Chapter 08

96 23 12
                                        

Kesal dan marah, kini semua rasa itu tercampur aduk dalam hati si gadis Shin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kesal dan marah, kini semua rasa itu tercampur aduk dalam hati si gadis Shin. Ucapan sang atasan sungguh amat menusuk Ryujin, bahkan mungkin bosnya sudah bosan melihat wajah gadis itu saat ini. Mengapa susah sekali hidup dengan normal tanpa hambatan?

Ia tau, ia salah karena terlambat di hari pertama kerja. Tapi apakah tidak ada belas kasihan sedikit pun dari pak tua itu? Apakah tidak berlebihan langsung mengusir Ryujin dan tidak memberinya kesempatan mencoba bertugas di hari itu juga?

Cukup. Shin Ryujin malas membahasnya.

Mempererat gagang payung di tangannya, ia langsung berjalan menembus hujan usai keluar dari restoran. Hingga tak menyadari, lelaki menyebalkan bernama Choi Beomgyu yang tak lain adalah musuh di mata gadis itu mengikutinya tanpa payung atau apapun sebagai pelindung tubuh.

Gadis itu berhenti di ujung perempatan. Berdiri menunggu giliran untuk menyeberang. Di saat lampu hijau tiba, ia melangkah ke garis hitam putih yang berurutan. Pikiran Ryujin sudah kalut. Bahkan tak terlihat di manik indahnya, sebuah motor yang nekat mengambil kecepatan tinggi di tengah hujan.

Dan yah.. Tepat sedikit lagi mesin itu menyentuh tubuh Ryujin. Tapi dari arah belakang refleks ada satu telapak tangan yang mendorong Ryujin hingga sampai di trotoar. Tangan Ryujin sedikit tergores karena adanya gesekan ringan pada aspal, namun itu tidak sebanding dengan luka di pergelangan kaki pemuda yang menolongnya barusan. Seperti memar, atau... apa? Ryujin tak begitu jelas melihat kejadiannya.

"Ya! Gwaenchana?!" Pekik si pemudi saat itu juga.

"Shh!" Ringisan pelan terdengar. Ia mencoba berdiri namun tidak bisa, sampai Ryujin dengan cepat menopang satu tangan Beomgyu di pundaknya, lalu membantunya berjalan hingga sampai di trotoar.

"Ayo ke rumah sakit!" ucap Ryujin begitu yakin. Matanya melirik kaki Beomgyu yang terluka, lalu kembali menatap manik hitam Beomgyu.

Apa? Lelaki ini tersenyum? Dalam keadaan seperti ini? Astaga, Ryujin tak habis pikir.

"Gue gapapa," kata Beomgyu di sela rintihannya menahan sakit di kaki.

Beruntung ambulan datang, entah siapa yang memanggilnya, mungkin satu di antara orang-orang yang berkerumun di sekitar dua korban itu. Alhasil, di tengah terpaan hujan Ryujin dan Beomgyu menaiki kendaraan medis itu untuk pergi ke rumah sakit.

— • —

Terbangun kokoh di tengah kota Seoul, gedung minim corak yang didominasi warna putih polos itu berdiri. Sebuah rumah sakit di mana banyak orang sibuk berdoa untuk kesehatan mereka. Sementara para perugas berlarian menyelamatkan nyawa.

Beomgyu mendudukkan dirinya di kursi panjang yang terletak pada pinggir lorong. Sebuah perban putih melingkari pergelangan kakinya. Bukannya nampak sedih, Beomgyu malah tersenyum bahagia. Ah, ternyata seorang gadis Shin menemaninya, mimpi apa Beomgyu semalam?

Sedangkan gadis berkepanjangan nama Shin Ryujin itu tampak cemas. Jika dilihat keadaan kaki Beomgyu cukup miris sekarang.

'Kenapa bukan gue aja yang ketabrak?'

'Kenapa lo harus tolongin gue?'

Itulah semua curahan hati Ryujin.

Lalu semua hening, sampai akhirnya Beomgyu menoleh pada perempuan yang sedang menundukan kepalanya.

"Ryu?" panggil Beomgyu.

Sontak Ryujin menoleh. "Hah?" sahutnya kemudian.

"Gimana? Gue keren gak?" tanya Beomgyu sambil mencolek hidungnya sendiri.

Ucapan itu sontak membuat Ryujin mengernyit. Agak emosi juga menyadari dirinya cemas tapi orang yang dicemaskan malah sok jagoan.

Ryujin menarik napasnya panjang sebelum mengeluarkan emosi.

"Lo kenapa sih ikut campur soal hidup gue?!" ucap Ryujin kesal. Sebenarnya bukan itu yang gadis itu pikirkan, hanya saja ia tidak suka berhutang budi dengan orang lain seperti ini.

Jujur Beomgyu kaget, semua orang di lorong menaruh perhatian mereka pada kedua remaja itu. Ryujin kembali diam lalu si lelaki kembali menyahut.

"Eh, say thanks dulu dong.." ucap Beomgyu. Lagi-lagi bernada santai.

"YA!"

Teriakan itu bukan dari Ryujin, juga bukan dari Beomgyu.

Dua manusia berlari dari kejauhan untuk mendekat ke arah Beomgyu dan Ryujin. Orang-orang di sana kembali membuat mereka menjadi pusat perhatian, yaa.. untung saja tak begitu ramai.

Kembali pada atensi Beomgyu dan Ryujin saat ini. Salah satu dari kedua orang tadi berteriak panik tentang keadaan Beomgyu. Yap, pasangan Choi itu kini datang dengan raut tak tenang.

"Lo gapapa kan?" tanya Soobin mendekati Beomgyu. Sangat terdengar kekhawatiran sang sahabat dari nadanya yang panik.

"Iya, ini parah gak?" Lia yang juga di sana pun ikut menimpal.

Jujur saja tadi Soobin dan kekasihnya kaget mendengar kabar Beomgyu yang mengalami kecelakaan. Ryujin yang mengabari Lia, sebab di satu kelas yang sama membuat ia mau tak mau menyimpan nomor ponsel gadis Choi itu. Dan dengan segera keduanya pun menyusul ke rumah sakit tempat sang sobat diobati.

Ya untungnya tidak parah, lihat saja wajah Beomgyu yang dari tadi tak ada raut cemas ataupun menderita. Yang ada malah senyum bahagia terukir pada bibirnya. Kakinya mati rasa atau bagaimana? Hingga sendi memar yang terkilir pun seolah tak ia rasakan sakitnya.

Beomgyu mengabaikan pertanyaan dari Soobin dan Lia, melainkan mencoba bangkit berdiri sendiri sambil memegang tangan Ryujin. Iya, semodus itu Choi Beomgyu.

Sedangkan sang empunya hanya terpaku ketika pergelangan tangannya menopang tangan Beomgyu. Meski pada detik itu juga Ryujin merasakan sentuhan yang berbeda. Entahlah.. disebut apa namanya?

"Lo bertiga anterin gue pulang," pinta Beomgyu tanpa babibu.

Soobin dan Lia mengangguk setuju, sedangkan gadis Shin di kiri Beomgyu melotot dibuatnya.

Dengan segera Soobin membantu sahabatnya berdiri dari posisi duduk.

"Ada gue di sini. Gausah modus," bisik Soobin yang ternyata sendari tadi memperhatikan gerak-gerik Beomgyu pada Ryujin.

"Cih!" Decihan pelan terdengar dari Beomgyu. Kenapa sang kawan sangat tidak mendukung? Mengganggu saja kehadirannya.

Sedangkan Lia keluar dari gedung itu untuk mencari taksi. Lalu di tempatnya Ryujin masih bergeming.

"Hei!" panggil Beomgyu sebelum sedetik kemudian ia memberikan tas kuliahnya pada Ryujin-bermaksud agar gadis itu membawakannya.

Dan yahh... berakhirlah mereka pergi ke rumah Beomgyu.

──┄ ℬ - ℛ ┄──

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 26, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Fly, then Comeback to Me Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang