SPE 3

410 50 2
                                    

Hari minggu yang cerah namun tidak dengan hati Seungmin. Dia terus menatap rumah sebelah yang kini terkesan lebih suram seperti tak berpenghuni.

" Pagi calon makmum abang Abin... Udah lama ga ketemu makin manis aja!" Changbin sudah kembali dari kerajaan.

" Pagi kak." Sapa Seungmin ramah.

" Iya! Iya! Bawel banget lu! Iya gua tau dia lagi hamidun! Iya ini gua pake tenaga roket! BAWEL!" Minho misuh-misuh dengan seseorang di balik telpon. Dia menaiki motor dan pergi tanpa melirik ke rumah sebelah yang berharap padanya.

" Sok sibuk amat tuh orang! Tapi bagus deh, jadi ga ganggu kemesraan kita berdua. Iya ga?" Changbin menoleh pada Seungmin tapi yang di modusin sudah menghilang entah kemana.

Malam tiba, Minho baru saja memarkirkan motornya saat sendal manja Seungmin mendarat di kepalanya.

" NJIR SAKIT!! Ngapa sih lu! Barbar amat!" Minho memegangi kepalanya yang benjol.

" Masih untung bukan pisau yang gua lempar ya!" Seungmin emosi. Minho mendekati tembok rumah tetangganya yang mengajak perang cantik(?).

" Ada masalah hidup apa sih lu! Gua diem aja juga!"

" Lu sibuk apa sampe ga pernah bales chatan gua?! Jangan bilang hp lu nyemplung lagi ke sumur! Lama- lama lu yang gua buang ke sumur!"

" Maaf elah," Jawab Minho singkat.

" Udah gitu doang? Ga ada akhlak lu emang!"

" Lah terus gua mau jawab apa?!"

" Lu belakangan ini sering jalan sama Jisungkan? Maksud lu apa? Terus yang hamil itu siapa? Ngaku lu!" Keributan mereka berdua membuat Jae dan Wonpil menghampiri keduanya.

" Min, apaan sih? Jangan teriak-teriak gitu! Ga enak kalau kedengeran pak RT." Wonpil menarik adiknya masuk kerumah.

" Ho, ikut kerumah sebelah!" Jae mengkode Minho.

Minho duduk pasrah semetara Seungmin menatapnya emosi.

" Ini ada masalah apa lagi sih lu berdua? Baru adem rasanya kuping, udah ribut lagi aja." Keluh Jae.

" No! Ngomong!" Bentak Wonpil.

" Iya gua minta maaf, terutama sama guguk. Tapi gua beneran sibuk bang, ngurusin ini itu..."

" Ngurusin apa lu? Ngurusin Jisung apa yang hamidun?" Seungmin menyela.

" HAMIL?!" Jae dan Wonpil terkejut. Wonpil menimpuk Minho dengan bantal.

" Ini apa maksudnya? Siapa yang hamil? Jangan ampe gua cabut ijin lu buat pacarin adek gua yak!" Wonpil emosi.

" Gini bang ceritanya, gua ga sengaja ketemu dia pas lagi PKL bang, dia lucu bikin gua lupa sesaat sama rasa kangen gua ke Seungmin. Di sono dia yang selalu nemenin gua bang."

" Terus kenapa bisa hamidun gitu sih Noo...." Wonpil nepok jidat.

" Ya, gua ga tau bang." Jawab Minho polos.

" Gimana lu bisa ga tau! Pan dia sama lu?!" Wonpil menatap tajam.

" Ya kan pas bikinnya gua ga tau!"

" Mana mungkin lu ga tau! Jangan pura-pura amnesia lu!" Seungmin memanas.

" Neng beneran, abang ga tau apa-apa. Pas dititipin ke Jungwoo baru ketauan kalau dia hamil." Minho berusaha memegang tangan Seungmin tapi di tepis olehnya.

" Njir! Seenak jidat lu aja main titipin ke orang, emang dia anak kucing?!"

" Emang!" Jawab Minho cepat.

" Yang bener kalau jawab,No!" Wonpil gemas.

" Iya emang dia anak kucing bang. Gua nemu kucing di jalan, terus gua pelihara. Pas mau balik kesini gua titip ke Jungwoo eh dia bilang tuh kucing hamil. Lah bukan salah gua dong."

" Bentar.... Kok gua merasa bego ya, jadi yang dari tadi di bahas itu kucing?" Wonpil kembali memastikan.

" Iya bang! Iya!" Wonpil dan Jae menatap Minho malas.

" Terus kenapa lu ga bales chat gua dan malah jalan sama Jisung? Kalau udah bosen bilang!" Seungmin masih memendam emosi.

" Kalau masalah chat iya gua ngaku salah, maafin gua! Gua ga maksud gitu sayang..." Minho memelas.

" Sayang, sayang, makan tuh sayang!" Seungmin masih ketus.

" Chatan lu ketimbun guk sama spamnya si Jungwoo. Dia ngurusin kucing hamil aja rempong banget!"

" Bohong!"

" Serius..."

" Terus masalah Jisung gimana?"

" Ya karena si Jungwoo ribet mangkanya gua minta tolong Jisung yang jagain tuh kucing sekarang. Untung temen lu itu cuma dikasih makan gratisan aja luluh."

" Jangan marah lagi dong guguk.." Minho berusaha membujuk Seungmin tapi Seungmin masih tidak bisa menerima penjelasan dari Minho. Dia pergi kekamar dan menguncinya rapat.

" Yah, kok masih ngambek sih? Bang bantuin ngomong dong,"

" Urus aja rumah tangga lu sendiri!" Jae dan Wonpil pun pergi keluar buat cari makan.







Kyuji_25

Kyuji_25

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[ BL ] TSUNDERE [ SEASON2]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang