5. Diturunkan dihalte bis

34 2 0
                                        

Sampailah devan dan angel di kampus lagi,dengan tangan yang masih menarik angel. Sore itu mendung dan kampus sudah mulai sepi,emang sih ada anak kampus yang masuk malam tapi sedikit.

"Mau kemana sih kak devan?" Rintih angel.

"Kan udah di bilang gua mau mutilasi lo"

"Apaan sih sakit tau,lepasin kak devan"

Devan melepas tangan angel yang sedari tadi menarik angel,sampailah disebuah parkiran mobil dimana mobil devan salah satunya terparkir disana.

"Masuk" paksa devan kepada angel.

"Bisa gak sih gak usah maksa?" Ketus angel.

"Gak bisa,sekarang masuk lo"

Masuklah angel ke dalam mobil bersamaan dengan devan,mobil devan terbilang cukup mewah.

"Mau kemana sih kak sebenarnya" tanya angel yang kala itu ketakutan.

Disatu sisi lain devan tidak menjawab pertanyaan angel.

"Turun lo" menarik paksa tangan angel.

"Ini halte bis loh kak"

"Ya emang ini halte bis,siapa blg ini rumah lo"

"Terus kenapa kita kesini?" Tanya angel dengan nada bingung.

"Ya karna gua mau nurunin lo disini"

"A-aapaa? Gila lo ya nurunin cewek disini sementara hari mulai gelap dan mendung"

"Gak peduli gua,mau lo cewek atau cowok"

Devan langsung beranjak pergi dari halte bis,sementara angel mencoba memberanikan diri di halte bis sendiri.

'Gila tuh cowok bisa-bisanya ?mana sudah hujan lagi dan gak ada bis Arrrggghhhh' angel berbicara sendiri dengan menendang sebuah kaleng.

Tak jauh dari situ terdengar rintihan yang cukup keras.
"Awwww" ucapnya kesakitan.

"Siapa tuh?" Tanya angel dengan rasa takut.

"Ini siapa yang nendang kaleng ke kepala gua?"

Angel terkejut dengan menutup mulutnya yg sedari tadi menganga. Ternyata ada seseorang di halte bus.
Angel mulai mendekati pria tersebut dengan memberanikan diri.

"E..ee sorry kak sorry saya gak gak sengaja" dengan nada yang sedikit ketakutan.

"Lihat-lihat dong kalau mau nendang sesuatu" jawabnya.

"Sekali lagi maaf kak"

"Maaf ?berdarah ini"

"Ahh.. coba lihat kak,maaf kak sekali lagi ,biar saya obatin ya kak"

Angel mulai mengeluarkan plaster dari tas nya, sengaja angel membawa banyak stok plaster untuk hal yang tidak diinginkan.

"Sudah siap kak" sambil membereskan kotak kecil yang merupakan kotak obatnya.

"Oke thank you" ucap pria tersebut.

"Lagian kakak ngapai sembunyi di balik situ ya jadinya aku gak tau kalo ada orang" dengan nada sedih angel menundukkan kepala.

"Lah kamu ngapai disini sementara sudah hujan? Berantem sama pacar kamu ?"

"Eh bukan kak"

"Terus tadi itu siapa yang nurunkan kamu dari mobil?" Tanyanya dengan nada bingung.

"Oh itu tadi cowok resek nyebrlin,harap-harap tak jumpa lagi di kampus ini"

"Kamu kuliah sini juga ?"

"Iya kak saya mahasiswa baru disini" jawab angel.

"Berarti satu kampus dong kita" dengan senyuman tipis yang melekat di wajah pria tersebut.

"Loh kakak kuliah sini juga ?jurusan apa?"

"Aku jurusan kedokteran dikampus ini tapi sudah semester akhir,kamu?"

"Wah keren berarti sebentar lagi tamat dong" jawabku dengan senyuman.

"Hehehe iya nih,kamu jurusan apa?"

"Oh aku jurusan agribisnis kak"

"Wah kamu juga hebat hehe"

"Ohiya kakak ngapai disini ?nunggu bis juga ?" Tanyaku dengan bingung.

"Oh enggak,mobil aku mogok dan lagi nunggu orang bengkel daritadi gak datang-datang juga,mungkin hujan".

"Kamu pulang malam gak dicariin orang tua kamu?" Tanya pria tersebut.

"Orang tua aku jam segini belum pulang kerja kak mereka masih sibuk,mereka ada dirumah jam 8 malam".

Tidak berapa lama bis tujuan kerumah angel pun datang. Sementara dirumah angel orang tua angel merasa cemas karena memikirkan anak satu-satunya itu tak kunjung pulang hingga malam tiba.

"Duh pah,angel dimana sih pah?" Tanya mama angel yang sedikit cemas.

"Tenang mah,paling bentar lagi angel pulang,mungkin dia lagi belajar sama teman-temannya". Yang terus mengelus mama biar mama tenang.

"Seharusnya kabarin ke rumah atau apa gitu,ini hp nya juga gak aktif" mama sedikit panik.

'Tok..tok' Hingga suara ketukan pintu dari luar pun terdengar.

"Assalamualaikum"

"Wa'alaikum salam" mama cepat-cepat membukakan pintu.

"Yaallah nak,darimana saja kamu ?kami cemas loh,lihat mama mu ini khawatir daritadi" tanya papa sambil memelukku.

"Hehe maaf mah pah,tadi angel ketinggalan bis terus kehujanan dan angel berteduh dulu sembari menunggu hujan reda"

"Kamu ini,yaudah sana mandi bersih-bersih terus makan"

"Iya mah" jawab angel dengan menaikkin anak tangga satu demi satu.

Dikamar angel baru teringat kalau dia belum sempat tau nama kakak kelas yang bersamanya di halte bis tadi.

'angeellllll,bodoh banget sih kamu kenapa gak tau namanya ?' dengan wajah yang agak kesal dan mengacak-ngacak rambutnya.

Malam itu angel sudah siap bersih-bersih dan sengaja mama nyuruh bibi membawakan makanan ke dalam kamar angel.

"Ini non makanannya,nyonya yang suruh bawakkan" sambil di letakkan perlahan di meja belajar angel.

"Makasih ya bibi" dengan bibir yang tersenyum lebar.

"Iya non sama-sama".

JANGAN LUPA DI VOTE YA GUYS

Aku suka kakak kelasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang