Siapa yang Bikin Cici Nangis?

38 7 0
                                        

Hari ini sekali lagi, suasana di dorm Verivery sedang ramai. Kangmin baru saja pulang sekolah, dan dia tidak pulang sendirian.

"Kangmin-ah, kamu nemu dari mana ini?", tanya Hoyoung pelan.

"Aku lihat di selokan", ujar Kangmin sambil mengelus-elus makhluk kecil yang ada di pelukannya. Ya, Kangmin baru saja pulang membawa seekor bayi kelinci kecil berwarna putih.

"Ngerawat kelinci susah lo", ujar Yongseung. "Mana sini Hyung lihat dia luka apa nggak", ujarnya. Kangmin pun menyerahkan kelinci itu pada Yongseung.

"Kamu emang tahu kelinci makan apa?", tanya Dongheon.

"Tahu lah, wortel kan?", ujar Kangmin.

"Tapi kayaknya dia masih kecil, mungkin belum bisa makan wortel", gumam Hoyoung.

"Dari baunya kok kayaknya dia sakit", ujar Yeonho sambil mengendus kelinci kecil itu.

"Iya, detak jantungnya juga lemah", ujar Yongseung. "Hyung, dia belum bisa ngomong ya?", tanyanya pada Hoyoung.

"Iya, mungkin karena masih kecil", jawab Hoyoung.

"Tapi aku boleh melihara dia kan? Kalo dikasih makan pasti dia jadi kuat", ujar Kangmin sambil menatap Dongheon dan Hoyoung.

"Ya, boleh sih, tapi kamu harus tanggung jawab sendiri ya? Ya kan Hyung?", tanya Hoyoung pada Dongheon.

Dongheon hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

"Berarti kamu yang harus kasih makan dan minum, mandiin, bersihin pup-nya, dll", ujar Gyehyeon.

"Iya Hyung, tenang aja", ujar Kangmin senang.

*

Beberapa hari setelahnya, suasana dorm jadi sedikit lebih ceria. Lebih tepatnya Kangmin yang kelihatan lebih ceria. Setiap hari dia bermain dengan kelinci yang diberinya nama Cici itu.

Cici sekarang sudah bisa bergerak, walaupun tidak seaktif kelinci normal. Dia juga banyak makan. Kangmin memberinya wortel yang sudah diblender.

Sementara para Hyung? Mereka sedikit cemburu dengan Cici.

"Kangmin-ah, ayo jalan-jalan", ujar Yeonho sebelum berubah.

"Nggak ah, Hyung sama yang lain aja. Wah Cici makanannya habis! Aigoo, pinternya ucu ucu ucu", ujar Kangmin.

"Kangmin-ah, Hyung sama Minchan mau nonton film, kamu ikut nggak?", ujar Dongheon.

"Nggak ah Hyung, aku mau nemenin Cici tidur", jawab Kangmin.

"Dia mah bisa tidur sendiri nggak usah ditemenin", gumam Dongheon pelan dengan nada menggerutu.

"Apa Hyung?", tanya Kangmin.

"Nggak, nggak papa", jawab Dongheon.

Suatu hari, Kangmin bahkan marah pada para Hyung karena telat memberi makan Cici. Kangmin harus sekolah, jadi dia menitipkan Cici pada para Hyung. Mereka telat 10 menit dari jadwal biasa Cici makan.

"Ah Hyung! Aku kan udah bilang jam 10! Kalau kayak gini, masak aku harus bawa Cici ke sekolah", ujar Kangmin sambil mengelus-ngelus Cici.

"Iya, maaf maaf Kangmin-ah. Kami tadi nggak denger alarmnya karena lagi sibuk", ujar Yeonho.

"Tu kan, Cici sampe nangis. Nggak papa Cici-ah, maafin Appa ya, nanti Appa kasih makanan lebih banyak, Ok?", ujar Kangmin dengan suara lembut pada Cici.

Dongheon mendengus kesal, "Anak itu, apa nggak apa-apa kita biarin dia gini terus", ujarnya.

"Kangmin nggak pernah marah sama kita sebelumnya", ujar Yongseung.

"Biarin aja lah, yang penting kan dia tanggung jawab sama peliharaannya", ujar Hoyoung.

*

Suatu pagi di hari Minggu,

"Yongseung-Hyung! Huhuhuuu... Yongseung-Hyung buruan bangun", ujar Kangmin panik sambil menangis.

"Kangmin-ah? Kenapa? Kok nangis?", tanya Yongseung kaget, matanya masih setengah tertutup.

"Cici Hyung, tolongin Cici", ujar Kangmin cepat.

Tapi sudah terlambat, Cici sudah meninggal. Kelihatannya dia meninggal waktu semua orang sedang tidur, jadi waktu Kangmin bangun untuk mengecek di pagi harinya, Cici sudah lama meninggal. Kangmin menangis keras sambil memeluk tubuh Cici yang sudah tidak bernyawa, sementara para Hyung saling berpandangan bingung.

"Kangmin-ah, ayo kita kubur Cici", ujar Hoyoung pelan.

"Ini bukan salahmu kok, kamu udah berusaha ngerawat dia", ujar Gyehyeon yang membaca pikiran Kangmin.

Sambil sesenggukan Kangmin dan para Hyung-nya akhirnya bersama mengubur Cici di halaman belakang.

Setelahnya para Hyung jadi agak berhati-hati dengan maknae-nya itu. Mereka melihat Kangmin masih sedih, jadi mereka berusaha dengan cara mereka masing-masing untuk menghibur Kangmin.

Yeonho jadi sering berubah dan mendekati Kangmin, meminta dielus. Hoyoung dan Yongseung memasakkan masakan favorit Kangmin. Minchan mengizinkan Kangmin meminjam laptopnya untuk main game. Gyehyeon bahkan mengizinkan Kangmin tidak latihan membaca pikiran dulu untuk sementara.

Sedangkan Dongheon? Dia hampir bangkrut karena membelikan apapun yang Kangmin minta di online shop.

Karena perhatian para Hyung, Kangmin pun bisa dengan cepat kembali ceria lagi.

Suatu hari sepulang sekolah,

"Hyuuuung!!!", teriak Kangmin begitu membuka pintu dorm.

Para Hyung pun segera mendekat, "Lihat nih aku bawa apa", ujar Kangmin sambil menunjukkan toples berisi air yang dibawanya.

"Ini... apaan Kangmin-ah?", tanya Yongseung dengan ekspresi bingung.

"Ikan cupang", jawab Kangmin.

"Busyet, kamu nemu di mana ikan cupang?", tanya Yeonho.

"Dikasih temenku hehehe", jawab Kangmin.

Dongheon langsung menghela napas keras, "Ini anak satu, emang kamu tahu cara ngerawat ikan? Entar kalau..."

Hoyoung langsung menahannya, "Udah lah Hyung, biarin aja", bisiknya.

"Aku mau kasih nama dia Chuchu", ujar Kangmin sambil tersenyum lebar. Para Hyung pun jadi tidak bisa berkomentar apa-apa melihat Kangmin sesenang ini.

"Hyung nanti Chuchu jangan dimakan ya?", ujar Kangmin pada Dongheon sebelum berjalan pergi masuk kamar.

"Woi! Emangnya aku kucing apaan!", ujar Dongheon kesal.

Veri-SuperCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang