6:: Crush!

154 6 1
                                    

Pagi harinya, mereka sedang berdiskusi tentang benda pertama yang dimimpikan oleh Aldi. Pertanyaannya, apakah itu benar? Jika benar ayo hancurkan! Tapi sebelum itu harus mencarinya terlebih dulu.

"Tapi, kita carinya ke arah mana? Benda itu, bisa ada di mana aja!" Ucap Calya.

"Dalem mimpi gue kita berada di sebuah hutan yang dingin, di situ ada danau yang beku. Di dekat danau itu Iqbaal menghancurkan benda itu" jelas Aldi kepada teman-temannya yang kini masih saja kebingungan.

"Jadi...?" Tanya Aiko kepada seluruh temannya. Mereka semua langsung menatap Aiko yang sedang mengerutkan keningnya.

"Kita cari tempat itu"

--

Mereka sudah berjalan berjam-jam namun sama sekali belum menemukan tempat itu. Sekarang mereka sedang beristirahat di suatu hutan ke lima yang mereka datangi, belum mencari karena kelelahan mereka istirahat sebentar. Iqbaal yang terus memikirkan bagaimana menghancurkan benda itu hanya berbaring menatap daun pepohonan, ia berada sedikit jauh dari tempat teman-temannya berada. Teman-temannya sedang membuat api unggun karena, makin lama perjalanan mereka makin dingin. Itu menandakan bahwa mereka sudah hampir sampai ke tujuan. Iqbaal yang terus berbaring menatap ke atas itu, tersentak saat merasakan ada seseorang yang duduk di sampingnya.

Iqbaal's POV

Gue kaget, gue kira siapa yang duduk di samping gue, ternyata Aiko. Ngapain dia di sini?.

"Aiko, lo kenapa ke sini? Di sini dingin, mending lo ke sana deh sama anak-anak yang lain" ucap gue memperbaiki posisi gue menjadi duduk.

"Gak apa-apa, trus lo di sini kenapa?" Eh, dia nanya balik ke gue.

"Gue cuman mikirin sesuatu"

"Ohya? Apa itu?"

Ternyata Aiko enak juga di ajak ngomong, dia gak pendiam banget seperti di sekolah.

"Mau tau aja lo" ucap gue seraya terkekeh melihatnya, dia cemberut tapi tetap tersenyum, membuat gue serasa ingin menggigit pipinya.

"Ternyata, lo gak seperti yang ada dalam pikiran gue" dia tersenyum ke arah gue, membuatku takbisa mengalihkan pandangan ke arah lain, ada apa dengan gue!!

"Ee, emang dalam pikiran lo, gue gimana?"

"Elo, jahat, sombong, dan ya gitu deh, dingin" ucapnya,

"Dingin?" Tanya gue, gue gak dingin perasaan.

"Eh, enggak di sini dingin, hehe" ucapnya tersenyum malu.

"Yaudah, hangatkan diri lo, kita mau perjalanan lagi" tanpa sadar gue narik lengan dia.

Author's POV

Iqbaal tiba-tiba menarik lengan Aiko, membuat jantung Aiko ingin lompat dari tempatnya. Aiko hanya diam. Hingga sampai di tempat teman-temannya. Aldi dan Calya menatap jahil mereka berdua,

"Ciee, yang lagi berduaan, lagi pacaran yaa kakak?" Tanya Calya pada Iqbaal lalu tertawa di ikuti Aldi.

Iqbaal tampak salah tingkah karena menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum dan mengangkat bahunya.

--

Malam harinya, Aiko dan Calya sudah masuk kedalam tenda mereka, dan Aldi juga. sedangkan Iqbaal masih berada di luar menatap kayu yang di bakar api, sesekali melempar beberapa kerikil ke dalam api yang lumayan besar itu.

Iqbaal mendesah panjang, melihat ke sekelilingnya gelap, meski bulan sedang terlihat menyala terang. Tiba-tiba Iqbaal melihat ke suatu titik, yang mengkilap, kadang terang kadang gelap. Ia melihatnya, mendekati sesuatu di bawah pohon itu. Dekat.. makin dekat dan dapat! Ia mengambil benda itu, di perhatikannya dengan jelas, sebuah kalung berwarna putih perak. Matanya membulat lebar, sesegera ia berlari menuju ke tenda Aldi. Kenapa Iqbaal tidak ke tenda perempuan? Itu pertanyaan yang aneh.-.

Love of AdventureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang