"Giska, lo jurusan psikologi, 'kan?"
"Iya."
"Dengerin gue curhat, cari solusi sekalian, ya."
"Gak mau."
"Kok gak mau, sih? Lo kan jurusan psikologi. Anggap aja latihan. Ya ya ya?"
"Ck. Yaudah deh, mau curhat apa?" Dia gak tahu apa kalau gue bukan pendengar yang baik. Gue aja gak tahu kenapa bisa masuk psikologi.
"Tentang cowok gue."
Cowok. Okay.
"Hmm. Kenapa?"
"Cowok gue aneh."
Lo aneh. Gue bukan orang yang tepat buat dijadiin tempat curhat, tahu.
"Gue selalu bingung sama dia. Kadang manis, kadang galak. Kadang gue bicara normal tapi dia tiba-tiba marah."
"Kok bisa?"
"Gatau. Gue baru pertama kali ngeraguin diri sendiri. Gue gak cantik, ya? Gue gak asik? Kok dia gitu, sih?"
"Hmmm."
"Dia itu sayang gue atau benci sama gue, sih?"
Mungkin dia cuma gabut.
"Terus kayaknya gue masokis, deh."
"Sorry, what?"
"Iyaa. Soalnya kadang gua malah antusias, kayak hari ini gue dapet pacar yang kayak gimana, ya? Manis atau dingin? Dia bakal baik-baikin gue nganterin sampe depan pintu atau justru biarin gue pulang ke rumah sambil nangis?"
Ini cewek gila, ya?
"Gue pengen sih ninggalin dia, tapi gue suka sensasi perasaan yang kayak roller coaster kalo sama dia."
Oh, dude...
"Terus menurut lo, gue kenapa? Gue harus gimana?"
Kalo menurut gue sih lo tolol.
Haduh, gimana caranya kasih tahu dia dengan cara yang lembut?
KAMU SEDANG MEMBACA
SOUR (songfiction)
Short Storya bunch of fiction that inspired by Sour Album. you'll get the vibes of sour. TW// SHORT STORY
