Seungmin sudah kembali ke kerajaan dua Kim. Dia sedang sibuk membersihkan rumah. Tidak seperti biasanya Minho hanya mengamati tanpa bersuara.
" Ngapa lu? Salah makan?" Seungmin merasa aneh dengan prilaku Minho.
Minho manjat tembok pembatas untuk kerumah sebelah.
" Njir kaga bisa apa pake jalan yang normal aja?!"
" Min....." Suara Minho melemah. Dia menggenggam tangan Seungmin. Changbin dan Felix mengamati dari sebrang ke uwu an yang terjadi.
" Apaan tuh?" Changbin tersyok.
" Ngapain pake pegangan tangan sih, kaya mau nyebrang aja!" Felix sewot.
" Ngapa lu sakit? Apa kesambet?" Seungmin memperhatikan wajah Minho yang penuh beban.
" Gua takut gagal ngejalanin syarat dari bang Wonpil guk, gua takut anak kita nantinya ga bisa liat bapaknya..."
" Kenapa anak kita ga__ NJIR! MAKSUD LU APAAN!! ANAK SIAPA?!" Seungmin yang tadi nya kasihan liat Minho mendadak pengen nampol manja.
" Kan kita udah itu..."
" Dasar kukang mesum! Yang begitu aja lu inget mulu!" Minho memeluk Seungmin dan meletakan kepalanya yang lelah di bahu Seungmin.
" Jangan marah-marah mulu elah... Ini nasib kehalalan kita gimana?"
Seungmin sebenarnya kasihan melihat Minho yang begitu, tapi balas dendam itu hukumnya wajib. Seungmin yang meminta bang Jae supaya ganti nomor dan kasih nomor acak ke tiga mahluk itu.
" Yah masa lu mau nyerah gitu aja? Gua juga ga mau jalan ama kak Changbin, apa lagi di glendotin Felix..." Minho menatap Seungmin.
" Semangat dong kukang gua! Lu pasti bisa!" Seungmin menepuk kedua pipi Minho dan tersenyum manis.
" Guk!"
" Hmm?"
" Ciumm...mumumu..."
Plakk!!
Sendal Seungmin mencium mesra bibir mesum Minho.
" Nyesel gua bae in kukang mesum model lu!" Seungmin masuk rumah dengan kesal.
" Sendalnya aja hot, apa lagi orangnya!" Minho malah cengengesan. Minho kembali mengumpulkan niat dan semangatnya untuk menghalalkan hubungannya.
Sementara itu Changbin dan Felix masih terpaku melihat drama mesra(?) 2min.
" Itu kenapa pake peluk-peluk segala sih?" Changbin refleks meluk Felix.
" Pake pegang-pegang pipi begitu.." Felix menahan pipi Changbin. Mereka bertatapan sesaat, sadar ada yang salah mereka pun auto menjauh dan salting.
" Khmm! Khmm! Haus ya, panas?" Changbin cari cari alasan.
" Iya, haus..." Alasannya di sambut baik oleh Felix.
" Beli es teh di depan komplek yuk!" Ajak Changbin.
" Kok jauh amat?"
" Nyari es nya boleh jauh, yang penting kita makin deket," Kena rayuan maut anak sultan, membuat bule satu itu klepek-klepek.
" Ayuk deh bang..."
" Cakep dah..." Felix dan Changbin pun jalan berdua.
---
Minho yang tadi pagi merasa baikan karena ciuman(?) manis dari Seungmin, sore ini kembali murung. Dia duduk di warung depan komplek sambil minum es teh manis ala minum soju.

KAMU SEDANG MEMBACA
[ BL ] TSUNDERE [ SEASON2]
Fanfiction[ 2MIN AREA ] Bijak sebelum membaca, Book ini mengandung unsur dewasa [21+]. Sekian dan terimagaji. Bahasa indonesia informal #bxb #2min #Jaepil