02

2.3K 207 11
                                    


HAPPY READING•

"Kau mau membayar berapa?"
Tanyanya
dia sudah tidak ada harapan lagi,
Yang dibutuhkannya sekarang ialah uang.

Tak peduli jika ia harus menjual tubuhnya agar mendapatkan uang.

*Ini mah pokoknya ga bener-bener jual diri anjir
Nanti kalo jual diri si mbak Nem lu pada bully karna murahan,huuuu*

"Bagaimana jika 800¥?"
balas pria berandalan itu seraya menggoda (name)

Ia pun menjawab "tidak"

Ayolah,itu terlalu sedikit untuk (name) karna yang dibutuhkannya sekarang ialah uang untuk menginap di motel atau penginapan yang cukup layak dan membeli makanan sampai dia bisa bekerja lagi

"Sialan dasar gelandangan! Sudah di tawarkan uang tapi kau sok jual mahal, lihatlah penampilanmu yang kacau! Kalau tidak karna wajahmu yang cantik mana mau aku menawari mu."
Ucap si berandalan yang sudah tidak terima di tolak (name) dan mulai memaki-makinya.

Gendang telinganya terasa akan pecah dengan teriakan berandal disampingmu dengan wajah busuk dan mulut baunya.
Dia lebih baik untuk memutuskan pergi dan tidak memperdulikan sang berandalan yang memaki-maki dirinya dengan sebutan jalang

Namun saat ia akan melangkahkan satu kakinya, tiba-tiba salah satu berandalan itu menarik kerah belakang baju (name) dan sontak membuat sang gadis yang ditariknya kaget

"Hey! Dasar jalang sok jual mahal, bagaimana jika kau kita buat menyesal karna menolak tawaran kita? Ahaha"
Ucap sang pria Dan mulai menyeret (name) ke arah gang sepi

Sang gadis yang ditariknya sudah panik dan berusaha melawan namun badannya seketika lemas karna mendapatkan tinju di perutnya karna memberontak.

(Name) berusaha meminta tolong pada siapapun, sayangnya dia tak bisa membuka mulutnya dan tubuhnya sendiri tak mau menuruti kemauannya dan mulai melemas.

Pandangannya sedikit-sedikit mulai kabur, yang di lihatnya adalah tatapan pria yang bahagia seperti telah mendapatkan tangkapan ikan besar akan dirinya

Matanya mulai menggelap,dia berharap ada yang mau menolongnya,namun dia mulai teringat lagi akan keadaannya sekarang yang tidak ada yang akan menolongnya, dan dia mulai sadar akan konyolnya dirinya karna berharap akan ada seseorang yang menolongnya.
Dia mulai menyesali keputusan untuk tidak mengakhiri hidupnya sebelum menjadi gelandangan.

----------------------------------------
saat sang pria hendak mengikat tangan (name) yang bersandar di dinding dengan lemas,
Terdengar suara serak dan berat menanyakan siapa gadis yang di seret oleh bawahannya.

"Siapa dia?"
Tanya sang pria yang berotot dan muka garangnya

sang pria yang mendengar sang bos bertanya lalu menyeret (name) dan memberikan (name) ke bosnya untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

"Ini hanya mainan baru yang kami temukan bos" jawab sang pria kepada bosnya

"Dia cantik,dan sepertinya kita kehabisan stok untuk mengirim gadis ke club malam mahal itu,aku yakin dia cukup mahal jika di jual"
Guman sang bos dengan memperhatikan tubuh (name) dari atas hingga bawah

"Berikan dia pada sakura
Untuk di bersihkan dan di bawa ke club malam itu."
Perintah sang bos dan di jawab anggukan oleh bawahannya yang berartikan setuju

Sudah dua jam (name) pingsan.

*Tadi harusnya dah bangun,tapi kena bius karna sakura pikir bisa aja (name) kabur*

Yang dilihat saat matanya mulai membuka perlahan-lahan adalah pemandangan wanita-wanita yang berpakaian seksi dengan tubuh indah tengah sibuk mempercantik penampilannya.

Dia mulai bingung dimana dia sekarang namun yang ada di pikirannya sekarang adalah apakah dia telah di xxxx? Karna mengingat dia tadi di seret dan di bawa ke gang gelap oleh salah satu berandalan yang tidak terima ditolaknya dengan mentah-mentah.

Dia pun cepat-cepat meraba-raba tubuhnya dan menyadari bajunya sudah ganti dan rambutnya bertata rapi dengan riasan wajah yang cukup tebal.

Setelah mengecek tubuhnya dia pun menghela nafas lega karna tidak ada bekas apapun di tubuhnya selain Luka gores di kakinya karna di seret.

"Hey kau-"
Terdengar suara wanita di samping (name) mulai masuk ke telinga gadis yang di panggilnya

dan yang dipanggilnya pun mulai menoleh ke arah suara yang memanggilnya

"Hey kauu,apakah kau tuli?"
Tanya gadis yang memanggilnya tadi

(Name) kagum saat menoleh ke arah sampingnya yang terdapat ada wanita cantik dan tubuh yang indah tengah menatap bingung ke (name) karna dia belum menjawab apa yang di tanyakan wanita itu.

wanita yang ditatapnya mulai kesal karna di tatap terus-menerus dan tidak membalas pertanyaan dan mulai menyentil dahi (name) dengan cukup keras, sentilannya cukup untuk membuat (name) sadar dari kekagumannya.

"aku tidak tuli.."
Jawab (name) ke wanita yang menyentil dahinya dengan tertunduk tersipu malu.

"Wah kupikir kau tuli dan bisu karna kau tidak menjawab apa yang ku tanyakan kepadamu,maaf yah"
Balas sang wanita kepadanya.

"Tidak apa-apa.. dan aku ingin bertanya.. aku dimana yah? Dan kenapa pakaian ku sangat pendek? Aku agak tidak nyaman"
Ucap (name) lirih yang masih bisa didengar oleh wanita yang di sampingnya dengan rona wajah menjalar dipipinya.

"Ah kau ada di club malam"
Jawab sang wanita dengan santai dan mulai menghisap rokoknya

"Aku?? Di club malam?? Berarti aku dijual oleh berandalan itu??? Aku masih di bawah umur, apakah boleh bekerja disini??"
Ia pun mengangkat kepalanya dan bertanya sekali lagi kepada wanita yang disampingnya.

"Baiklah,sepertinya jika aku tidak menjelaskan dengan jelas kau akan bertanya lagi"
Jawab sang wanita yang ditanya oleh (name).

"panggil aku sakura,aku adalah seniormu di club malam ini,dan kau tidak akan melayani laki-laki miskin. kau hanya akan melayani laki-laki kaya raya dan bisa saja seorang kriminal juga.
Dan iya,kau memang dijual di club malam ini oleh berandalan itu,apakah kau akan menangis dan merengek ingin pulang?"
Tanya sang wanita disertai kekehan kecil keluar dari bibir indahnya.

"Tidak,aku tidak akan menangis. aku sudah tidak ada tempat untuk pulang dan lebih baik bekerja denganmu sakura-san."
Balas (name) kepada sakura Dengan wajah seriusnya.

Sakura yang mendengar itu pun sedikit kaget dan memperlihatkan seringai kecil,karna kebanyakan yang di bawa ke club malam ini secara paksa Seperti (name) akan menangis dan merengek ingin pulang.

"imut."
Guman sakura sembari menatap (name) seakan ingin memakannya.

"E-eh?"
Bingung (name) dengan rona merah yang menjalar di sekujur pipinya.

Tapi sepertinya (name) berbeda dan membuat sakura cukup puas karena dia tidak akan repot memantau (name) jika (name) ingin kabur seperti gadis lainnya dan hanya membuat sakura pusing dibuatnya.

- TO BE CONTINUED -

ɪᴜᴅɪᴄɪᴜᴍ [ʙᴏɴᴛᴇɴ x ʀᴇᴀᴅᴇʀ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang