semua ada batasnya. part14

0 0 0
                                    

2 hari kemudian.

Alesha berjalan menyelusuri koridor menuju kantin bersama bela,ayu, dan selin.

Bela: "pokoknya seru deh"
Selin: "semoga aja sekolah kita menang kali ini di perlombaan basket"
Ayu: "semoga aja, samuel and the genk kadang gak bisa diharapkan"
Bela: "benar tu"

Mereka bertiga sepanjang koridor terus berbincang tentang perlombaan antar sekolah yanga akan diadakan 1 minggu lagi disekolah ini.

Selin menatap alesha yang sedari tadi hanya diam saja tanpa ikut bicara dengan teman teman nya.

"Sha lo gak apa apa?" tanya selin yang melihat alesha diam

Alesha tersadar dan menoleh
"Gak apa apa"

"Kalo lo lagi gak mood kekantin kita bisa balik ke kelas kok" ucap ayu.

"Hmm iya benar sha" sambung bela.

"Gak kok kita kekantin aja aku juga lagi laper banget" ucap alesha seraya tersenyum terpaksa.

"Yakin?" tanya ayu sekali lagi yang diangguki alesha.

Sesampainya dikantin, mereka langsung ambil meja untuk duduk.

"Mau pesan apa?" tanya bela

"Gue nasi goreng udang sama minum nya juz alpukat" ucap ayu.

"Kalo gue mau ayam cripsy goreng dan minumnya juz jeruk" jawab selin

"Kalo lo sha?"

"Gue samain aja kaya ayu"

"Oke, udah gue catat ya ada yang mau ganti mumpung belum gue kasih ke kasir"

"Eh ada lagi bel" selin menunjuk tangan nya.

Bela: "?"
Selin: "lo yang traktir kan?"
Bela: "tentu saja"
Selin: "thank you"

Bela melangkahkan kaki nya mengantar catatan pesanan mereka kekasir kantin.

Dubrak....

Alesha, ayu dan selin terkejut karena tiba tiba saja ada yang memukul meja mereka.

Bela yang melihat itu langsung menghampiri teman teman nya.

"Apa yang lo lakukan feni?" ternyata orang itu adalah feni.

"Sekarang lo udah senang ya?, uda bahagia tanpa fenzo?" ucap feni yang menatap tajam kearah alesha.

Ayu menggeram ia langsung bangkit dari duduknya
"Udah gila ya lo"

Feni tertawa sinis seraya tepuk tangan
"Wow alesha. Hebat ya lo pantes aja lo besar kepala karena punya banyak dekingan.
Lo tau gak sih diantara sahabat sahabat lo cuman elo yang miskin"

"Cukup ya feni lo udah keterlalukan tau gak" selin yang jarang berkoar akhirnya buka suara karena gedeg liat gadis itu.

"Hai selin sekarang lo udah berani ya teriak teriak"

Alesha bangkit dari duduk nya dan menatap feni.
"Gue gak mau ada urusan lagi sama lo jadi lo mendingan stop ganggu gue paham"

"Ya ya... Lagian siapa juga yang mau gangguin hidup lo yang gak berguna itu haa?"

"Feni..." teriak ayu.

"Udah yu ini urusan gue sama dia jadi kalian gak Usah ikut campur" ucap alesha.

"Sekarang mau lo apa?" lanjut alesha.

"Gue cuman ingin lo hidup menderita karena lo udah buat fenzo gue pergi keluar negeri, lo tau gak sih berapa lama gue nahan rasa gue dan saat gue mau ungkapin lo ngacauin semuanya.
Gue pikir dengan gue nyebarin video itu lo yang bakal keluar sekolah
Gue pikir dengan lo dibully lo bakal hancur dan pergi dari hidup fenzo selamanya tapi, tapi lo benar benar hancurin ekspetasi gue lo udah buat fenzo pergi dan lo tau itu makin buat gue benci sama lo" jelas feni.

ayu: "jadi elo yang udah nyebarin video itu? Keterlaluan banget ya lo feni"

"Dengar feni kita emang pernah berteman dengan cukup lama dan gue pikir lo tau tentang sifat gue dan mengenal gue dengan baik tapi ternyata tidak." ucap alesha yang diakhir kata ia tersenyum licik

"Lo pikir apa? Lo pikir dengan dibully sama satu sekolah gue bakal benci sama fenzo dan jauhin dia? Atau lo pikir gue bakal keluar dari sekolah gitu? Hahaha lo salah gue gak selemah itu" lanjut alesha yang menatap balik feni dengan sinis.

Feni terdiam sekaligus membelalakkan kedua matanya,

"Lo nuduh gue karena udah buat fenzo pergi? Terserah sih lo mau berfikir apa gue gak peduli. Selagi hal itu gak ganggu gue no problem. Dengar ya feni gue gak perlu deking untuk jadi hebat gue hanya perlu prestasi dan kecerdikan
Gue emang terlahir sebagai gadis miskin tetapi bukan berarti gue miskin hati dan otak kaya lo. Paham.
Oh ya satu lagi lo itu lebih baik perbanyakin prestasi biar orang tua lo gak kecewa mulu sama lo
Dan beberapa bulan lagi kita bakal tamat lebih baik lo pikirin bagaimana cara nya bisa masuk kuliah ternama tanpa pengaruh dari uang." ucap alesha panjang lebar kemudian melangkah kan kakinya dengan menyenggol bahu feni dengan kasar.

Feni hanya bisa terdiam tanpa berkata kata.
Ia gak nyangkah alesha bisa ngomong seperti itu terhadapnya.

Ayu menatap feni seraya tersenyum sinis
"Semua kesabaran itu ada batasnya" ucap nya lalu pergi menyusuli alesha.

Forge Of DreamsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang