Seperti yang Jeno katakan tadi bahwa Renjun akan pindah ke apartemen milik Jeno, selepas pulang kerja.
Dan di sini-lah Renjun berada, di dalam sebuah kamar apartemen milik Jeno.
Awal-nya Jeno memaksa kepada Renjun untuk menaruh barang bawaan-nya ke kamar utama. Kamar milik Jeno. Jeno ingin mereka tidur bersama dalam satu kamar. Bukan hanya tidur bersama, ia ingin Renjun menaruh semua barang-nya di dalam kamar milik-nya.
Namun Renjun menolak, Renjun masih tau batas dan aturan di dalam hubungan. Mereka bukan sepasang kekasih, apalagi suami istri. Belum saatnya untuk mereka tinggal di dalam satu kamar layak-nya pasangan suami istri. Ya walaupun mereka sudah melakukan hubungan itu di luar ikatan pernikahan, namun tetap saja Renjun tidak mau untuk tinggal di dalam satu kamar hanya berdua.
Butuh perjuangan untuk Renjun, agar Jeno membolehkan-nya untuk tidur di kamar terpisah. Kalian tau sendiri keras kepala-nya seorang Lee Jeno.
Tapi akhirnya Renjun berhasil membujuk Jeno dengan berbagai macam alasan dan rayuan.
Hfffttt, sangat melelahkan bagi Renjun untuk meluluhkan hati Jeno. Ya tapi walaupun begitu, Renjun senang karena berhasil meluluhkan hati Jeno.
"Kau sudah selesai?" Tanya Jeno yang tiba-tiba sudah berada di hadapan-nya.
"Hm, baru saja selesai." Sahut Renjun, yang saat ini sudah duduk di atas ranjang, baru selesai memasukkan baju-nya ke dalam lemari, plus menata barang-nya ke tempat yang seharusnya.
Perlahan tapi pasti, Jeno mulai mendekati Renjun, dan duduk di samping Renjun, dengan tangan yang merangkul pinggang Renjun. Sungguh, tubuh Renjun sangat pas di dalam pelukkan-nya.
"Sangat lelah hm?" Tanya Jeno dengan nada rendah-nya, sukses membuat bulu kuduk Renjun berdiri.
"Hm." Balas Renjun dengan gugup. Entah kenapa atmosfer yang ada di dalam ruangan ini sungguh mencengkram.
Perlahan tapi pasti, tangan Jeno sudah masuk ke dalam baju Renjun. Mengusap tubuh Renjun secara perlahan, membuat pandangan sang empuh meremang.
Awalnya hanya mengusap di sekitaran pinggang belakang Renjun pun perlahan berubah. Membuat Renjun semakin meremang dan melenguh karena ulah Jeno.
Sedangkan Jeno? Jeno tersenyum senang ketika Renjun menikmati sentuhan-nya.
"I need you." Bisik seduktif yang Jeno ucapkan tepat di samping telinga Renjun. Ia juga menjilat telinga Renjun, setelah membisakan kalimat itu.
"Eung~~~ Jeno~~~" Ucapan yang renjun ucapkan sukses membuat libido Jeno naik.
Sepertinya, malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua. Mungkin untuk merayakan hari pertama-nya Renjun tinggal di sini?
---
Jam 10 pagi dini hari, Renjun telah terbangun dari tidurnya. Rasa lapar yang datang secara tiba-tiba, membuat Renjun terbangun.
Bangun dari tidur-nya, Renjun langsung mengambil baju baru-nya yang ada di dalam lemari.
Tidak mungkin-kan kalau Renjun memakai baju bekas pergumulan tadi.
Setelah memakai pakaian-nya, Renjun langsung keluar dari kamar-nya seraya mengikat rambut panjang-nya.
Melangkahkan kaki-nya ke dapur apartemen Jeno. Tangan-nya membuka kulkas yang ada di sana, guna melihat isi yang ada di dalam kulkas.
Netra Renjun membelalak ketika melihat isi kulkas Jeno yang hanya terisi mie instan, beberapa botol minuman keras, dan juga air putih. Hanya itu, tidak ada yang lain selain itu.
Helaan nafas sukses Renjun layangkan begitu melihat isi kulkas Jeno. Apakah Jeno memakan mie instan setiap hari? Pola hidup Jeno benar-benar tidak sehat kalau sampai Jeno memakan mie instan setiap hari.
Tangan-nya pun terulur untuk mengambil 2 buah mie instan. Bukan! Renjun tidak makan 2 buah mie instan sekaligus. Ia membuat 2 karena satu-nya untuk Jeno.
Yup, dia berencana juga untuk membuatkan Jeno mie.
Sebenarnya sih Renjun tidak terbiasa makan mie di pagi hari. Namun apa boleh buat? Hanya ini yang Jeno punya. Terlebih saat ini perut-nya sudah berteriak lapar. Cacing di perut-nya sudah berteriak untuk minta di beri asupan.
Jadi, mau tidak mau Renjun memasak mie instan, untuk sarapan di pagi hari.
Tangan-nya mulai mengisi air di dalam panci berukuran sedang, yang telah ia ambil. Lalu meletakkan panci itu di atas kompor, menyalakan api dengan ukuran sedang, lalu memasukkan 2 buah mie instan ke dalam-nya. Tidak menunggu air mendidih terlebih dahulu baru memasukkan-nya. Menurutnya, itu akan memakan waktu lama.
Setelah 3 menit lama-nya, mie pun matang. Renjun langsung menaruh mie ke dalam piring yang telah ia sediakan.
Tepat setelah Renjun menaruh piring ke atas meja makan, Jeno pun datang dengan baju yang sudah rapih.
"Kau masak apa?" Tanya Jeno yang sukses membuat Renjun kesal bukan main.
"Memang-nya ada bahan palagi yang ada di kulkas-mu selain mie instan?" Balas Renjun yang langsung di balas kekehan oleh Jeno.
Jeno langsung ikut duduk di hadapan Renjun, memakan mie instan miliknya.
"Kau sudah mandi?" Pertanyaan bodoh keluar dari mulut Renjun, guna memastikan kalau Jeno benar-benar sudah mandi atau belum? Padahal ia sudah melihat kalau Jeno sudah sangat rapih. Kemungkinan dia sudah mandi.
"Hm sudah. Kau sudah mandi?" Jawab Jeno, lalu bertanya kembali kepada Renjun.
"Apakah kau tidak lihat kalau wajah-ku masih buluk? Kenapa malah bertanya sih." Racau Renjun yang kesal akan pertanyaan Jeno.
"Loh, aku kira kamu sudah mandi. Wajah-mu sangat cantik pagi ini." Seru Jeno.
Renjun hanya bisa memutarkan kedua bola matanya malas begitu mendengar ucapan Jeno. "Ya ya ya. Terima kasih atas gombalan-mu." Seru Renjun malas.
Setelah selesai menyelesaikan suapan terakhir-nya, Renjun pun beranjak dari duduk-nya.
"Kau yang cuci piring-nya ya." Seru Renjun, yang ingin bergegas ke dalam kamar-nya untuk mandi, namun tertahan karena Jeno yang menahan pergelangan tangan-nya, lalu menarik Renjun, membuat Renjun jatuh ke dalam pangkuan Jeno.
"Jen, bisa gak sih gak usah tiba-tiba seperti ini? Kau menganggrtkan aku! Bagaimana kalau aku jatuh?!" Rutuk Renjun yang terkejut atas tindakan Jeno.
"Ya kalo jatuh, aku akan siap menangkap-mu agar kau tidak jatuh." Seru Jeno.
"Ck! Terserah-mu. Lepaskan aku, aku ingin mandi." Pinta Renjun.
Namun bukan-nya malah melepaskan Renjun, Jeno malah mengangkat Renjun, dan mendudukkan Renjun ala Koala, lalu memakan kembali mie instan buatan Renjun.
"Yak! Lee Jeno! Kau tidak mendengar ucapan aku?! Aku ingin mandi!" Ucap Renjun sekali lagi, memperingatkan Jeno.
"Aku tau, tapi kau harus temani aku makan dulu. Aku tidak akan melepaskan-mu, sebelum makanan-ku habis." Seru Jeno yang sukses membuat Renjun menghela nafas geram.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT SEVEN DAY - NOREN
FanfictionCERITA INI KHUSUS NOREN (JENO X RENJUN) SHIPPER! APABILA KALIAN TIDAK SUKA DENGAN SHIPPER YANG BERSANGKUTAN? DIMOHON UNTUK TIDAK BERKOMENTAR NEGATIF DI KOLOM KOMENTAR! ATAUPUN DI KEHIDUPAN PRIBADI LEE JENO DAN HUANG RENJUN!
