Penyergapan & Seni Bela Diri dengan Pistol

6 0 0
                                        

Hari ini hari Minggu, dimana Firuko memulai hari dengan olahraga lari dari rumah menuju distrik perkotaan dan pulang dengan belanja bahan makanan terlebih dahulu.

"Sudah kuduga olahraga pagi itu adalah pilihan tepat, kuharap 'ia' pun olahraga secara cukup karna jelas aku khawatir ia terus menerus streaming sebagai Vtuber saat pagi begini, bahkan dini hari..." ucapnya khawatir

Sementara itu disuatu platform streaming seorang Vtuber perempuan succubus dengan surai rambut pink tiba tiba saja bersin tanpa alasan...

"Maaf para Hitoricchi sekalian, sepertinya Lecchan ini akan menyudahi Livestream ini... Semoga hari kalian tetap positif!!! Konlele~" setelah itu, muncul thumbnail dengan tulisan 'Ending Streaming'

Kita kembali ke Firuko

Ia memilih untuk istirahat sejenak dengan duduk di kursi terdekat, tak lama kemudian ada seseorang duduk disampingnya. Ia memakai Hoodie dengan celana pendek, Firuko yang melihatnya pun terkejut

"Tuan Droughtfolk???"

🤠🥀

Miruko berjalan di area perkotaan yang tak terlalu sibuk karena hari ini adalah hari libur, ia mengenakan celana jeans pendek warna olive dan kaus t-shirt warna hitam gradiasi biru dengan bahu kiri terbuka, ditambah penampilan nya yang tidak ia sadari menawan. Menarik perhatian dari para pria disekitarnya...

"Ada apa dengan mereka?" lirik Miruko keheranan, tak tahu menahu tentang cara ia berpenampilan tersebut.

Sebenarnya ada juga perempuan yang berpenampilan sama bahkan lebih menarik dari nya, tetapi entah kenapa Miruko seperti memiliki daya tarik tersendiri.

Akhirnya ia pun sampai didepan gerai toko, saat ia memasukinya betapa terkejutnya Miruko.

"Woah liat itu, ia cantik sekali yahh?"

"Um? Iya iya, kalau dibandingkan dengan ibu muda ku... Lebih cantik gadis itu, siswi SMA kah?"

"Ahh, andai saja aku seperti ia... Pasti Pangeran Kerajaan Vinelish akan melamarku~"

"Indeed ma comrade~ she is pretty kawaii desu!!!"

Seisi pengunjung dan pelanggan bahkan karyawan disana tertarik dengan pesona Miruko.

"Dari semua skenario yang pernah kulalui, ini yang terburuk..." ujar Miruko seraya menghela nafas berat, menanggapi situasi ini.

🥰😍🥰

Firuko tengah berbincang dengan Adler, Ayah dari Rin. Terakhir kali mereka bertemu dalam keadaan tak diharapkan

"Jadi... Tuan Adler?"

"Panggil saja aku Adler wahai anak muda!" potong pria itu menatap sinis Firuko

"Umm iya, jadi... Adler? Apa yang anda lakukan disini?"

"Sama seperti mu, lari pagi... tak kusangka atmosfir di taman ini sangat segar sekali, bagaimana menurutmu?" tanya Adler antusias, Firuko hanya mengangguk kaku

"Umm iya, kebanyakan orang menghabiskan liburan dengan pergi ke pantai, gunung, luar negeri bahkan berpetualang... Tapi tidak dipungkiri lagi bahwa merawat diri baik fisik maupun mental dianjurkan agar kita tidak terkena macam penyakit seperti obesitas, osteoporosis, ataupun serangan jantung dan sebagainya." jeda Firuko karna ia menghabiskan nafas dalam menjelaskan sesuatu

Terbiasa lah~

"Tidak hanya itu, makan makanan 4 sehat 5 sempurna serta menghindari kebiasaan merokok maupun memakan junk food itu sangat dianjurkan agar metabolisme tubuh kita tetap lancar..." Setelah menjelaskan hal itu, ia membungkuk kan kepala nya.

"Maafkan saya, saya tak bermaksud menceramahi anda!"

Adler yang melihat itu hanya tertawa pelan

"Ahahaha, tak apa... kau orang yang menarik sekali, ini terimalah~" Adler mengeluarkan sebuah box sedang dari balik pakaian nya yang entah kenapa ada disana.

Firuko pun merasa enggan menerimanya, namu terpaksa setelah mendengar perkataan dari Adler.

"Ini untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, bukalah saat kau benar2 membutuhkan"

Adler pun pergi, membuat Firuko terdiam dan heran dengan apa yang terjadi.

"Orang tua yang aneh..."

😶

Setelah selesai berbelanja, Miruko pun bergegas pulang. Namun ia memilih jalur gang yang jarang dilalui kebanyakan orang.

Entah ia tidak sadar atau tak ada waktu karena Kakak nya komplain.

Miruko merasakan hawa yang sangat tidak enak dan benar saja, ia dicegat oleh segerombolan preman yang sangat berbahaya mengincarnya

Kenapa demikian, karena hidungnya mencium bau mesiu serta besi yang sedikit terbakar, jelas mereka itu mempunyai senjata api.

"Hai Nona Cantik, kamu mau kemana?" seorang merangkul bahu nya, mulutnya bau alkohol.

"ugh..." Miruko merasa mual dan hampir pingsan, namun masih ia tahan

"Mau kita temani pulang? Aku ada mobil tak jauh dari sana..." sementara yang lain meraba tubuh Miruko supaya memastikan ia tak membawa sesuatu yang berbahaya.

"ngh..." gadis itu hanya gemetaran, tak berani bersuara

"Seseorang... tolong aku~"

Dor! Dor!

Entah kenapa, 7 dari 8 orang yang mencegat Miruko tumbang, dengan kepala yang berlubang dengan diameter 2 cm, setelah terdengar suara tembakan 2 kali...

Preman yang tersisa pun gemetar, memegangi Miruko seraya menempelkan moncong senjata pada kepala gadis itu seraya menatap takut seseorang yang telah melumpuhkan teman2 nya itu.

"Mendekat lebih dekat maka akan kubawa gadis ini langsung ke akhirat!" ancam preman tersebut, membuat Miruko perlahan menangis

"Hiks, j-jangan bunuh ak-"

Dor!

Setelah terdengar suara tembakan, preman yang barusan mencengkram Miruko perlahan tumbang.

Ternyata pria misterius itu dengan sigap menembakkan senjata miliknya, Miruko pun masih membatu mencoba mencerna kejadian yang yang menantikan.

Saat ia sadar, pria yang menyelamatkan nyawa nya pun sudah menghilang entah kemana. Miruko mencari disekitar tapi tak menemukan nya...

Setelah itu ia bergegas pergi dari TKP seraya tersenyum tipis.

"Pahlawan ku, terimakasih~"

Sementara itu, pria misterius tersebut itu berada dikamar nya seraya membuka jubah dan peralatan yang menutup identitas nya.

"Hahh, akhirnya aku bisa bernafas seperti biasa..." ucapnya lega

Ternyata ia adalah Firuko, kakak dari Miruko.

"Pakaian ini... kenapa Pak Tua itu memberikan ku peralatan secanggih ini?" jeda Firuko sebelum menunjukkan wajah sedih.

"Dan aku membunuh seorang manusia, walaupun ia melecehkan Miruko... tetap saja ia itu manusia." sepertinya ia membutuhkan waktu lama untuk mencoba move on dari keadaan ini.

To Be Continued...

SapphireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang