02

28 8 0
                                    

"NONA ALYSSA SHELLA!!"

"Ck"Alyssa berdecak kesal begitu mendengar teriakan di belakang nya, dengan malas Alyssa berbalik menatap orang yang memanggilnya dan memberikan tatapan datar pada orang itu.

"Apa?"sahut Alyssa membuat orang di depan nya sedikit kesal karena nada santai pada ucapan Alyssa.

"Kenapa anda terlambat lagi? Ini sudah ke 24 kalinya anda terlambat dalam satu bulan ini"ucap pengawas sekolah.

"Aku tidak menyangka kau akan menghitung nya, apa kau tidak ada pekerjaan lain, tuan Sean?"ucap Alyssa tersenyum meledek.

"Hah... Terserahlah, tapi jika anda terlambat lagi maka saya tidak akan membantu anda kali ini. Kepala sekolah juga akan tau itu dari laporan seseorang, saya juga akan terkena masalah karena meloloskan anda selama ini"jelas Sean menghelai nafas panjang.

"Lagipula tidak ada yang menyuruh mu untuk membantu ku selama ini, aku juga tidak keberatan jika di hukum tapi kau tidak melakukan nya"sahut Alyssa santai.

"Aku hanya tidak ingin keponakan ku mendapat masalah, selagi aku yang menjagamu disini. Mama mu juga berpesan padaku, jadi aku hanya menjalankan tugas ku sebagai adik yang baik"ucap Sean menatap kesal gadis keras kepala di depan nya ini.

"Ya ya ya, terserah paman saja. Aku pergi, sampai jumpa nanti"ucap Alyssa lalu berjalan santai meninggalkan nya.

"Hah... Aku menyerah dengan sifatnya itu. Yah, walau begitu anak ini sedikit demi sedikit berubah karena keberadaan pemuda bermarga He itu bersama dengan nya"

🥀🥀🥀

KRINGGG!!

Murid murid langsung berlari keluar ruangan kelas menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah ribut minta di isi.

Xinlong tengah memasuk kan bukunya di loker milik nya, di depan loker ada Zeyu yang tengah memakan ice cream durian dengan nikmat sembari menunggu teman nya itu selesai dengan urusan nya.

KRIET!

Pintu kelas terbuka mengalihkan atensi Xinlong dan Zeyu dari kegiatan mereka. Alyssa masuk ke dalam kelas dengan santai sambil menenteng tas nya.

"Darimana saja kau baru masuk kelas pukul setengah sembilan?"tanya Xinlong dengan nada mengintimidasi.

"Rooftop, aku lupa kalau ada pr hari ini"balas Alyssa duduk di bangkunya bersiap untuk tidur sebelum buku paket tebal menghantam kepalanya dengan kencang.

BUGH!

"Setelah datang bukan nya mempelajari materi yang tertinggal kau malah berniat untuk tidur, enak sekali"ucap Xinlong, pelaku yang memukul kepala Alyssa.

Alyssa mengelus kepalanya yang berdenyut dan menatap sengit pemuda di hadapan nya.

"Apa? Kau tidak suka, apa mau aku pukul lagi supaya otakmu bekerja dengan baik lagi, Alyssa Shella"ucap Xinlong menatap tajam Alyssa.

"Ck, menyebalkan"gumam Alyssa.

BUGH!

"Aduh!"ringis Alyssa karena Xinlong lagi lagi memukul kepalanya dengan kencang.
"Oi, kenapa kau memukulku lagi?!"kesal Alyssa.

"Oh, maaf kan aku, tangan ku gatal ingin memukul kepala mu agar otak sempit mu itu bekerja dengan baik lagi"ucap Xinlong santai tanpa beban.

BUGH!

Wajah mulus Xinlong langsung menerima hantaman buku paket tebal dari Alyssa.

"Itu pembalasan dariku. Pergi sana, wajahmu yang menyebalkan itu membuatku ingin memukulnya lagi"ucap Alyssa lalu menidurkan kepalanya di atas meja.

Xinlong mengelus wajahnya yang berdenyut sembari menatap kesal gadis di depan nya yang sudah masuk ke alam mimpi satu menit yang lalu.

"Dasar tukang tidur"ucap Xinlong.
"Zey, ayo per-lho? Zeyu? Kemana bocah itu menghilang?"

🥀🥀🥀

Zeyu berjalan santai di koridor sekolah dengan wajah di tekuk, ia tengah kesal karena harus melihat adegan rumah tangga yang setiap hari di perlihatkan pasutri Xinlong dan Alyssa yang di kenal murid kelas mereka sebagai pasutri gila karena tidak pernah akur sama sekali dari awal semester sampai sekarang.

Tetap saja, walau begitu mereka tak jarang menebar keuwuan jika sedang akur akurnya yang selalu membuat kaum jomblo mengiri, walau hubungan mereka hanya sekedar sahabat tapi tetap saja banyak sekali orang yang mendukung dua sejoli itu untuk berpacaran.

Bahkan sampai ada club penggemar khusus kedua orang itu yang anggotanya benar benar sangat banyak, mungkin jika di jumlah kan akan ada 25% penduduk sekolah adalah anggota club itu.

Zeyu langsung berjalan dengan cepat kearah kios makanan favoritnya, apalagi jika bukan Durian.

"Kak, aku pesan satu pancake durian dan ice cream durian nya"ucap Zeyu.

"Zeyu, ini sudah 4 kalinya kau memesan durian. Apa perutmu tidak sakit karena makan terlalu banyak?"tanya penjual itu sedikit khawatir pada pemuda penggila durian itu.

"Tidak, justru aku malah segar bugar!"ucap Zeyu.
"Jadi berikan saja, aku bisa tahan memakan apapun yang berhubungan dengan durian. Jadi kakak tidak perlu khawatir"sambungnya sambil tersenyum lebar.

"Hah... Baiklah baiklah"ucap penjual itu lalu memberikan nampan berisi pancake dan ice cream pesanan Zeyu.

"Terima kasih, Kak Joe! Kau yang terbaik!!"ucap Zeyu lalu berjalan cepat kearah meja kosong di depan nya.

"Hah... Anak itu benar benar gila durian. Aku jadi khawatir pencernaan nya bermasalah karena terlalu banyak makan durian"ucap Joe lalu melayani murid yang membeli di kios nya.

🥀🥀🥀

"Ugh, perutku mulas"

Xinlong menatap datar Zeyu yang tengah meringkuk di ranjang UKS sambil memegang perutnya.

"Sudah berapa kali aku memberitahumu untuk tidak makan durian terlalu banyak Zey"ucap nya.

"Aku dengar dari kak Joe, kau makan 5 piring pancake durian dan 7 mangkuk ice cream. Kau gila ya, memakan durian sebanyak itu"sambungnya.

"Hua, maafkan aku! Aku terlalu asik makan sampai lupa!"ucap Zeyu sambil memegang nyeri di perutnya yang semakin menjadi jadi.

CKLEK!

"Dokter yang biasa menjaga UKS hari ini cuti karena mengalami kecelakaan kecil dua hari sebelumnya"ucap Alyssa memasuki UKS sambil membawa nampan berisi bubur, teh hangat dan obat untuk Zeyu.

Xinlong langsung menyingkir membiarkan Alyssa duduk di tempatnya sebelumnya. Gadis cantik itu langsung menaruh nampan yang dibawa nya diatas meja dan beralih menatap Zeyu dengan tatapan dingin.

"Dasar keras kepala"ucap Alyssa lalu membantu Zeyu duduk. Ia langsung meraih mangkuk bubur di atas nampan dan membawanya ke hadapan Zeyu.

"Buka mulutmu, aku akan menyuapi mu"ucap Alyssa.

"A-aku suda-"

Zeyu langsung meneguk ludah kasar begitu menyadari tatapan dan hawa menyeramkan dari arah Xinlong dan Alyssa.

"Buka mulutmu atau aku akan memasukan paksa bubur ini"ancam Alyssa dengan nada tenang.

"B-baiklah"pasrah Zeyu menerima setiap suapan dari Alyssa dengan terpaksa menahan mual.

.. .. .. ..
TBC

𝐿𝑜𝑣𝑒 𝑜𝑟 𝑅𝑒𝑙𝑖𝑔𝑖𝑜𝑛 ||𝗛𝗲 𝗫𝗶𝗻𝗹𝗼𝗻𝗴Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang