Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hufftt..." Pandangannya mengarah keluar jendela, menatap langit - langit yang dihiasi beragam warna bintang
Buku tua yang berisi catatan kesehariannya mulai krisis halaman mengingat hampir setiap hari ia menulis banyak hal dibuku itu
Walaupun tidak banyak kegiatan yang dilakukannya, [Name] juga menulis beberapa pengetahuan yang menurutnya menarik
Dan juga, isi hatinya mengenai teman lama yang menghilang dan enggan kembali
[Name] beranjak dari bangkunya dan membuka pintu kamar dengan terhati - hati, memastikan kakak perempuannya sudah terlelap lalu mengendap keluar dari rumah menuju Windrise
Agak berbahaya memang, ada camp hilichurls dan juga slime
Ah, slime... Rasanya seperti nostalgia ketika melihat makhluk yang terbuat dari kumpulan elemen itu
Berhadapan dengan pohon besar, ketika menyentuhnya tubuh dan pikiran [Name] terasa ringan
Crystalfly yang berterbangan disana juga menarik perhatian [Name]. Sayapnya yang gemerlap sangat cantik, sayangnya mereka langsung terbang tinggi dan menghilang begitu saja
[Name] mendudukan dirinya menghadap lautan, menikmati sensasi angin malam yang sejuk. Seketika ia teringat tentang bunga Cecillia yang hanya tumbuh di tempat tinggi dan berangin
"Venti juga memakai bunga Cecillia di topinya"
"Aku merindukan Venti-"
Angin di sekitarnya tertarik membentuk spiral dengan lambang anemo di tanah. Wujud seorang manusia terbentuk dari angin - angin serta jubah hijau dan topi yang dihiasi bunga Cecillia
Seketika, [Name] termenung melihat sosok yang ia kenal. Berdiam diri dibelakang pohon dan terus menatapnya yang belum sadar dengan kehadirannya
"Kira - kira aku tertidur berapa lama ya? Apa [Name] masih hidup?"
Sosok tersebut menatap ke arah dua Hydro Slime lalu tersenyum sendu. "Aku ini bodoh ya, kenapa meninggalkannya sendiri"
"Iya Venti bodoh. Sangat bodoh kau bodoh, menyebalkan. Dasar aneh, pembunuh slime, kau jahat sangat jahat membiarkan ku bermain sendiri"
Ia tersentak lalu menatap [Name] yang merengut kesal dengan tumpukan air mata di kelopaknya. "Kenapa kau pergi disaat aku membutuhkan teman"
Another note Terimakasih sudah kembali aku menyukaimu teman ku
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.