Sepertinya, Donghyuck kurang lebih saat itu berteriak saat mengatakan "Lo mutusin gue abis kita ngesex, Mark!"
Karena, hampir semua orang yang ada di parkiran, diluar parkiran dan orang yang ada di dalem restoran dan anak-anak remaja yang lagi lewat dijalan, mendengarnya. Donghyuck nggak kaget kalau semua orang pasti pada nguping pertengkaran mereka saat itu, melihat Donghyuck nangis dan Mark menjadi orang brengsek. Untungnya, orang-orang tersebut tidak mendengar keseluruhan bacotan mereka.
Kenyataannya semua orang merasa kasihan pada Donghyuck karena statement ngesex terus diputusin.
Fuck you, Mark Lee.
Donghyuck menghabiskan weekend-nya dengan menangis di dalam kamar, makan ice cream dan mengutuki dirinya yang bodoh karena udah setuju buat pergi ke tempat dimana Mark itu berada, sedangkan ayahnya hanya bisa menatap putranya sendu dan Renjun masih nggak tau harus melakukan apa.
Dua minggu kemudian, waktu acara nangis-nangisannya selesai, tiba-tiba Donghyuck merasakan rasa marah, marah banget. Dirinya mulai berimajinasi buat ngambil pemukul baseball terus nyamperin mobil Mark buat ngehancurin salah satu kacanya, atau minimal yang paling gampang itu bikin mobilnya lecet dengan menggoreskan kunci di sisi-sisinya.
Tapi semua itu nggak bisa Donghyuck lakuin, Donghyuck cuman bisa mengganti nomor hapenya setelah Mark nelepon dia ribuan kali tanpa henti. Cowok itu ninggalin pesan panjang selama dua menit di voicemail Donghyuck dan langsung Donghyuck hapus tanpa ia denger sama sekali, dan yang paling berani, Mark nekat nyamperin Donghyuck kerumahnya.
Ayah Donghyuck yang buka pintunya. Donghyuck ogah cerita banyak soal hubungan mereka berdua ke ayahnya, tapi ya namanya gosip, udah pasti cerita tentang diputusin abis ngesex ayah Donghyuck udah denger. Donghyuck gak tau apa yang dilakukan ayahnya saat membuka pintu dan menemukan wajah yang udah memperlakukan anaknya seperti sampah, tapi entah kenapa, setelah hari itu, Mark gak pernah mencoba buat balik lagi.
Sebenci-bencinya Donghyuck sama cowok itu, dirinya masih tetep suka sama si pria yang lebih tua. Bodoh banget, Donghyuck sebel sama diri sendiri. Renjun sama Yeri aja udah mantep banget mendeklarasiin sebagai squad pembenci Mark dan lagi berencana mau ngusilin dia beberapa hari lagi.
Tapi Donghyuck bukan anak kucing. Dia itu emang omega, tapi bukan omega lemah yang butuh dimanjain saat seorang alpha bikin dia kesel, oke? Dia bisa ngatasin semuanya sendiri. Donghyuck makin kesel waktu dia ketemu Joohyun di pom bensin ketika ia lagi mau ngisiin bensin mobil ayahnya.
"Hey," panggil Joohyun.
"Maaf kalo nggak sopan kak," potong Donghyuck cepet. "Tapi gue lagi bener-bener gak pengen ngomong sama lo."
Joohyun keliatan ragu sesaat, "Gue cuma pengen minta maaf soal adek gue," ujarnya mencoba mendekati Donghyuck. "Lucu aja—kirain lo yang bakalan ngancurin adek gue, bukan sebaliknya, tapi..."
"Tapi namanya juga alpha," Donghyuck coba menuntaskan perkataannya. "Dia sama kayak yang lain."
Joohyun nggak mencoba menyangkalnya, "Gue juga mau minta maaf kalo...you know. Udah brengsek ke lo waktu itu."
Donghyuck mengibaskan tangannya di depan Joohyun. "Nggak apa-apa kak,"
"Gue harap lo ketemu sama alpha yang lebih baik." Ujar Joohyun sambil tersenyum lalu pergi menjauh.
Ketika Donghyuck kembali ke dalam mobil, ia membuka hapenya yang dari tadi bunyi menandakan pesan dari Renjun.
Renjun : Gue+yeri baru aja ngembaliin ada kali 4 steak yg udh kita pesen pake alasan2 bego terus Mark muncul mukanya kesel banget kayak pengen langsung ngajak brantem, eh pas dia liat itu gue sama yeri, mukanya brubah panik. Goblok bgt
KAMU SEDANG MEMBACA
Enchanted | MARHYUCK AU
Romance"Yang penting jangan sampe lo malah jatuh cinta sama gue kak."
