E [ S2 ]

428 47 2
                                    

Minho memutar otak dan berpikir keras untuk dapat rujuk kembali dengan bini tercinta. Seungmin celingukan di depan gerbang sambil memegangi perutnya. Minho yang sudah hatam dengan gerak gerik sang pujaan langsung mengambil kunci motor dan mendekati Seungmin.

" Laper ya?" Seungmin tidak menjawab.

" Jangan diemin gua gitu dong! Gua mending lu maki-maki dah ,dari pada lu diemin begitu! Guk..."

" Apaan sih lu! Gua lagi ga ada tenaga buat ribut! Laper!" Jawaban ketus Seungmin malah membuat Minho senang.

" Nah mangkanya, ayuk buruan naik!"

" Mau kemana?"

" Nyari makan depan komplek aja, kan banyak tuh kang dagang." Seungmin masih ragu.

" Udah buruan, biasanya juga cepet kalau ada gratisan!"Seungmin akhirnya naik ke motor Minho.

" Pegangan dong..."

" Ini udah!" Seungmin memegang kecil kaos Minho.

" Kalau peganganya begitu mah, nanti ada polisi tidur terus lu jatoh gimana?"

" Ya polisinya suruh bangun!" Minho menarik tangan Seungmin dan melingkarkannya di perut hingga membuat jarak antara mereka menipis.

" Nah gini pegangan yang bener tuh hehehe..."

" Modus lu emang!" Seungmin menepuk kencang bahu Minho.

" Pegangan yang kenceng ke abang,"

" Ini udah kenceng! Apa mau gua pegang leher lu aja yang kenceng? Lama banget! Jalan!" Seungmin sudah tak sabar.

" Siap calon bini!"

Minho dan Seungmin akhirnya melipir ke lapak nasi goreng disana dan memesan 2 porsi.

" Makasih bang!" Seungmin yang sudah lapar langsung menyantap nasi goreng yang ada di hadapannya. Minho kembali mengamati wajah manis Seungmin.

" Bang mau saya ambilin sambel? Kali aja butuh!" Minho melirik kang nasi goreng.

" Wadaw! Abang kan kang lontong deket lapangan komplek! Kok jualan nasi goreng?! Lagi cosplay apa gimana nih?" Minho terkejut.

" Iseng aja bang, suka galau gitu kalau ga ada kegiatan!"

" Berfaedah sekali anda! Gua biasanya kalau ga ada kegiatan paling main-main got." Terlihat perbedaannya ya pemirsa.

" Hah, hah! Pedes!" Keluh Seungmin. Dengan sigap Minho memberikan air minum untuk sang neng.

" Mulut doang yang pedes, makan pedes dikit aja heboh!" Minho mengelap keringat Seungmin yang bercucuran.

"Lumayan, tontonan gratis," Kang nasi goreng menikmati ke uwu an mereka.

Seungmin menunggu Minho diatas motor, masih dengan ekspresi kepedasannya. Tak lama Minho datang membawa es krim untuk Seungmin.

" Ah.. akhirnya dingin lidah gua!" Seungmin bernafas lega.

" Guk!"

" Hm!"

" Balikan yuk!"

" Di kata goreng ikan kali! Di bolak balik seenaknya! Ga bisa!"

" Ck! Gua serius! Gua nyesel udah uring-uringan ga jelas sama lu. Lu belum jadian kan ama si Chan?"

" Belum sih.." Seungmin dengan santai menjilati es krimnya.

" Balikan yukk!!" Muka Minho memelas. Seungmin menatap Minho dan berpikir keras.

" Min..." Rengek Minho.

[ BL ] TSUNDERE [ SEASON2]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang