"Satu-satu nya alasan aku bertahan itu, kamu. Aku pengen selalu ada di samping kamu, lindungin kamu, tumbuh sama kamu. Tapi kadang aku lupa, kalau ternyata aku juga bisa terluka."
Now Playing : Untukmu Aku Bertahan-Afgan
****
Pagi ini Kalyna mendapatkan kabar dari Vio bahwa Gara sudah sadar. Sebenarnya Gara belum mengetahui kalau Kalyna sudah tau kondisinya. Hal itu mengharuskan Vio diam-diam memberi kabar pada Kalyna bahwa Gara sudah siuman.
"Bunda, Gara udah siuman. Aku mau masakin nasi goreng buat Gara ya?" Ujar Kalyna dengan girang sembari menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.
"Alhamdulillah kalau Gara udah siuman, semoga dia baik-baik aja ya, Lyna." Diana mengelus lembut rambut putri tunggal nya itu.
"Bunda belum ketemu Gara lagi, nanti setelah dia keluar dari Rumah Sakit, ajak makan malam disini ya, Lyna." Diana membantu Kalyna membuat nasi goreng itu.
Diana tahu Gara benar-benar penting dalam hidup Kalyna. Gara yang membantu Kalyna bangkit saat itu, Gara yang membuat Kalyna tersenyum disaat itu. Karena itu, Diana sudah menganggap Gara seperti anaknya sendiri.
Setelah selesai memasak nasi goreng, Kalyna langsung menaruh nya di kotak makan. Tak lupa Kalyna menaruh note di dalamnya.
Hai my fighter!
cepat sembuh, ya?
ini aku masakin kamu nasi goreng, lumayan susah sih buatnya, ini juga dibantu Bunda.
Janji sama aku untuk sembuh ya, sayang?
i still need you, always need you, Gar.
From ur lovely lady ♡
Begitulah isi note tersebut. Walaupun Kalyna belum tau dengan tepat apa penyakit Gara sebenarnya, namun ia tahu dengan pasti bahwa penyakit yang diidap Gara bukan penyakit biasa.
Untung saja hari ini hari libur, sehingga ia bisa langsung menghampiri Gara di Rumah Sakit.
"Bunda, Lyna berangkat ya?" Kalyna mencium punggung tangan Diana sembari tersenyum lalu ia langsung pergi ke Rumah Sakit menggunakan mobilnya.
****
Sesampai di Rumah Sakit Kalyna langsung menuju ruangan Rawat Inap Gara. Ia diberi tahu Vio dimana Gara dirawat saat ini. Lagi-lagi Vino harus diam-diam memberitahunya.
Di depan Ruang Rawat Gara terdapat tiga laki-laki yang menjaga, sama seperti kemarin.
"Pagi, non." Sapa Vio sembari sedikit membungkukan tubuhnya pada Kalyna.
"Pagi, mas. Gara nya masih tidur ya?" Tanya Kalyna pada Vio. Sembari sedikit mengintip melalui kaca kecil di pintu ruangan itu.
"Enggak non, lagi nonton TV kayaknya." Jawab Vio dengan santai lalu Kalyna tersenyum tipis.
"Makasih ya mas, buat infonya." Kalyna tersenyum.
Kalyna mengetuk pintu ruangan Gara lalu langsung membukanya dan masuk kedalam ruangan tersebut. Gara terbelalak melihat Kalyna datang, ia mengernyitkan dahi nya. Kalyna tersenyum sembari menatap Gara.
Lalu Kalyna duduk di kursi sebelah brankar, sedangkan Gara masih memperhatikan Kalyna heran.
"Lynn? i-ini kamu beneran? atau aku lagi mimpi?" Gara mencubit lengan nya pelan namun tangannya langsung disingkirkan oleh Kalyna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Different World
Teen FictionMengisahkan tentang seorang perempuan bernama Kalyna Humeera yang memiliki pandangan berbeda terhadap dunia. Hidup berdampingan dengan seseorang yang memiliki keterbelakangan mental membuat Kalyna terbiasa memiliki perasaan untuk selalu melindungi o...
