Bantu Support cerita aku ini yuk dengan cara
LIKE, COMMENT DAN SHARE
Terimakasih ෆTanpa kalian yang menyempatkan diri untuk membaca cerita ini, cerita ini tidak bisa dikenal banyak orang/memperluas jangkauan membaca cerita ini 🌺
Sebelum kalian baca aku punya informasi kalau Pre Order buku Pentigraf sudah dibuka 🥳
Pemesanan buku ku yang ini ada 2 cara, lewat WhatsApp dan Shopee. Untuk pemesanan lewat WhatsApp kalian bisa hubungi nomor yang tertera di sedangkan pemesanan lewat Shopee link nya aku taro di bio, ya teman-teman semuanya 🤗
Satu lagi nih buku ku yang bentar lagi bakal close Pre Order 🥺
Untuk pemesanan kalian bisa hubungi nomor yang tertera di banner. CLOSE PRE ORDER HARI JUMAT INI, JADI KALIAN JANGAN KELEWATAN!HAPPY READERS
---------------------
" Jangan salahkan aku, salahkan saja rasa penasaranku. Begitu ingin tahu tentangmu, namun hal itu justru menyakitiku. "
---------------------
Gadis itu terlihat berusaha mengingat sambil memukul-mukul kepalanya. Entah dorongan apa aku menghentikan dia memukul kepalanya, kami sama-sama diam lalu aku melepaskan tangannya. “Aku sering ke danau yang tidak jauh dari tempat les mu, aku tahu semua tentang kamu dan juga Papa ka--“
“Itu privasi ku dan kamu tidak berhak untuk ikut campur,“ potong ku.
“Ale, kamu panggil aku Ale aja, ya? “ Gadis itu tersenyum manis. Aku mengangguk pelan.
Siang itu adalah awal kisah ku dengan Ale. Dia sekarang adalah inspirasi di hidupku dan kini semua lagu ku tentang dia. Ale sungguh menarik ku untuk mempelajari tentang dirinya. Aku sempat berpikir apakah Ale keajaiban yang aku tunggu selama ini? Kalau itu benar, makanya sekarang aku mempunyai 2 tujuan. Aku ingin Papa menghargai mimpiku dan aku ingin Ale menjadi gadis seperti sekarang dan tidak akan pernah berubah karena aku menyukai dirinya.
♪ ✿ ♪
14 November 2014, SMA CAKRABUANA, 10.04 WIB
Bagi kebanyakan orang hari ini adalah hari yang mereka tunggu-tunggu, tapi bagi ku hari ini adalah hari yang tidak pernah ada. Hari ini pembagian rapor. Anak-anak sangat excited, tapi tidak dengan ku. Aku menghela nafas dengan berat.
Ting!
Ale mengirimkan pesan kepada ku. Aku tersenyum membaca pesan itu.
Hey, aku sudah bisa loh bikin lagu dan tentu saja lagu bikinan ku ini lebih hebat dari kamu! Kita bisa menjadi ... saingan, Ah! Mulai sekarang kita saingan, tapi kita tetap berteman.
Ale adalah keajaiban yang selama ini aku tunggu dan aku akan memastikan keajaiban ini akan selalu bersama ku dan tidak akan ku biarkan dia pergi maupun ... menghilang.
Setelah aku mengambil rapor aku pulang sendirian. Aku selalu mengambil rapor tanpa orang tua ataupun wali. Papa selalu sibuk dengan pekerjaannya, pernah aku meminta Papa mengambil rapor ku, namun saat pengambilan bukan Papa yang datang melainkan asisten Papa.
Sesampainya aku di rumah tentu saja aku langsung dipanggil Papa untuk ke ruangan kerjanya. Aku membuka pintu dengan sangat perlahan hingga tidak menimbulkan bunyi. Aku membalikkan badannya dan di hadapan ku kini Papa menatap ku dengan lekat. Tanpa basa-basi aku langsung menyerahkan rapor ku kepada Papa.
- TO BE CONTINUED -
Yang mau kenalan sama Author, kalian bisa follow akun sosmed yang tertera dibawah ini, ya
SEE YOU NEXT PART!
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah mampir 🐾
KAMU SEDANG MEMBACA
Scientist × Panorama | CERPEN ANTOLOGI [ SUDAH TERBIT ]
Fiksi RemajaAku adalah seorang Scientist. Ya, seseorang yang ambisius untuk menjadi di posisi pertama bahkan ingin terlihat sempurna dari semua orang, tiada hari aku menggeluti angka-angka dengan rumus. Aku mempunyai sisi buruk, kondisi mental rusak. Aku menyuk...