Hari ini merupakan hari bebas bagi para murid di hogwarts. Angin di pagi hari begitu dingin. Blair sudah siap dengan pakaian yang nyaman dan sekira nya hangat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Matahari belum muncul, dan hal itu membuat Blair bersemangat untuk pergi jalan jalan atau sarapan terlebih dahulu di dapur.
Pansy?? tentu nya ia masih tidur cantik di asrama nya. Begitupun teman teman nya yang lain.
Ia berjalan santai di setiap lorong sambil bernyanyi kecil. Tepat di ujung jalan ia melihat Draco yang berjalan ke arah nya.
Semakin dekat.....semakin dekat dan akhirnya pemuda itu sampai iuga di hadapan Blair.
"Aku ingin bicara" ucap Draco menarik Blair menuju ke danau hitam. Sedangkan Blair tak berkata atau melawan sedikit pun tindakan Draco.
Mood nya kembali buruk, ya bisa dibilang kalau Blair sangat lah cinta dengan Draco tapi setiap ia melihat Draco dengan Pansy berduaan atau Pansy yang bercerita tentang Draco hal itu membuat diri nya sangat kesal sampai ia sendiri tak tau harus berbuat apa.
Di tengah perjalanan mereka bertemu Pansy yang membawa sebuah amplop yang berisi surat tentunya,matanya terlihat merah dan berair.
•Pansy pov
Kenapa? kenapa Blair menyembunyikan fakta sebesar ini padaku apakah dia tidak menganggap ku sahabat yang baik?
Ahh...tepat sekali saat aku ingin mencari Blair ke danau hitam, ternyata ia sedang berjalan juga ke arah sana, wait Draco?
Entah, aku merasa marah saat Draco menggenggam tangan Blair kuat seperti itu. Tapi aku tak bisa memarahi Blair karena aku sangat menyayangi nya, aku percaya padanya lebih dari siapa pun.
Dan sekarang sebuah rahasia besar terungkap dari surat yang ku dapat dari Cedric pagi ini. Ia meminta ku untuk memberikan nya pada Blair.
»flashback
"hei Pansy" Cedric
"ada apa ced?"
"ini berikan surat ini pada Blair aku tak tau ia ada dimana" Cedric
"baiklah bye" pamit ku pada Cedric dan dibalas dengan angguk kan di kepala nya.
"hmm surat apa ini desain amplop nya sangat antik dan mewah" gumam ku melihat desain amplop nya.
Dan tanpa sadar tangan ku sudah membuka amplop tersebut, dengan rasa penasaran yang tinggi langsung saja ku baca surat nya.