Part 6 : Pengobat Luka

19 2 0
                                        

"Pengobat segala luka itu kamu, kamu yang meluk aku saat itu, kalau engga ada kamu saat itu aku hancur."

Now Playing : Sayap Pelindungmu- The Overtunes

****

Flashback on

2 tahun yang lalu tepat saat Kalyna menduduki bangku kelas 10 Sekolah Menengah Atas Kalyna dikejutkan dengan kehadiran perempuan asing di rumah nya.

"Yah, dia siapa?" Tanya Kalyna bingung saat melihat ada sosok wanita seumuran mama nya ada di dalam rumah.

Ayah Kalyna menghampiri Kalyna sembari mengelus lembut rambut Kalyna. Kalyna menatap perempuan itu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki nya.

"Lyna, ini tante Dewi, mama nya kak Aldo. Dia akan tinggal disini sementara sama kita, engga papa ya nak?" Ujar Ayah nya sembari tersenyum pada Kalyna. Dewi pun tersenyum pada Kalyna lalu menjulurkan tangan nya dengan ramah.

Kalyna pun mencium punggung tangan Dewi dengan canggung. Ia langsung menghampiri ibu nya.

"Lyna, mama nya ka Aldo tinggal sama kita dulu disini, sementara aja. Lagian papah kan mau dinas di luar kota, mama juga bakal bulak-balik praktek, kalau tante Dewi disini kamu sama ka Aldo jadi ada yang nemenin kan?" Diana sebagai ibu kandung Kalyna mencoba menenangkan Kalyna. Kalyna pun mengangguk pelan lalu tersenyum tipis pada Dewi.

"Lyna, bunda ingetin ke kamu untuk selalu baik sama siapapun ya? mama nya ka Aldo itu mama kamu juga, jadi kamu harus perlakuin dia sama kaya kamu memperlakukan bunda, ya sayang?" Ujar Diana lembut sembari mengelus kedua pipi putri nya itu.

"Tante Dewi disini berapa lama, Yah?" Tanya Kalyna pada Ayah nya. Namun pertanyaan itu dijawab oleh Dewi langsung.

"Saya baru dateng, udah ditanya berapa lama disini, ngusir?" Tanya Dewi dengan sinis pada Kalyna.

"Maaf Lyna engga bermaksud gitu, tante." Kalyna menoleh pada bunda nya lalu diberi senyuman tipis oleh bunda nya.

"Yaudah Lyna masuk kamar ya Yah, Bun, Tante." Kalyna langsung pergi meninggalkan ruang tamu dengan raut wajah masam. Ia tidak suka kehadiran Tante Dewi disini, ia sudah tahu kalau tante Dewi punya niat buruk disini.

Keesokan pagi nya ia sengaja keluar dari kamar lebih lama karena ia tahu pagi ini ia akan sarapan hanya bersama Dewi dan Kak Aldo, sedangkan ayah nya sudah berangkat dinas tadi subuh, begitupun bunda nya yang pergi bersamaan.

Mau tidak mau Kalyna harus turun dan keluar dari kamar nya, seperti biasanya. Ia ingat perkataan bunda nya bahwa ia harus tetap berperilaku sama seperti sebelumnya, walaupun bunda nya tahu kehadiran Dewi membuat Kalyna tidak nyaman.

Kalyna menuruni tangga dengan raut ceria nya lalu ia langsung menyapa Aldo yang sudah duduk di meja makan nya.

"Pagi kaka sayangg!! udah sarapan belum?" Kalyna mengecup pipi Kaka nya yang tembam itu. Kaka nya hanya menggeleng. Dewi yang melihat itu langsung mendorong Kalyna untuk menjauhi Aldo.

"Kakak? kamu panggil anak saya kakak? dia bukan kakak kamu! kamu itu anak haram! saya ga sudi kamu menganggap diri kamu adik dari anak saya."

"Ibu kamu itu merenggut semua kebahagiaan saya, semua milik saya, ibu kamu renggut! jadi saya engga akan pernah sudi kalau darah daging nya ini mengaku sebagai adik dari Aldo." Dewi mengatakannya dengan bentakan yang membuat mata Kalyna berkaca-kaca. Kalyna sakit hati saat ia disebut anak haram oleh Dewi.

Our Different WorldCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang