Hujan sudah reda sedari tadi.
Mereka berlima juga sudah memulai hukuman yang diberikan oleh pak togar, guru yang terkenal killer itu.
"29. Tiga puluh"
"Ahh kaki ku keram" ucap bryen yang langsung membaringkan tubuh nya diatas rumput rumput hijau yang basah, diikuti oleh dimas.
sedangkan samuel alesha dan feni terduduk diatas rumput hijau itu.
Alesha selonjorkan kaki nya.
Beberapa menit kemudian fenzo datang menghampiri mereka, dengan membawa sebotol air putih.
"Sha, ini aku belikan kamu minum" fenzo memberikan sebotol air putih itu pada alesha.
"Oh makasih fenzo" alesha meraih nya.
Fenzo tersenyum sembari mengangguk.
"Lo cuman beliin asha doang?" ucapan dimas
"Tau nih, kita ada lima disini" sambung bryen.
"Bener tu, kita kan juga dihukum" kata feni.
"Astaga sory guys aku lupa" fenzo menepuk jidat nya sendiri.
"Giliran alesha aja ingat" ucap dimas.
"Sory, kalo kalian mau beli minum ambil aja dikantin ntar gue yang bayar" ucap fenzo
"Serius?" girang feni
Fenzo mengangguk
"Kalo makan?, gue tadi gak sempet ngabisin makanan gue jadi gue masih laper"
"Pesan aja, nanti aku yang bayar"
"Asikk... Yang gini gini nih kalo cari teman". feni langsung bangkit dari duduk nya dengan senyum girang.
"Makanan aja no1 lo" ledek dimas.
"Biarin yang penting gratis, ayo lo mau ikut gak?"
"Ikut lah" dimas juga ikut bangkit, begitu juga samuel dan bryen.
"Sha lo ikut gak?" tanya samuel.
Alesha menggelengkan kepala nya.
"Diluan aja nanti aku nyusul, kaki aku masih sakit soalnya""Yauda, kita duluan ya, ayo" ucap fani sembari menggandeng KeTiga cowok itu.
Alesha mengangguk.
Fenzo menatap alesha sembari duduk disebelah alesha.
"Kamu kenapa gak ikut ke kantin?" tanya fenzo.
"Kaki ku masih keram jadi agak susah untuk jalan"
"Mana yang sakit?, sini biar aku pijatin"
"Emang kamu bisa?" alesha menatap fenzo
"Bisa lah, aku pernah mijatin oma aku, dan katanya pijatan aku enak"
"Hahah serius?"
"Hmm mau coba?"
"Gak apa apa?"
"Sini mana kaki kamu"
Alesha mengulurkan kaki nya, fenzo mulai mempijatin kaki alesha dengan lembut.
"Gimana enak kan?" ucap fenzo
"Hmm, kaya nya kamu lebih cocok deh jadi tukang pijit"
"Hahahah"
Rintihan hujan tiba tiba jatuh membasahi baju mereka.
"Eh kek nya hujan lagi deh" ucap alesha
"Iya, ayo kita meneduh" fenzo bangkit dari duduk nya, kemudian ia membantu alesha untuk bangkit.
"Sini biar aku bantu" fanzo mempapah alesha untuk berjalan.
Sesampainya mereka di koridor sekolah, hujan turun begitu deras.
Fenzo menatap alesha
"Kaki kamu masih sakit?"Alesha menoleh, lalu mengangguk.
Fenzo berfikir sejenak, lalu ia maju dihadapan alesha dan membungkukkan badan nya.
"Kamu mau Ngapain?" tanya alesha yang merasa bingung.
" kamu naik ke punggungku, akan ku anter uks"
"Gak usah, aku gak mau ke uks, lagian ntar lagi juga sembuh kok, cuman sedikit kebas aja"
"Yauda naik. Akan aku antar kamu kemana pun kamu mau" ucap fenzo
"Tapi nanti kamu keberatan"
"Enggak, kamu kan kecil pasti gak berat berat amat"
Alesha tersenyum setelah mendengarkan perkataan sih pria jenius itu.
"Yauda aku naik" alesha naik kepunggung fenzo.
"Oke sekarang tuan putri mau kemana?" tanya fenzo yang memperlakukan alesha bak putri kerajaan.
Alesha tersenyum
"Ke kantin""Baik tuan putri"
Alesha tertawa kecil
"Apaan sih? Emang aku putri?""Emang kamu putri" fenzo melangkahkan kaki nya.
"Aku alesha bukan putri"
"Iya iya tuan putri, eh alesha maksud nya"
"Hahah"
......
Dikantin.
Dikantin sudah ada, samuel, dimas, bryen, feni, ayu, zerlia, alvin, fadel dan anela.
alvin dan anela adalah anak ips3, mereka memang suka berteman dengan alesha dan teman teman nya.
"Wah besar juga nyali tu orang" ucap feni.
Fenzo dan alesha datang menghampiri mereka.
"Kok lo digendong sama fenzo sha?" tanya anela, sih kepo
Fenzo menduduki alesha di kursi, ia juga ikut duduk disebelah dimas.
"Kaki gue keram"
"Wah kek nya kalian berlima nih udah jadi pelanggan sejati pak togar" ucap fadel,sih suka bercanda tapi gak lucu.
"Gak lucu" sekak bryen.
"Haha, lo emang gak ahli stan up bro" sambung alvin, sih yang suka ketawa.
"Sha ntar malam kita mau ngelabrak genk cewek nya doni, lo mau ikut gak" ucap zerlin.
"Emang ada masalah apa?" tanya alesha.
"Cowok nela direbut sama salah satu dari mereka" ucap ayu.
"Sih adit?"
"Hmm, dan rencana nya kita mau ngelabrak mereka" ucap zerlin
"Emang uda ada bukti kalo salah satu dari mereka itu deket sama cowok nela?" tanya alesha lagi.
"Gak ada sih, tapi gue yakin banget pasti sih rani yang udah rebut cowok gue" ucap nela.
"Kalo belum ada bukti, mending kalian gak usah deh ngelabrak mereka, takutnya malah jadi masalah" saran alesha.
Fenzo menatap alesha dengan tersenyum kecil.
"Lo kenapa sih? Sok tau banget, sok baik, kalo emang lo gak mau bantu yaudah gak usah, tapi jangan ngelarang-ngelarang kita untuk ngelabrak mereka" ucap feni.
"Gue bukan sok baik, gue justru ingin bantu kalian, agar kalian gak menimpa masalah baru lagi"
Feni bangkit dari duduknya
"Kita gak butuh bantuan lo" feni pergi gitu aja dari kantin, kemudian anela juga ikut pergi.Alesha mengernyitkan alis nya.
"Ada apa sih sama fani, kok kaya nya dia marah banget sama gue" ucapnya."Gue juga gak tau" jawab zerlin.

KAMU SEDANG MEMBACA
Forge Of Dreams
Fantasyalesha adalah gadis Yang sangat manis dan pintar. Alesha berasal dari keluarga kalangan bawah dan ia besekolah di SMA yang isinya anak orang kaya semua. Ada beberapa kelompok yang dibedakan disekolah itu. Yaitu: 1.bantuan sosial(beasiswa) ...