justru mengalihkan pandangan nya. Ia sadar ia sudah salah bicara.
"Family problem." Gara tersenyum tipis pada Kalyna. Kalyna mengangguk walau ia tahu itu bukan alasan sebenarnya. Ia tahu Gara menutupi sesuatu darinya.
"Yang perlu kamu tahu adalah aku menghilang waktu itu untuk kamu, aku pengin selalu meluk kamu disaat kamu lagi di titik terlemah kamu, aku pengin selalu jadi sandaran kamu saat kamu lagi capek, aku pengin tetap ada di samping kamu." Ujar Gara lembut lalu ia beranjak dari kursi nya.
"Kamu disini dulu enggak papa kan? i have to go." Gara mengelus pelipis Kalyna.
"It's okay." Kalyna mengangguk sembari tersenyum lalu Gara pergi meninggalkan nya di UKS.
****
Gara kembali ke kelas lalu kembali mengikuti pembelajaran. Ia tidak ingin terlarut dalam topik pembicaraan bersama Kalyna tadi. Ia merasa belum saat nya ia menceritakan semua nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Different World
Teen FictionMengisahkan tentang seorang perempuan bernama Kalyna Humeera yang memiliki pandangan berbeda terhadap dunia. Hidup berdampingan dengan seseorang yang memiliki keterbelakangan mental membuat Kalyna terbiasa memiliki perasaan untuk selalu melindungi o...
