Belakangan ini mereka memiliki jadwal yang lebih fleksibel. Kesibukan mereka tidak terlalu membelenggu seperti biasanya, mengingat sebentar lagi libur akhir tahun sepertinya jadwal syuting juga sudah mulai jarang. Jungkook bahkan memiliki waktu untuk menonton show sedang Taehyung masih saja sempat bermain game online .
Keduanya sudah berbaikan, tidak mungkin juga mereka saling diam sebab keduanya memang saling membutuhkan. Taehyung itu suka memerintah, tapi masih dalam batas wajar. Dia bahkan tega meminta Jungkook untuk membuatkan makanan di tengah malam. Begitu sebaliknya, Jungkook juga suka memerintahkan Taehyung untuk bersih-bersih.
Hari ini sekitar pukul delapan pagi keduanya masih bersantai di sofa kamar, baru terbangun beberapa menit yang lalu. Jungkook membaringkan kepalanya di atas perut Taehyung lalu Taehyung mengambil posisi mengunci Jungkook dengan betisnya. Keduanya sama-sama sibuk bermain ponsel. Beberapa kali Taehyung memainkan rambut lebat Jungkook sedang Jungkook ikut mengusapi betis Taehyung, sedikit usil menjahili sang dominan dengan beberapa kali menarik bulu kakinya.
Taehyung tidak marah dijahili seperti itu, kalau Jungkook berhasil menarik satu rambut kaki dia ikut membalas Jungkook dengan menarik hidung anak itu. Tapi lama-lama Taehyung tak nyaman, bukan karena marah tetapi dia takut jika gerakan refleks dari betisnya membentur rahang Jungkook.
Diambilnya tangan Jungkook di bawah sana yang digunakan untuk menjahili betisnya lalu Taehyung gigit main-main. "Usil sekali, astaga."
Jungkook tertawa pelan, mengucapkan kata maaf setelah itu menarik kembali tangannya untuk kemudian memeluk betis Taehyung. Wajahnya menempel pada betis itu, beberapa kali mengecupinya, juga sedikit usil lagi dengan menyapukan lidahnya di sana.
"Astaga anak ini," gumam Taehyung melirik ke bawah, dapat terlihat bahwa salah satu betisnya dipeluk oleh Jungkook.
"Hyungie tidak nyaman? ingin mengganti posisi?"
"Nyaman, tapi kalau mau berganti juga tidak masalah."
Belakangan keduanya senang mencoba berbagai posisi untuk cudle. Kata Jungkook supaya setiap hari ada yang baru, juga mengantispasi rasa bosan antara keduanya. Mereka sudah mengerti tabiat masing-masing yang mudah bosan, terlebih keduanya laki-laki.
"Bagaimana kalau aku tidur di atas tubuh Taehyungie?"
Taehyung tak langsung menjawab, pemuda itu tampak berpikir. Dalam pikirannya Taehyung ragu bahwa dia mampu menahan berat badan Jungkook, sebab itu ketika berhubungan intim dia lebih suka posisi Jungkook di bawah daripada di atas, karena pinggangnya akan cepat keram mengingat badan anak itu yang cukup berisi.
"Lalu aku akan pingsan karena sesak nafas? tubuhmu lebih besar dua kali lipat dariku, Kim Jungkook."
"Ah benar juga, tidak lucu kalau kepala keluarga Kim pingsan hanya untuk cudle. Bagaimana kalau Taehyungie saja yang di atas tubuhku?"
Mendadak keduanya terlihat seperti anak kecil yang sedang berdiskusi tentang sebuah permainan. Dengan polosnya mereka mencoba posisi yang Jungkook sarankan.
"Nah begini lebih baik," ujar Taehyung langsung merebahkan kepalanya di atas dada Jungkook.
Menikmati suasana pagi bersama; saling merasakan degup jantung masing-masing. Suasana pagi yang sedikit mendung ini seolah mendukung keduanya untuk bermalas-malasan. Padahal mereka harus pergi ke Busan pukul sebelas nanti untuk kepentingan bisnis.
Taehyung hampir terlelap kembali, paginya begitu damai, berpelukan dengan manusia favoritnya dan diiringi lantunan lagu scenery miliknya sendiri.
"Jungkookie...." ujarnya bergumam
"Ya?"
"You are my beautiful story, you are my best part..."
KAMU SEDANG MEMBACA
ENDED UP | AFTER MARRIAGE [TAEKOOK] - COMPLETED
FanfictionMereka sudah melewati perjalanan panjang dan akan mereka menutup kisah ini dengan kenangan manis. Kini mereka dapat menggenggam erat satu sama lain, Jungkook adalah kehidupan terbaik dari Tuhan bagi seorang Kim Taehyung. Dan Kim Taehyung adalah pers...
![ENDED UP | AFTER MARRIAGE [TAEKOOK] - COMPLETED](https://img.wattpad.com/cover/258601362-64-k686450.jpg)