Firuko sedang menunggu masakan yang ia buat matang, sementara Miruko dan Rin sedang belajar
"Rin, bagian mana yang tidak kau mengerti?" tanya Miruko
"Umm, bagian ini dan ini..."
Sementara itu Firuko duduk di kursi, menatapi mereka seraya tersenyum
"Tak kusangka Miruko mempunyai teman sehebat Rin..." gumamnya pelan, lalu bangkit seraya membawa sepiring cookies
"Ini, kubuatkan cemilan. Semoga kalian suka!" Ujar Firuko lalu menaruhnya diatas meja
"uwah, cemilan buatan Kak Firu~ selamat makan!" kata Rin senang seraya mengambil santapan ringan tersebut
"Kebiasaan, seharusnya Kakak kasih saat kita selesai belajar..."
"Tidak apa Miruko, cemilan disaat belajar itu membuat semangat kalian melesat naik." jelas Firuko
"Aku tidak paham...
"Sudah kuduga~"
keduanya pun tertawa pelan, lalu Firuko melayangkan sebuah pertanyaan kepada Rin.
"Nona Rinne..."
"Panggil saja Rin, Kak Firu~"
"Ahh iya, Rin... Apakah kau sudah bilang kepada ayah mu bahwa kau mampir kesini?"
"Apa maksud Kak Firu?"
"Eh?"
Duar me--
Sebuah ledakan, tanpa suara dari meme yang kalian bayangkan terdengar dari pintu yang sepertinya diledakkan oleh pasukan khusus dari PMC.
"FBI Open up!!!"
"Uwah!!!"
Dan iya, mereka hanya menirukan meme yang populer di internet.
Apa pula...
-+-
Firuko dan Miruko terborgol oleh pasukan khusus tersebut, sementara Rin menjelaskan alasan kenapa ia ada dikediaman Fleirman namun diacuhkan oleh seorang yang berpakaian lengkap tersebut dengan senjata serbu DR-H yang ia genggam.
"Apakah kalian bisa melepaskan mereka berdua? Aku bisa pastikan kalau mereka itu bukanlah ancam--"
"Tidak, aku tak bisa melepaskan nya sebelum Tuan kemari?"
"Apa!!! ayah mau ngapain kesini?" tanya nya terkejut
"Entahlah, tanyakan saja kepada rumput yang bergoyang..." celetuk prajurit tersebut.
...
Tak lama kemudian ia pun membungkuk.
"Maafkan saya atas ketidaksopanan hamba ini!!!" kata nya masih membungkuk
"Tidak apa-apa Edward, lagipula aku yang mengajarimu candaan tersebut." Rin hanya tertawa pelan seraya menyentuh bahu prajurit itu, mengisyaratkan untuk berdiri.
"Siap Nona Rinne!"
"Sudah kubilang juga tak perlu seformal itu didepan teman-teman ku..." ujar Rin malu, lalu Edward pun terlihat terkejut.
"Mereka teman anda?" tanya nya heran
"Tentu saja, kalau pria itu kakak nya gadis imut itu." celetuk Rin seraya menunjuk Firuko dan Miruko
wajah Miruko pun memerah
"Jangan panggil aku imut!"
"A-Ahahaha..." Firuko hanya tertawa pelan saat Edward mendekati nya, meskipun kepala nya dilindungi helm baja ringan, tapi ia tahu bahwa ia menatapnya dengan ekspresi serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sapphire
FantasyDahulu kala, dunia yang kita ketahui sebagai alam semesta terpecah belah menjadi beberapa alur waktu dalam waktu yang lama. Namun semua berubah saat seorang tokoh penting yang disebut Sapphire berhasil menyatukan dunia dengan kekuatan sejati milik n...
